Pengembangan Program Green-Posdaya Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pemberdayaan MasyarakatDevelopment of Green-Posdaya Programe to Improve the Quality of Community Empowerment

Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan program Green-Posdaya untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Program ini dilaksanakan di lima desa dalam wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor; yang mensinergikan antara program kuliah kerja profesi (KKP) mahasiswa IPB dengan program kemitraan melalui kegiatan CSR PT. Holcim. Pada tahun pertama telah terealisasi beberapa capaian kegiatan yang sifatnya masih rintisan dan pendampingan awal, yaitu pengembangan Green-Posdaya, peningkatan pengelolaan PAUD, dan penguatan lembaga keuangan mikro. Diharapkan pada kegiatan periode berikutnya, secara bertahap dapat dicapai kondisi kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera pada masyarakat setempat.

The purpose of this activity is to develop a Green-Posdaya programe to improve the quality of community empowerment, especially in the fields of economics, education, health and the environment. The program is implemented in five villages in the District Klapanunggal, Bogor Regency; whose synergy between professional course work (KKP) IPB student partnership programe through CSR activities of PT. Holcim. In the first year has been realized several achievements that are still pioneering activities and mentoring beginning, namely the development of Green-Posdaya, improved management of early childhood education, and strengthening microfinance institutions. It is expected that the activities of the next period, gradually achieved healthier living conditions and welfare of local communities.

