Category Archives: CHRD

IPB Tempatkan Sarjana sebagai Manajer Stasiun Lapang Agro Kreatif

IMG_6295[1]

Stasiun Lapang Agro Kreatif IPB adalah salah satu program Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor
(LPPM) IPB dalam rangka membangun kemitraaan untuk kemandirian
masyarakat petani, serta mengoptimalkan peran IPB dalam mewujudkan
harapan kedaulatan pangan dengan cara menempatkan para sarjana lulusan
IPB. Langkah ini diharapkan dapat membantu dalam penyelesaian masalah
pertanian yang dialami masyarakat di berbagai daerah, bahkan
diharapkan akan meningkatkan perekonomian mayarakat secara signifikan.

Kegiatan pembekalan kepada calon manajer pendampingan stasiun lapang
ini dilakukan 7-11/10 di Agribusiness Development Station (ADS) IPB
di Desa Cikarawang, Darmaga, Bogor. “Kegiatan stasiun lapang agro
kreatif pada tahap pertama tahun 2014 ini, akan diberangkatkan 15
Manajer/Pendamping yang akan di tempatkan di 15 sentra produksi
pertanian yang tersebar di 9 kabupaten yaitu Bangli, Malang, Magelang,
Pekalongan, Tegal, Cilacap, Karawang, Muara Enim, Nunukan,” kata Ketua
Panitia pembekalan, Dr. Pudji Muljono. “Para manajer stasiun lapang
akan ditempatkan di sentra-sentra produksi pertanian selama tiga
bulan. Dalam waktu tersebut, para manajer diharapkan dapat mengenal,
mengidentifikasi, dan merumuskan alternatif solusi dalam meningkatkan
pendapatan petani dengan cara menaikkan produksi komoditas yang
diusahakan dalam kawasan tersebut”, kata Dr. Pudji.

Kepala LPPM IPB, Dr. Prastowo mengatakan, “Stasiun Lapang Agro Kreatif
IPB ini dimaksudkan untuk menghadirkan IPTEK IPB di sentra produksi
pertanian, sehingga dapat mendampingi masyarakat petani dalam suatu
kawasan atau sentra produksi pertanian, menuju sistem produksi
pertanian yang modern dan optimum melalui penerapan IPTEK IPB untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Lebih lanjut dikatakannya,
kegiatan Stasiun Lapang Agro Kreatif IPB ini didukung oleh 3 (tiga)
program lain yaitu: Klinik Pertanian Nusantara, IPB Cyber Extension,
dan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh mahasiswa IPB. “Hadirnya
para manajer stasiun lapang ini diharapkan dapat merajut berbagai
kegiatan atau berbagai program yang telah dilakukan oleh IPB selama
ini, untuk dapat berjalan lebih efektif, sehingga dapat memberikan
manfaat bagi masyarakat secara kongkrit,” tandas Dr. Prastowo.

Ditekankannya, tugas manajer Stasiun Lapang Agro Kreatif IPB 2014
diantaranya: mengenalkan kondisi wilayah (bio-fisik, sosial, budaya),
mengidentifikasi potensi agribisnis (on-farm, pengolahan, tata-niaga),
mengidentifikasi masalah pengembangan agribisnis, merumuskan
alternatif solusi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi
(product development), meningkatkan pendapatan petani, dan membangun
komunikasi yang efektif diantara masyarakat dengan IPB serta
memfasilitasi program pengabdian kepada masyarakat oleh IPB. “Jadi
berbuatlah dengan apa yang Anda punya. Masyarakat akan menilai atas
apa yang anda perbuat, bukan atas apa yang anda punya”.

Dalam pembekalan ini, para manajer lapang dibekali dengan berbagai
pengetahuan tentang pengembangan masyarakat, konsep pengembangan
wilayah, komunikasi dan negoisasi yang efektif, magang produksi dan
pemasaran, serta pembangkitan motivasi melalui training dan pemaparan
profil petani yang sukses. (AWL)

Rakortas (Rapat Koordinasi dan Konsultasi) Posdaya IPB dan Mitra

Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) merupakan suatu forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, informasi, edukasi dan sekaligus bisa dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi kekeluargaan secara terpadu. Penguatan fungsi-fungsi utama tersebut diharapkan memungkinkan setiap keluarga maki

posdaya berprestasi

Anugerah pemenang Lomba Posdaya

n mampu membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera, keluarga yang mandiri dan keluarga yang sanggup menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik. Dapat dikatakan bahwa Posdaya merupakan wahana pemberdayaan 8 fungsi keluarga secara terpadu, utamanya fungsi agama atau ketuhanan yang maha esa, fungsi budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi dan kesehatan, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi atau wirausaha dan fungsi lingkungan.

