Monthly Archives: Oktober 2014

Observation Study Tour Posdaya ke-69

Pusat Pengempangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) LPPM IPB, bekerjasama dengan Yayasan Damandiri dan Haryono Center kembali menggelar Observation Studi Tour  Posdaya yang ke 69. Salah satu lokasi OST ke 69 adalah Posdaya Kenanga.

Posdaya Kenanga, terdapat di Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Bogor. Sejak didirikan pada tahun 2010, Posdaya Kenanga menjadi rujukan atau tempat pelatihan posdaya baik dari kabupaten atau kota. Karena banyaknya prestasi yang berhasil diraih, keberadaan Posdaya Kenanga menarik perhatian beberapa perguruan tinggi di Jepang. Hal ini disampaikan Sulikan, Kepala Posdaya Kenanga di hadapan  puluhan peserta Observation Study Tour (OST) di Posdaya Kenanga Situ Gede (22/10). Rombongan OST berjumlah 100 orang yang berasal dari STP Perikanan Bogor, Untag Surabaya, STAI Muara Bungo Jambi, Universitas Alkhaerat Palu, dan Unmuh Ternate. Posdaya yang dikunjungi adalah Posdaya Sejahtera Bubulak, Posdaya Kenanga Situ Gede, dan Posdaya Al Barokah, Desa Bantarjaya Kab. Bogor.

“Februari 2015 akan datang 15 mahasiswa dari Jepang. Mereka akan melakukan kegiatan semacam Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Posdaya Kenanga. Salah satu kegiatan yang saya usulkan adalah pengelolaan sampah dan lingkungan,” ujar Sulikan. “Kendala awal saat membangun posdaya justru datang dari masyarakat. Kebanyakan masyarakat belum mengerti dan memahami tujuan didirikannya posdaya. Setelah mendapatkan informasi yang jelas melalui lokakarya dan penjelasan dari IPB, akhinya masyarakat mulai paham,” tambahnya. Sulikan mengisahkan awalnya mereka hanya diberi modal dasar sebesar 800 ribu rupiah. Dengan kemauan dan keikhlasan serta memegang motto bahwa uang itu akan datang apabila kita sudah memberikan prestasi, Sulikan dan kader posdaya lainnya berhasil meningkatkan kesejahteraan warga Situ Gede melalui Posdaya. Salah satu prestasi di bidang ekonomi adalah adanya Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah dan Koperasi Tabur Puja. “LKM Syariah untuk masyarakat, pinjam 200 ribu kembali 200 ribu. Untuk koperasi kami ambil jasa 1.5 persen. Dan yang digulirkan sudah mencapai 450 juta untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB, Dr. Puji Mulyono mengatakan, “Selaku pembina posdaya P2SDM IPB, kami berharap prestasi ini bisa direplikasi oleh peserta OST. Melalui Yayasan Damandiri, IPB menjadi koordinator wilayah bagi 10 perguruan tinggi mitra dalam pengembangan posdaya.” “Dalam posdaya pada intinya adalah pengembangan sistem gotong royong di masyarakat yang didampingi perguruan tinggi. Pendampingan IPB dilakukan di setiap kegiatan. Setiap kegiatan selalu ada sentuhan kepakaran dari dosen IPB,” pungkasnya.

Observation Study Tour Posdaya ke-70

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima kunjungan dari berbagai instansi. Diantaranya Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota padang Panjang, Sumatera Barat, TP PKK Cilandak Jakarta, Lions Club Yogyakarta, Universitas Pelita Bangsa Cikarang dan Universitas Trilogi Jakarta (28/10). Kunjungan ini dilakukan ke beberapa Posdaya binaan IPB, salah satunya Posdaya Puspa Lestari, Kelurahan Pasir Kuda. Kegiatan kunjungan sejumlah instansi ini dirangkum dalam Observation Study Tour (OST) ke-70 yang diadakan bersama Yayasan Damandiri. Kunjungan ini terasa istimewa karena tepat 28 Oktober, Posdaya Puspa Lestari merayakan ulang tahun kelima.
IPB telah mengembangkan hampir 150 Posdaya di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Bekerjasama dengan Yayasan Damandiri, IPB juga menjadi koordinator wilayah bagi 12 perguruan tinggi mitra dalam pengembangan posdaya. Rombongan yang berkunjung ke Posdaya Puspa Lestari disambut di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bina Lestari dengan tarian daerah persembahan para siswa. Rombongan juga disambut dengan dua buah lagu persembahan dua orang siswa penyandang disabilitas binaan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Berbasis Masyarakat (PRSPCBM), Fia dan Ade Suryani.
Selain itu, rombongan juga berkunjung ke Pos Usaha Kesehatan Kerja (UKK) “Puspa” dengan meninjau langsung wirausaha home industry pembuatan tempe, dan Koperasi Pembiayaan Ekonomi Kelurahan (KPEK). Sahdi, S.Sos Kasi Perekonomian Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor menyatakan, “Selamat datang di Kecamatan Bogor Barat khususnya Kelurahan Pasir Kuda. Semoga hasil peninjauan dari kelurahan ini dapat bermanfaat untuk pengembangan di daerah masing-masing baik kreasi maupun inovasinya. Dalam kesempatan ini juga Sahdi S.Sos memaparkan banyak memaparkan kondisi di daerah Kecamatan Bogor Barat.”
Pimpinan Rombongan OST ini menyatakan, “Saya atas nama rombongan senang dapat bersilaturahim di Kelurahan Pasir Kuda ini. Saya bersama rombongan juga mengucapkan terima kasih karena telah disambut secara luar biasa, kami sangat terharu dan mendapatkan kesan postif setelah melakukan kunjungan ke Posdaya Puspa Lestari. Kedatangan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kami ke Yayasan Damandiri. Kami telah diberi pelatihan mengenai posdaya dan pada hari kedua kami dibawa ke tempat posdaya yang telah berhasil. Alhamdulillah, yang kami temui sangat mengejutkan dan luar biasa yang menginspirasi kami untuk diterapkan di daerah masing-masing.”