    Pada saat ini negara kita masih menghadapi berbagai permasalahan pembangunan antara lain berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang masih diliputi beragam kesulitan dan keterbatasan. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Dalam hal ini, program pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah program utama yang perlu dilakukan oleh seluruh wilayah tanah air terutama pada daerah-daerah yang masih menghadapi permasalahan pembangunan tersebut.
    Healthy Living Condition (HLC) merupakan suatu konsep yang mendambakan kondisi kehidupan sosial yang seimbang pada tingkat individu, keluarga, komunitas dan lingkungannya. Pada tingkat individu HLC dicapai melalui peningkatan kecerdasaan dan penguasan IPTEKS, perilaku hidup yang sehat jasmani dan rohani, yang didukung dengan tingkat pendapatan yang memadai. Pada tingkat keluarga ditandai dengan kehidupan keluarga yang harmonis, pembagian kerja dan peran yang jelas, dan adanya sandaran ekonomi utama yang mencerminkan status sosial kepala rumahtangga. Pada tingkat komunitas, ditandai adanya kebersamaan daam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh anggota dan komunitas secara keseluruhan, adanya tolong menolong dan gotong royong, serta adanya konsolidasi usaha ekonomi pada tingkat komunitas, seperti kelompok usaha atau koperasi. Kehidupan yang sehat pada tingkat individu, keluarga dan komunitas harus didukung dengan lingkungan alam yang sehat dan produktif. Dengan demikian untuk mencapai Healthy Living Condition memerlukan pengorganisasian sumberdaya individu, keluarga dan komunitas melalui sebuah institusi yang kuat.
    Green-Posdaya merupakan wadah dimana keluarga dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya umumnya lemah bersatu untuk melahirkan gagasan dan mengorganisasikan potensi yang ada untuk secara bersama-sama mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh masing-masing keluarga dan masalah bersama pada tingkat komunitas. Dalam Green-Posdaya, keluarga yang lebih mampu, dengan dampingan para sukarelawan, diharapkan dapat membantu keluarga yang membutuhkan, dengan bantuan berupa tenaga, dana dan pemikiran. Dalam melaksanakan fungsinya, Green-Posdaya merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dan anggotanya untuk melaksanakannya dan mendapatkan manfaat dari padanya. Lembaga Green-Posdaya, membangun kehidupan sosial yang sehat, dengan memberikan peningkatan kemampuan kapasitas individu, kapasitas keluarga dan kapasitas organisasi tingkat komunitas untuk mengelola sumberdaya sekitar menjadi lebih berdaya guna. Atau dengan kata lain, kegiatan tersebut dilaksanakan atas dasar kemampuan dan keswadayaan masyarakat dengan dukungan kemitraan pada berbagai level dalam rangka mencapai keluarga berdaya dan sejahtera.
    Berdasarkan pemahaman tersebut, gagasan HLC sejalan dengan kehendak mengembangkan Green-Posdaya. Green-Posdaya adalah kendaraan untuk mencapai cita-cita HLC. Gagasan Green-Posdaya membangun dua nilai pokok. Pertama, membangun nilai-nilai baru dari dalam masyarakat berupa gagasan-gagasan orisinil untuk menjaga keseimbangan pemenuhan kebutuhan sosial, ekonomi, budaya dan religius dengan menjadikan sumberdaya lokal sebagai basisnya. Kedua, membangun nilai-nilai dan perilaku hidup yang menghargai, meningkatkan daya guna dan mengembangkan inovasi bagi pelestarian lingkungan hidup yang sehat dan dari padanya kebutuhan sosial, ekonomi, budaya dan religious dapat dipenuhi.
    PT. Holcim sebagai mitra program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Klapanunggal telah meletakan dasar-dasar kebersamaan dalam masyarakat melalui kelompok-kelompok mitra di 9 (sembilan) desa mitra program CSR. Aktivitas pemberdayaan dan bantuan kepada masyarakat di bidang ekonomi, sosial budaya, kesehatan dan kelembagaan lainnya telah dilakukan. Semuanya digerakkan oleh nilai perilaku bisnis, praktik kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, keterlibatan masyarakat, pelanggan dan pemasok hubungan, dan pemantauan dan pelaporan kinerja untuk mencapai kondisi kehidupan yang sehat (Healthy Living Condition). Situasi lingkungan sosial juga tergolong kondusif untuk pengembangan program CSR menjadi lebih berdaya guna, baik bagi perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
    Upaya yang telah dirintis oleh PT. Holcim perlu terus dikembangkan dengan menggunakan kekuatan yang ada pada kelompok dengan memperhatikan potensi mitra di luar kelompok binaan. Hal itu diyakini akan dapat memberikan daya ungkit untuk mempercepat pencapaian nilai tambah dan pembentukan citra kelompok mitra CSR sebagai institusi unggulan.
    Green-Posdaya terutama mengandalkan niat kuat semua elemen masyarakat untuk maju bersama. Green-Posdaya tidak membawa bantuan uang, bantuan barang, tetapi Green-Posdaya mengusung dan mengembangkan ide dari dalam masyarakat. Sukses tidaknya Green-Posdaya ditentukan oleh kemauan masyarakat untuk maju, bukan oleh besar kecilnya dana atau banyak sedikitnya inventaris barang. Dengan demikian, filosofi kerja pengurus atau Tim Kerja Green-Posdaya pun sifatnya adalah sukarela.
    Pembangunan ekonomi yang akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi perlu melibatkan partisipasi masyarakat agar pembangunan yang dilakukan seimbang dan mencapai sasaran. Pembangunan ekonomi harus diimbangi dengan peningkatan partisipasi sosial. Sosial advokasi juga perlu dilakukan agar komitmen pembangunan lebih kuat (Suyono, 2007).
    Posdaya adalah forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, informasi, edukasi dan sekaligus bisa dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi kekeluargaan secara terpadu. Penguatan fungsi-fungsi utama tersebut diharapkan memungkinkan setiap keluarga makin mampu membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera, keluarga yang mandiri dan keluarga yang sanggup menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik (Suyono dan Haryanto, 2009). Posdaya merupakan gagasan baru guna menyambut anjuran pemerintah untuk membangun sumberdaya manusia melalui partisipasi keluarga secara aktif. Proses pemberdayaan itu diprioritaskan pada peningkatan kemampuan keluarga untuk bekerja keras mengentaskan kebodohan, kemalasan dan kemiskinan dalam arti yang luas. Sasaran kegiatan yang dituju adalah terselenggarakannya upaya bersama agar setiap keluarga mempunyai kemampuan melaksanakan delapan fungsi keluarga.
    Pengembangan Posdaya ditujukan untuk mencapai hal-hal sebagai berikut: (a) Dihidupkannya dukungan sosial budaya atau social capital seperti hidup gotong royong dalam masyarakat untuk menolong keluarga lain, membantu pemberdayaan secara terpadu atau bersama-sama memecahkan masalah kehidupan yang komplek, melalui wadah atau forum yang memberi kesempatan para keluarga untuk saling asah, asih, dan asuh, dalam memenuhi kebutuhan membangun keluarga bahagia dan sejahtera; (b) Terpeliharanya infrastruktur sosial kemasyarakatan yang terkecil dan solid, yaitu keluarga, yang dapat menjadi perekat atau kohesi sosial, sehingga tercipta suatu kehidupan yang rukun, damai dan memiliki dinamika yang tinggi; (c) Terbentuknya lembaga sosial dengan keanggotaan dan partisipasi keluarga di desa atau kelurahan yang dinamis dan menjadi wadah atau wahana partisipasi sosial, di mana para keluarga dapat memberi dan menerima pembaharuan yang dapat membantu proses pembangunan kehidupan keluarga dengan mulus dan sejuk (Muljono dkk, 2009).
    Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang/kelompok/ masyarakat yang rentan dan lemah, sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan dalam: a) memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan (freedom), dalam arti bukan saja bebas mengemukakan pendapat, melainkan bebas dari kelaparan, kebodohan dan kesakitan, b) menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan, c) berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka (Suharto, 2005).
Ciri-ciri masyarakat yang telah berdaya menurut Sumarjo dkk (2004) adalah sebagai berikut : a) mampu memahami diri dan potensinya, b) mampu merencana-kan (mengantisipasi kondisi perubahan ke depan) dan mengarahkan dirinya sendiri, c) memiliki kekuatan untuk berunding dan bekerjasama secara saling menguntungkan dengan ”bargaining power” yang memadai, d) bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

