Monthly Archives: September 2014

Rakortas (Rapat Koordinasi dan Konsultasi) Posdaya IPB dan Mitra

Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) merupakan suatu forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, informasi, edukasi dan sekaligus bisa dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi kekeluargaan secara terpadu. Penguatan fungsi-fungsi utama tersebut diharapkan memungkinkan setiap keluarga maki

posdaya berprestasi

Anugerah pemenang Lomba Posdaya

n mampu membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera, keluarga yang mandiri dan keluarga yang sanggup menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik. Dapat dikatakan bahwa Posdaya merupakan wahana pemberdayaan 8 fungsi keluarga secara terpadu, utamanya fungsi agama atau ketuhanan yang maha esa, fungsi budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi dan kesehatan, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi atau wirausaha dan fungsi lingkungan.

Posdaya adalah sebuah gerakan dengan ciri khas “bottom up program”, yang mengusung kemandirian, dan pemanfaatan sumberdaya serta potensi lokal sebagai sumber segala solusi.  Posdaya dikembangkan sebagai salah satu sarana meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang hanya bisa diharapkan melalui penguatan fungsi keluarga secara terpadu. Tujuan pembentukan posdaya adalah untuk menyegarkan modal sosial, seperti hidup bergotong-royong dalam masyarakat guna membantu pemberdayaan keluarga secara terpadu dan membangun keluarga bahagia dan sejahtera. Selain itu, posdaya juga ikut memelihara lembaga sosial kemasyarakatan yang terkecil, yaitu keluarga, agar dapat menjadi perekat sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan memiliki dinamika yang tinggi. Bahkan program posdaya itu diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada setiap keluarga untuk memberi atau menerima pembaharuan yang dapat dipergunakan dalam proses pembangunan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Posdaya yang telah ada perlu terus ditumbuhkembangkan agar menjadi Posdaya yang mandiri yang aktif sebagai pelaku dan membangun jaringan pemberdayaan serta mampu melahirkan posdaya-posdaya baru di wilayah sekitarnya. Salah satu media penumbuhkembangan dan peningkatan kualitas posdaya adalah RAKORTAS (Rapat Koordinasi dan Konsultasi) Posdaya wilayah Jawa Barat dan Lampung. RAKORTAS Posdaya bertujuan untuk: 1) memelihara dan menyebarkan semangat untuk pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya dari perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, (2) menumbuhkan semangat pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya di kalangan mahasiswa, akademisi, masyarakat, pemerintah, swasta dan LSM/Yayasan, 3) menumbuhkan gagasan-gagasan implementatif, komitmen dan kemitraan dalam Pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya, 4) mempertahankan dan meningkatkan semangat pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya, 5) menampung ide pemberdayaan masyarakat dari berbagai kalangan (masyarakat, pemerintah, swasta, dosen, mahasiswa maupun institusi lain) melalui Posdaya, 6) membangun jejaring pelaku pemberdayaan masyarakat melalui posdaya.

IPB merupakan koordinator wilayah (Korwil) Jawa Barat I dan Lampung program pengembangan SDM Melalui Posdaya, yang mengkoordinasikan 13 perguruan tinggi mitra pelaksanan, yaitu Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Pakuan Bogor, Universitas Djuanda Bogor, Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Suryakancana Cianjur, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Subang, Universitas Wiralodra Indramayu, Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, dan Sekolah Tinggi Perikanan Bogor.

Pelaksanaan RAKORTAS ini merupakan yang ke dua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2010. Tema yang di bawa pada Kegiatan ini adalah “Kebersamaan Menghadirkan Kemudahan”. diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan semakin meningkatkan kerjasama dan kebersamaan antar berbagai elemen yang ada.

RAKORTAS yang akan dibuka oleh Rektor IPB dan Wakil Wali Kota Bogor akan membahas capaian pemberdayaan Posdaya di wilayah Jawa Barat-Lampung dan gagasan pengembangan. Lebih lanjut Prof Haryono Suryono Ketua Yayasan Damandiri akan menyampaikan keynote speech tentang “Pemberdayaan akar rumput yang mencakup”. Rakortas juga menggelar sarasehan, diskusi terbuka tentang pemberdayaan masyarakat dengan menghadirkan BPMKB Kota Bogor, BP5K Kabupaten Bogor, Yayasan Damandiri, dan P2SDM IPB. Selain itu rakortas juga menyuguhkan training motivasi ekonomi dan sosial. RAKORTAS ini dihadiri oleh posdaya-posdaya sewilayah Korwil, mitra perguruan tinggi, pemda, mitra swasta, LSM, mahasiswa, dan lain-lain.

Lomba Posdaya berprestasi yang telah dilaksanakan sejak bulan juni 2014 di 12 perguruan tinggi mitra IPB akan diumumkan pada hari ini. Dari 2000 Posdaya di korwil Jawa Barat I dan Lampung, terdapat 61 Posdaya berprestasi di tingkat perguruan tinggi dan 10 Posdaya berprestasi di tingkat korwil.

Saat ini di ndonesia ada kurang lebih 35 ribu posdaya yang dikembangkan oleh 200 Perguruan Tinggi bersama-sama dengan Pemda masing-masing. Keberhasilan posdaya diukur dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat dalam setiap kegiatannya. Dalam jangka panjang posdaya diharapkan dapat membantu pemerintah mengurangi tingkat kemiskinan di suatu wilayah.

Kegiatan riil posdaya di lapangan antara lain: 1) Bidang Pendidikan (PAUD, Pustaka Warga, Kejarpaket, TPA, Majlis ta’lim), 2) Bidang Kesehatan (Posyandu, Posbindu Lansia, BKB, Kespro, Kelas gizi) 3) Bidang Ekonomi (LKM, Koperasi, pengembangan UKM), 4) Bidang Lingkungan (Kebun bergizi, pengolahan sampah, biopori, rumah sehat.