IPB Tempatkan Sarjana sebagai Manajer Stasiun Lapang Agro Kreatif

IMG_6295[1]

Stasiun Lapang Agro Kreatif IPB adalah salah satu program Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor
(LPPM) IPB dalam rangka membangun kemitraaan untuk kemandirian
masyarakat petani, serta mengoptimalkan peran IPB dalam mewujudkan
harapan kedaulatan pangan dengan cara menempatkan para sarjana lulusan
IPB. Langkah ini diharapkan dapat membantu dalam penyelesaian masalah
pertanian yang dialami masyarakat di berbagai daerah, bahkan
diharapkan akan meningkatkan perekonomian mayarakat secara signifikan.

Kegiatan pembekalan kepada calon manajer pendampingan stasiun lapang
ini dilakukan 7-11/10 di Agribusiness Development Station (ADS) IPB
di Desa Cikarawang, Darmaga, Bogor. “Kegiatan stasiun lapang agro
kreatif pada tahap pertama tahun 2014 ini, akan diberangkatkan 15
Manajer/Pendamping yang akan di tempatkan di 15 sentra produksi
pertanian yang tersebar di 9 kabupaten yaitu Bangli, Malang, Magelang,
Pekalongan, Tegal, Cilacap, Karawang, Muara Enim, Nunukan,” kata Ketua
Panitia pembekalan, Dr. Pudji Muljono. “Para manajer stasiun lapang
akan ditempatkan di sentra-sentra produksi pertanian selama tiga
bulan. Dalam waktu tersebut, para manajer diharapkan dapat mengenal,
mengidentifikasi, dan merumuskan alternatif solusi dalam meningkatkan
pendapatan petani dengan cara menaikkan produksi komoditas yang
diusahakan dalam kawasan tersebut”, kata Dr. Pudji.

Kepala LPPM IPB, Dr. Prastowo mengatakan, “Stasiun Lapang Agro Kreatif
IPB ini dimaksudkan untuk menghadirkan IPTEK IPB di sentra produksi
pertanian, sehingga dapat mendampingi masyarakat petani dalam suatu
kawasan atau sentra produksi pertanian, menuju sistem produksi
pertanian yang modern dan optimum melalui penerapan IPTEK IPB untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Lebih lanjut dikatakannya,
kegiatan Stasiun Lapang Agro Kreatif IPB ini didukung oleh 3 (tiga)
program lain yaitu: Klinik Pertanian Nusantara, IPB Cyber Extension,
dan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh mahasiswa IPB. “Hadirnya
para manajer stasiun lapang ini diharapkan dapat merajut berbagai
kegiatan atau berbagai program yang telah dilakukan oleh IPB selama
ini, untuk dapat berjalan lebih efektif, sehingga dapat memberikan
manfaat bagi masyarakat secara kongkrit,” tandas Dr. Prastowo.

Ditekankannya, tugas manajer Stasiun Lapang Agro Kreatif IPB 2014
diantaranya: mengenalkan kondisi wilayah (bio-fisik, sosial, budaya),
mengidentifikasi potensi agribisnis (on-farm, pengolahan, tata-niaga),
mengidentifikasi masalah pengembangan agribisnis, merumuskan
alternatif solusi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi
(product development), meningkatkan pendapatan petani, dan membangun
komunikasi yang efektif diantara masyarakat dengan IPB serta
memfasilitasi program pengabdian kepada masyarakat oleh IPB. “Jadi
berbuatlah dengan apa yang Anda punya. Masyarakat akan menilai atas
apa yang anda perbuat, bukan atas apa yang anda punya”.

Dalam pembekalan ini, para manajer lapang dibekali dengan berbagai
pengetahuan tentang pengembangan masyarakat, konsep pengembangan
wilayah, komunikasi dan negoisasi yang efektif, magang produksi dan
pemasaran, serta pembangkitan motivasi melalui training dan pemaparan
profil petani yang sukses. (AWL)