Posdaya adalah sebuah gerakan dengan ciri khas “bottom up program”, yang mengusung kemandirian, dan pemanfaatan sumberdaya serta potensi lokal sebagai sumber segala solusi.  Posdaya dikembangkan sebagai salah satu sarana meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang hanya bisa diharapkan melalui penguatan fungsi keluarga secara terpadu. Tujuan pembentukan posdaya adalah untuk menyegarkan modal sosial, seperti hidup bergotong-royong dalam masyarakat guna membantu pemberdayaan keluarga secara terpadu dan membangun keluarga bahagia dan sejahtera. Selain itu, posdaya juga ikut memelihara lembaga sosial kemasyarakatan yang terkecil, yaitu keluarga, agar dapat menjadi perekat sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan memiliki dinamika yang tinggi. Bahkan program posdaya itu diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada setiap keluarga untuk memberi atau menerima pembaharuan yang dapat dipergunakan dalam proses pembangunan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Posdaya yang telah ada perlu terus ditumbuhkembangkan agar menjadi Posdaya yang mandiri yang aktif sebagai pelaku dan membangun jaringan pemberdayaan serta mampu melahirkan posdaya-posdaya baru di wilayah sekitarnya. Salah satu media penumbuhkembangan dan peningkatan kualitas posdaya adalah RAKORTAS (Rapat Koordinasi dan Konsultasi) Posdaya wilayah Jawa Barat dan Lampung. RAKORTAS Posdaya bertujuan untuk: 1) memelihara dan menyebarkan semangat untuk pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya dari perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, (2) menumbuhkan semangat pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya di kalangan mahasiswa, akademisi, masyarakat, pemerintah, swasta dan LSM/Yayasan, 3) menumbuhkan gagasan-gagasan implementatif, komitmen dan kemitraan dalam Pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya, 4) mempertahankan dan meningkatkan semangat pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya, 5) menampung ide pemberdayaan masyarakat dari berbagai kalangan (masyarakat, pemerintah, swasta, dosen, mahasiswa maupun institusi lain) melalui Posdaya, 6) membangun jejaring pelaku pemberdayaan masyarakat melalui posdaya.

IPB merupakan koordinator wilayah (Korwil) Jawa Barat I dan Lampung program pengembangan SDM Melalui Posdaya, yang mengkoordinasikan 13 perguruan tinggi mitra pelaksanan, yaitu Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Pakuan Bogor, Universitas Djuanda Bogor, Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Suryakancana Cianjur, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Subang, Universitas Wiralodra Indramayu, Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, dan Sekolah Tinggi Perikanan Bogor.

Pelaksanaan RAKORTAS ini merupakan yang ke dua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2010. Tema yang di bawa pada Kegiatan ini adalah “Kebersamaan Menghadirkan Kemudahan”. diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan semakin meningkatkan kerjasama dan kebersamaan antar berbagai elemen yang ada.

RAKORTAS yang akan dibuka oleh Rektor IPB dan Wakil Wali Kota Bogor akan membahas capaian pemberdayaan Posdaya di wilayah Jawa Barat-Lampung dan gagasan pengembangan. Lebih lanjut Prof Haryono Suryono Ketua Yayasan Damandiri akan menyampaikan keynote speech tentang “Pemberdayaan akar rumput yang mencakup”. Rakortas juga menggelar sarasehan, diskusi terbuka tentang pemberdayaan masyarakat dengan menghadirkan BPMKB Kota Bogor, BP5K Kabupaten Bogor, Yayasan Damandiri, dan P2SDM IPB. Selain itu rakortas juga menyuguhkan training motivasi ekonomi dan sosial. RAKORTAS ini dihadiri oleh posdaya-posdaya sewilayah Korwil, mitra perguruan tinggi, pemda, mitra swasta, LSM, mahasiswa, dan lain-lain.

