Kewirausahaan memainkan peran yang penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara. Dalam sebuah seminar kewirausahaan, Rektor IPB, Dr.Ir. Arif Satria pun pernah menyebutkan bahwa negara maju  lebih dari 14 persen masyarakatnya merupakan wirausaha. Untuk itu dalam mendorong terciptanya wirausaha wirausaha baru, Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia ( P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IPB menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Pendamping Kewirausahaan bagi Prguruan Tinggi. Acara digelar di IPC Ciawi Bogor, (2-4/ 4).

Kepala Pusat P2SDM IPB, Dr. Amiruddin Saleh, MS menyampaikan Pelatihan dan Sertifikasi Pendamping Kewirausahaan ini sudah memasuki batch 5.  Kali ini sebanyak 14 peserta dari 9 perguruan tinggi hadir untuk mengikuti pelatihan ini mulai  dari Perguruan Tinggi di Jakarta sampai di kalimantan.

 Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Pendamping Kewirausahaan ini  ia menambahkan diharapkan agar mata kuliah di Program pendidikan Sarjana dapat membangun entrepreneur – entrepreneur baru di Indonesia. Sehingga mahasiswa ketika lulus siap tanding, juga siap sanding, ucapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan selama ini kendala yang dialami peserta pelatihan ada pada saat uji kompetensi seberapa jauh para peserta menguasai teori-teori berkaitan entrepreneur yang disampaikan dikaitkan dengan implementasi yang ada di lapangan terutama pada saat pemberdayaan masyarakat yang ada di program studi di perguruan tinggi masing masing.

Pelatihan dan Sertifikasi Pendamping Kewirausahaan bagi Perguruan Tinggi  kali ini  menghadirkan Pelatih tingkat nasional  juga hadir CEO Industri 4,0 khusus untuk melatih enterpreneur berbasis IT dan juga hadir narasumber IPB University. Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang akan menguji Sertifikasi para peserta.

Materi yang sajikan kali ini diantaranya Strategi Pendamping Inkubator Bisnis, Pendampingan Kewirausahaan sesuai SKKNI, Workshop Melaksanakan Pemasaran Produk (Aplikasi Imooji), Strategi Pendamping Inkubator Bisnis,  Investasi serta Catatan Keuangan aplikasi SIAPIK, melakukan survey atas pedagang Eceran Suatu Produk (Google form)

Dr.Amir menjelaskan pelatihan-pelatihan serupa seringkali di gelar di P2SDM IPB dengan harapan melalui pelatihan- pelatihan yang digelar P2SDM IPB, perguruan Tinggi-perguruan tinggi di Indonesia dapat terfasilitiasi  dengan baij

P2SDM IPB juga dapat memfasilitasi bagi perguruan tinggi perguruan tinggi lokal di Indonesia, yang mengharapkan in house trainning. Seperti belum lama ini, Kami pernah melakukan in house Training Politeknik Negeri Bandung, Universitas Buana Perjuangan Kerawang dan Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes. Dalam satu tahun ini P2SDM IPB dapat menggelar sekitar  8 kegiatan pelatihan berupa pelatihan pendampingan kewirausahaan, pelatiihan Audit Mutu Internal, Akreditasi tentang program studi, mata ajaran, pelatihan koperasi syariah, pelatihan untuk tenaga pustakawan dan kearsipan serta bimingan teknis BUM Desa dan social mapping untuk perguruan tinggi.
Warcito, SP., MM menambahkan pelatihan dan sertifikasi sebagai pintu masuk untuk perguruan tinggi melakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat/daerah, perusahaan baik bumn maupun swasta dan masyarakat. Kolaborasi ABGC ini penting untuk meningkat kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Bagikan berita ini:
Facebook
Google+
Twitter
YouTube
Instagram