Category Archives: CHRD e-Journal

Journal Scopus

http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/article/view/3334/0

Peran Posdaya dalam Membentuk Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat: Studi Kasus di Desa Cikarawang, Bogor, IndonesiaThe Role of Posdaya in Shaping Community Empowerment: Case Study at Cikarawang Village, Bogor, Indonesia

ABSTRAK Pos Pemberdayaan Keluarga atau disingkat Posdaya sebagai model pemberdayaan masyarakat di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 2006 Program ini telah ditetapkan sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat yang direncanakan oleh Institut Pertanian Bogor untuk pemberdayaan masyarakat yang tinggal sekitar kampus. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan Posdaya di sebuah desa di sekitar kampus, Desa Cikarawang, terutama untuk mengevaluasi sosialisasi tentang kampanye lingkungan sehat, pembangunan ekonomi dan ekstensi untuk pengelolaan sampah. Pemilihan lokasi untuk studi ini didasarkan pada pertimbangan purposive, sebagai desa Cikarawang belum pernah mengalami menikmati Program Posdaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin masyarakat dan kader Posdaya menyadari tentang keberadaan Posdaya serta fungsi dan pentingnya untuk pemberdayaan masyarakat.

ABSTRACT Pos Pemberdayaan Keluarga or shortenend into Posdaya (Family empowerment post) as a model of community empowerment in Indonesia has been implemented since 2006. This program has been established as part of community development program planned by Bogor Agricultural University for the empowerment of communities living around the campus. This present study was carried out to evaluate the implementation of Posdaya development at a village around the campus, Cikarawang village, particularly to evaluate the socialization of healthy environment campaign, economic development and extension for waste management. The site selection for the study was based on purposive consideration, as the Cikarawang village has never experienced to enjoy Posdaya Program. The result of the study showed that the community leaders and the cadres of Posdaya were aware about the existance of Posdaya as well as its functions and importance for the community empowerment.

Bentuk Evaluasi TrainingForms of Training Evaluation

Model ROTI (Return On Training Investment) yang dikembangkan oleh Jack Phillips merupakan level evaluasi terakhir untuk melihat cost-benefit setelah pelatihan dilaksanakan. Kegunaan model ini agar pihak manajemen perusahaan melihat pelatihan bukan sesuatu yang mahal dan hanya merugikan pihak keuangan, akan tetapi pelatihan merupakan suatu investasi. Sehingga dapat dilihat dengan menggunakan hitungan yang akurat keuntungan yang dapat diperoleh setelah melaksanakan pelatihan, dan hal ini tentunya dapat memberikan gambaran lebih luas, apabila ternyata dari hasil yang diperoleh ditemukan bahwa pelatihan tersebut tidak memberikan keuntungan baik bagi peserta maupun bagi perusahaan.

Dapat disimpulkan bahwa model evaluasi ini merupakan tambahan dari model evaluasi Kirkpatrick yaitu adanya level ROTI (Return On Training Investment), pada level ini ingin melihat keberhasilan dari suatu program pelatihan dengan melihat dari Cost- Benefit-nya, sehingga memerlukan data yang tidak sedikit dan harus akurat untuk menunjang hasil dari evaluasi pelatihan yang valid.

Penerapan model evaluasi empat level dari Kirkpatrick dalam pelatihan dapat diuraikan dengan persyaratan yang diperlukan sebagai berikut.
Model ROTI (Return On Training Investment) developed by Jack Phillips is an evaluation of the level of the last to see the cost-benefit after training implemented. The usefulness of this model in order to see the company ‘s management training is not something that is costly and only financial harm, but training is an investment. So it can be viewed by using an accurate count of the advantages that can be obtained after carrying out the training, and it is certainly able to provide a broader picture, if it is found from the results obtained it was found that such training does not provide benefits both for the participants and for the company.

It can be concluded that this evaluation model is an addition of Kirkpatrick evaluation model that is the level of ROTI (Return On Training Investment), these levels wants to see the success of a training program with a view of the Cost-Benefit of his, so it requires little data and should accurate to support the results of the evaluation of training valid.

The application of the model of Kirkpatrick’s four levels of evaluation in training can be described by the following necessary requirements.