Lomba Posdaya berprestasi yang telah dilaksanakan sejak bulan juni 2014 di 12 perguruan tinggi mitra IPB akan diumumkan pada hari ini. Dari 2000 Posdaya di korwil Jawa Barat I dan Lampung, terdapat 61 Posdaya berprestasi di tingkat perguruan tinggi dan 10 Posdaya berprestasi di tingkat korwil.

Saat ini di ndonesia ada kurang lebih 35 ribu posdaya yang dikembangkan oleh 200 Perguruan Tinggi bersama-sama dengan Pemda masing-masing. Keberhasilan posdaya diukur dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat dalam setiap kegiatannya. Dalam jangka panjang posdaya diharapkan dapat membantu pemerintah mengurangi tingkat kemiskinan di suatu wilayah.

Kegiatan riil posdaya di lapangan antara lain: 1) Bidang Pendidikan (PAUD, Pustaka Warga, Kejarpaket, TPA, Majlis ta’lim), 2) Bidang Kesehatan (Posyandu, Posbindu Lansia, BKB, Kespro, Kelas gizi) 3) Bidang Ekonomi (LKM, Koperasi, pengembangan UKM), 4) Bidang Lingkungan (Kebun bergizi, pengolahan sampah, biopori, rumah sehat.

OST Ke-68 di Posdaya Kenanga dan Menteng Berkarya

Pada hari Rabu 25 Agustus 2014 yang lalu, Posdaya Mitra P2SDM LPPM IPB yaitu Posdaya Kenanga Kelurahan Situgede dan Posdaya Menteng Berkarya Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor dikunjungi oleh pembina dan penggiat posdaya dari unsur SKPD, Perguruan Tinggi, Yayasan, PWRI, yang berasal dari daerah Banten, Jawa Barat, Solo, Pinrang, Ternate dan Tidore. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengamatan posdaya secara langsung di masyarakat.

Objek kunjungan merupakan 4 bidang kegiatan posdaya yang ada di wilayah posdaya masing-masing. Empat bidang kegiatan tersebut yaitu bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Bidang pendidikan bertujuan untuk tercapainya pendidikan yang berkarakter dan berwawasan lingkungan. Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan. Program dari bidang ekonomi di harapkan dapat menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera secara ekonomi. Dan Program dari bidang lingkungan di harapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, indah dan nyaman.

OST Ke-67 di Posdaya Eka Mandiri

Peserta Rumah Pintar Posdaya Eka Mandiri

Peserta OST Posdaya sedang meninjau Rumah Pintar Posdaya Eka Mandiri Participants OST Posdaya Smart House is reviewing Posdaya Eka Mandiri

Pada hari Rabu 25 Juni 2014 yang lalu, Posdaya Mitra P2SDM LPPM IPB yaitu Posdaya Eka Mandiri dikunjungi oleh pembina posdaya dari koordinator wilayah Sumatera Barat, Jawa Barat I dan Lampung, Jawa Tengah IV, dan LPPM STIAMI Jakarta. Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan pengamatan posdaya secara langsung di masyarakat. Posdaya Eka Mandiri berada Kp. Sinagar RT.01/ RW 06, Desa Cihideung Udik, Kec. Ciampea, Kab. Bogor. Kegiatan posdaya yang ada di Posdaya Eka Mandiri meliputi kegiatan Bidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan dan Ekonomi. Posdaya Eka Mandiri dibentuk oleh mahasiswa IPB melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya pada Tahun 2009, dan baru di terbitkan SK pada tahun 2010 dengan Nomor : 141/21/11.kpts-kades/2010. On the day Wednesday, June 25, 2014 ago, Posdaya Partner P2SDM LPPM IPB is Posdaya Eka Mandiri Posdaya visited by coaches from the coordinator of West Sumatra, West Java I and Lampung, Central Java, IV, and LPPM STIAMI Jakarta. This visit is a series of observations Posdaya directly in the community. Posdaya Eka Mandiri are Kp. Sinagar RT.01 / RW 06, Desa Cihideung Udik, district. Ciampea, Kab. Bogor. Posdaya existing activities in Posdaya Eka Mandiri activities include Education, Health, Environment and Economy. Posdaya Eka Mandiri was formed by IPB students through the activities of Field Work Experience Thematic Posdaya in 2009, and a new decree was published in 2010 by the Numbers: 141/21/11.kpts-kades/2010.

