Kader Posdaya Binaan IPB Dilatih Membuat Kemasan Produk

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan pelatihan pembuatan kemasan, (29-30/1). Kegiatan yang bertempat di KampusIPB Baranangsiang Bogor ini, diikuti oleh sekira 40 kader Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dari Kabupaten dan Kota Bogor, serta dari Cianjur.
 image of news
Kepala P2SDM LPPM IPB, Dr. Pudji Muljono menyampaikan, pelatihan ini difokuskan untuk  produk-produk pengolahan pangan dan kerajinan berbasis potensi di Posdaya. Sementara ini, terangnya, produk yang dihasilkan oleh Posdaya binaan IPBmasih kalah bersaing dengan produk luar, terutama dari daya tarik kemasannya. Untuk itu, P2SDM LPPM IPBsebagai mitra berkewajiban mendampingi, membina dan memberikan pengetahuan cara membuat kemasan produk yang menarik dan baik.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Ir Yannefri Bachtiar, M.Si mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan dari produk yang dihasilkan oleh Posdaya. “Dengan bentuk kemasan yang menarik konsumen, otomatis daya beli akan meningkat dan keuntungan akan lebih banyak didapat,” ujarnya.
Salah satu peserta, Suherti dari Posdaya Cemara Bondongan Kota Bogor, mengatakan dengan mengikuti pelatihan ini, ia berharap dapat menambah pengetahuan tentang pembuatan kemasan produk yang menarik. “Ilmu yang didapat akan saya tularkan kepada anggota Posdaya,” ujarnya.
Narasumber pelatihan, Hendra Gautama Putra dari Rumah Kemasan Atama Pack Bandung menjelaskan, desain kemasan produk harus semenarik mungkin bagi konsumen. Menurutnya, yang harus diperhatikan bagi produsen dalam pembuatan kemasan diantaranya adalah harus mencantumkan informasi bahan produk, informasi perijinan dari dari Dinas Kesehatan, dan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Awl)
Kontak:
Kepala P2SDM LPPM IPB Dr. Pudji Muljono
No HP. 081311157644
subject : Yannefri Bachtiar , Posdaya Binaan IPB , Pudji Muljono , Pelatihan Pembuatan Kemasan , P2SDM LPPM IPB

P2SDM LPPM IPB Luncurkan Kampus Desa

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menelurkan sebuah program inovatif dalam pemberdayaan masyarakat, dan sangat relevan untuk diadaptasi  secara nasional. Program dimaksud bertajuk “Kampus Desa” yakni sebuah implementasi program pemberdayaan masyarakat secara swadaya dengan mensinergikan potensi IPB, masyarakat, kader Posdaya, Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan Yayasan/LSM. Program ini dirancang untuk memungkinkan terlaksananya proses pembiayaan yang kontinyu dan murah karena dilaksanakan dengan semangat sinergi dalam swadaya pemberdayaan masyarakat antar berbagai komponen, Jum’at (3/6), bertempat di Kampung Carangpulang Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor.
 image of news
Kampus Desa diluncurkan oleh Kepala LPPM IPB Dr. Prastowo yang  mengungkapkan bahwa program Kampus Desa akan berdampak besar bagi kemajuan desa dan Posdaya. Pengembangan potensi desa merupakan bentuk pengabdian yang harus dilaksanakan dengan terjun langsung ke masyarakat secara kontinyu. Kepala P2SDM LPPM IPB, Prof.Dr. Pudji Muljono menambahkan bahwa program Kampus Desa sangat strategis dalam melengkapi program-program yang bersifat proyek.
Sebelumnya, Prof.Dr. Ervizal A.M. Zuhud dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB memberikan kuliah perdana kepada 40 Posdaya yang hadir. Ia mengimbau agar semua masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah, dengan cara menanam sayuran, buah-buahan dan tanman obat. Sehingga apabila keluarga memerlukan obat ataupun sayuran, keluarga dapat langsung memetiknya,  tidak perlu membeli dari luar.
Sementara, Ketua Pelaksana Program Kampus Desa, Ir. Yanefri Bachtiar, M.Si, mengatakan, munculnya ide Kampus Desa ini adalah sebuah upaya pemberdayaan masyarakat yang butuh waktu sangat panjang, membutuhkan juga sumberdaya  yang tidak terbatas dengan  program yang terus menerus. Untuk itu, dibutuhkan relawan dalam mewujudkan program kampus desa di masing-masing wilayah. Karenanya ada relawan pemberdayaan masyarakat,  relawan tenaga ahli (dosen, alumni IPB, mahasiswa IPB dan pensiunan IPB), relawan dari pemerintah, serta relawan dari pihak  swasta (PT ANTAM (Persero) Tbk, Yayasan Racana, Yayasan Damandiri, Yayasan SOS, dan lainnya yang siap bergabung, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang utuh berkesinambungan diantara relawan dalam pemberdayaan masyarakat.
Ia menambahkan, program Kampus Desa akan digulirkan ke 100 Posdaya di masing-masing desa dan kota di wilayah Bogor. Harapannya setiap bulan relawan pemberdayaan masyarakat menentukan tempat penyelenggaraan di masing-masing kecamatan dengan program Kampus desa. Aksi program Kampus Desa bisa dijadikan wadah transfer ilmu dan teknologi  bagi masyarakat, praktik dan magang serta sharing aneka topik. Di Kampus Desa ini, masyarakat bisa mendapatkan ilmu dan teknologi di bidang pertanian dalam arti luas, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Hadir dalam launching kampus desa di desa Cikarawang diantaranya  peneliti dan dosen dari IPB, Posdaya Kota dan Kabupaten Bogor, mahasiswa pascasarjana IPB, Yayasan Damandiri, PT ANTAM (Persero) TbkTim Biro HPH IPB, Agrianita IPB, dan warga masyarakat. (Awl)
Kontak:  Ir Yanefri Bachtiar, M.Si
HP. 0811119407

Sosial Media

https://www.facebook.com/profile.php?id=100012112923461”>1. Facebook  https://twitter.com/p2sdm_ipb”>2. Twitter https://www.linkedin.com/home?trk=nav_responsive_tab_home”>3. Linkedln https://independent.academia.edu/p2sdmipb”>4. Academia https://plus.google.com/u/0/101815027130238839482/posts”>5. Google + https://www.youtube.com/channel/UCIIGYDU9T-3Tk1IFcKNCKsA”>6. Youtube

Lokasi

Journal Scopus

http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/article/view/3334/0