Program Pengembangan “Tabur Puja” Sebagai Intervensi Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Model PosdayaDevelopment Program “Tabur Puja” In Welfare Interventions for Improving Society Through Model Posdaya

ABSTRAK
Angka kemiskinan di Indonesia mengalami fluktuasi. Jumlah masyarakat dengan keterbatasan di Indonesia diyakini disebabkan oleh keterbatasan lapangan pekerjaan. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) merupakan lembaga yang menyediakan jasa keuangan dalam bentuk simpan pinjam yang diperuntukkan bagi keluarga berpenghasilan rendah dan tidak memiliki akses ke perbankan komersial. Program Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) dioperasikan berupa ajakan untuk menabung dan mempergunakan kredit bagi masyarakat dengan keterbatasan. Tujuan kajian ini adalah mendiskripsikan program “Tabur Puja” dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin, dan mendiskripsikan kelebihan dan kekurangan program “Tabur Puja” dibandingkan pembiayaan usaha mikro lainnya. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan responden 5 (lima) Posdaya yang menggerakan Tabur Puja di Bogor. Hasil wawancara dan pengamatan diperoleh bahwa mekanisme pemberian pinjaman Tabur Puja tidak lebih dari Rp. 2 juta kepada setiap anggota posdaya, adanya tatanan tanggung renteng, adanya kegiatan perdampingan membuat Tabur Puja menjadi program yang mampu untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat. Adanya program pemberdayaan masyarakat yang ada dalam Posdaya membuat penggunaan dana pinjaman sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Pola pendampingan yang dilakukan meliputi pertemuan rutin mingguan, pendampingan langsung ke lapangan, dan pemberian pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kelebihan sistem “Tabur Puja” adalah adanya pendekatan pemberdayaan terhadap para nasabah. Pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya dengan membangun masyarakat melalui 4 (empat) pilar pembangunan dirasakan oleh masyarakat memiliki manfaat yang sangat besar, terutama dalam peningkatan kesejahteraan pembangunan.
ABSTRACT
The poverty rate in Indonesia has fluctuated. Number of people with limitations in Indonesia is believed to be caused by the limited job opportunities. Microfinance Institutions (MFIs) are institutions that provide financial services in the form of savings and loans earmarked for low-income families and do not have access to commercial banking. Purse Savings and Credit Program Sejahtera (Powder Puja) is operated in the form of an invitation to save and use credit for people with disabilities. The purpose of this study is to describe the program “Tabur Puja” in improving the welfare of the poor, and describe the advantages and disadvantages of the program “Tabur Puja” compared to other micro financing. The method used is descriptive qualitative analysis with respondent 5 (five) Posdaya that move Powder Puja in Bogor. The results of interviews and observations obtained that the mechanism Puja Loose lending no more than Rp. 2 million to each member Posdaya, the presence of joint liability order, the activity of contiguity make Puja Powder into a program that is able to improve the welfare of the community. Community empowerment program in Posdaya make use of loan funds in accordance with the plans that have been prepared beforehand. The pattern of assistance undertaken include regular weekly meetings, direct assistance to the field, and training services needed by the community. The advantages of the system “Tabur Puja” is the empowerment approach towards customers. Posdaya approach to community empowerment through community building through four (4) pillars of development amongst communities have enormous benefits, particularly in improving the welfare of the construction.

Pengembangan Program Green-Posdaya Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pemberdayaan MasyarakatDevelopment of Green-Posdaya Programe to Improve the Quality of Community Empowerment

Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan program Green-Posdaya untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Program ini dilaksanakan di lima desa dalam wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor; yang mensinergikan antara program kuliah kerja profesi (KKP) mahasiswa IPB dengan program kemitraan melalui kegiatan CSR PT. Holcim. Pada tahun pertama telah terealisasi beberapa capaian kegiatan yang sifatnya masih rintisan dan pendampingan awal, yaitu pengembangan Green-Posdaya, peningkatan pengelolaan PAUD, dan penguatan lembaga keuangan mikro. Diharapkan pada kegiatan periode berikutnya, secara bertahap dapat dicapai kondisi kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera pada masyarakat setempat.

The purpose of this activity is to develop a Green-Posdaya programe to improve the quality of community empowerment, especially in the fields of economics, education, health and the environment. The program is implemented in five villages in the District Klapanunggal, Bogor Regency; whose synergy between professional course work (KKP) IPB student partnership programe through CSR activities of PT. Holcim. In the first year has been realized several achievements that are still pioneering activities and mentoring beginning, namely the development of Green-Posdaya, improved management of early childhood education, and strengthening microfinance institutions. It is expected that the activities of the next period, gradually achieved healthier living conditions and welfare of local communities.