Pendampingan Program Taburpuja di Posdaya Lingkar Kampus IPBAssistance Program in Posdaya Taburpuja IPB Campus Ring

ASSISTANCE PROGRAM TABURPUJA RING ON CAMPUS IPB POSDAYA

By Warcito

The launch program of savings and credit prosperous purse (TABURPUJA) unsecured loans began in July 2011 conducted by the Cooperative sudara Indra (Sub). The idea was initiated by Prof. Taburpuja. Dr.. Haryono Suyono Foundation Chairman Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Participants Taburpuja each household received unsecured loans with a flat rate of 18% per year is Rp. 2 million as additional business capital. Returns the interest rate of 2% for each group is given by the Cooperative sudara Posdaya Indra, with the aim that can be collected as as the bailout. Businesses that are members of this group Posdaya well developed as seen from NPLnya 0 (no late pays). Advantages of joint responsibility, which no bailouts of groups that can be used to cover the first installment of a member who may be a little difficult to meet due dates. As an illustration, the program Taburpuja in Bogor has been conducted on five (5) Posdaya, namely Posdaya Together (village Lightning), Posdaya Hope Forward (village Sukadamai), Posdaya Gugahsari (Village Margajaya), Posdaya Welfare (Village Bubulak) and Posdaya Kenanga (Village Situgede). Realization of loans per January 8, 2014, the Joint Posdaya Lightning village district. DRAMAGA Rp 500.8 million (scroll 1 2 and 3), Posdaya Hope Forward Sukadami village district. DRAMAGA Rp 724 million (scroll 1 2 and 3), Posdaya Gugahsari Ex. Margajaya West Bogor Rp. 351,000,000 (scroll 1 and 2), Posdaya Prosperous Ex. Bubulak West Bogor Rp. 204,000,000 (scroll 1 and 2) and Posdaya Situgede Boxwood Village West Bogor Rp. 358 million (scroll 1 and 2).

PENDAMPINGAN PROGRAM TABURPUJA DI POSDAYA LINGKAR KAMPUS IPB

Oleh Warcito

Peluncuran Program tabungan dan kredit pundi sejahtera (TABURPUJA) kredit tanpa agunan dimulai sejak bulan Juli 2011 yang dilakukan oleh Koperasi Sudara Indra (Sudin). Gagasan Taburpuja diinisiasi oleh Prof. Dr. Haryono Suyono Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Peserta Taburpuja masing-masing KK mendapat pinjaman tanpa agunan dengan bunga flat 18% pertahun sebesar Rp. 2 juta sebagai tambahan permodalan usaha. Pengembalian suku bunga 2% kepada masing-masing kelompok Posdaya diberikan oleh Koperasi Sudara Indra, dengan tujuan agar dapat dikumpulkan sebagai sebagai dana talangan tersebut. Usaha yang tergabung dalam kelompok Posdaya ini berkembang baik hal ini terlihat dari NPLnya 0 (Tidak ada yang terlambat membayar). Keuntungan dari sistem tanggung renteng, dimana ada dana talangan dari kelompok yang dapat dipakai untuk menutupi dulu cicilan dari anggota yang mungkin agak kesulitan memenuhi tanggal jatuh tempo. Sebagai ilustrasi, program Taburpuja di Bogor telah dilaksankan pada lima (5) posdaya, yaitu posdaya Bersama (desa Petir), Posdaya Harapan Maju (desa Sukadamai), Posdaya Gugahsari (Kelurahan Margajaya), Posdaya Sejahtera (Kelurahan Bubulak) dan Posdaya Kenanga (Kelurahan Situgede). Realisasi pinjaman per 8 Januari 2014, Posdaya Bersama desa Petir kec. Dramaga Rp 500.800.000 (guliran 1 2 dan 3), Posdaya Harapan Maju desa Sukadami Kec. Dramaga Rp 724.000.000 (guliran 1 2 dan 3), Posdaya Gugahsari Kel. Margajaya Bogor Barat Rp. 351.000.000 (guliran 1 dan 2), Posdaya Sejahtera Kel. Bubulak Bogor Barat Rp. 204.000.000 (guliran 1 dan 2) dan Posdaya Kenanga Kelurahan Situgede Bogor Barat Rp. 358.000.000 (guliran 1 dan 2).