Artikel-hibah KKN-pudji muljono dkk

At this time our country still faces many problems, among others, relating to the development of social, economic and cultural diverse society that is still filled with difficulties and limitations. Therefore, it is necessary to undertake community empowerment programs. Community empowerment aims to improve the welfare and independence of the community. In this case, the community empowerment program is a major program that needs to be done by all regions of the country, especially in areas that still face the problem of development.
Healthy Living Condition (HLC) is a concept that crave a balanced social life conditions at the level of individuals, families, communities and the environment. At the individual level HLC achieved through increased intelligence and mastery of science and technology, behavior that is physically and mentally healthy, which is supported by an adequate level of income. At the family level is characterized by a harmonious family life, the division of labor and roles are clear, and the absence of major economic backrest that reflect the social status of the household head. At the community level, characterized by togetherness daam overcome the problems faced by members and the community as a whole, the existence of mutual help and mutual support, as well as the consolidation of economic enterprises at the community level, such as business groups or cooperatives. Healthy life at the individual, family and community must be supported by a healthy natural environment and productive. Thus to achieve Healthy Living Condition requires organizing the resources of individuals, families and communities through a strong institution.
Green-Posdaya is a place where families with socio-economic and cultural conditions are generally weak unite to bring forth ideas and organizing potential that exists to jointly address the problems faced by each family and joint problems at the community level. In the Green-Posdaya, families are better able, with the assistance of volunteers, is expected to help families in need, with the aid of power, money and ideas. In performing its functions, the Green-Posdaya designing activities that suit the needs and ability of the community and its members to implement and benefit from it. Green-Posdaya institutions, building a healthy social life, by giving upgrading the capacity of individuals, families and the capacity of community-level organizational capacity to manage resources about becoming more efficient. Or in other words, the activities carried out on the basis of ability and self-sufficiency with the support of the community partnerships at various levels in order to achieve a powerful and prosperous family.
Based on this insight, the idea HLC will develop in line with the Green-Posdaya. Green-Posdaya is a vehicle to achieve the ideals of HLC. The idea of ​​the Green-Posdaya build two principal amount. First, build the new values ​​of the society in the form of original ideas to balance the fulfillment of social, economic, cultural and religious by making local resources as its base. Second, establish the values ​​and behavior that respects life, improve efficiency and develop innovations for the preservation of a healthy environment and the needs of her social, economic, cultural and religious can be met.
PT. Holcim as a partner community development programs in the District Klapanunggal had laid the foundations of togetherness in the community through partner groups in the 9 (nine) village CSR program partners. Empowerment activities and assistance to the community in the areas of economic, social, cultural, health and other institutions have done. Everything is driven by the behavior of the value of the business, working practices, health and safety, community involvement, customer and supplier relationships, and monitoring and reporting on performance to achieve healthy living conditions (Healthy Living Condition). The situation is also quite a social environment conducive to the development of CSR programs become more efficient, both for companies, communities, local governments and universities.
Efforts have been initiated by PT. Holcim should be developed by using the power of the group to the attention of potential partners outside the target group. It was believed to be able to provide leverage to accelerate the achievement of value-added partners and image formation group CSR as an institution of excellence.
Green-Posdaya particularly strong intention to rely on all elements of the community to move forward together. Green-Posdaya not carry cash assistance, relief goods, but Green-Posdaya carry and develop ideas from the community. Green-Posdaya Success or failure is determined by the willingness of the community to move forward, rather than by the size of the fund or the extent of inventory items. Thus, the working philosophy of the board or the Working Team Green-Posdaya any nature is voluntary.
Economic development that will generate economic growth needs to involve the participation of the community to do a balanced development and achieving goals. Economic development must be matched by an increase in social participation. Social advocacy is also necessary to ensure the development of a stronger commitment (Suyono, 2007).
Posdaya is a forum for gathering, advocacy, communication, information, education and time can be developed into a strengthening of the coordination of activities of family functions in an integrated manner. Strengthening primary functions are expected to allow any more families were able to build itself into a prosperous family, independent families and families who can face the challenges of the future with a better (Suyono and Haryanto, 2009). Posdaya a new idea to welcome the government’s recommendation to build human resources through active participation of the family. The empowerment process priority on improving the family ‘s ability to work hard to eradicate ignorance, laziness and poverty in the broadest sense. The target of the program is a joint effort terselenggarakannya so that each family has the ability to carry out the function of a family of eight.
Posdaya development intended to accomplish the following : (a) social support turned on a cultural or social capital such as mutual cooperation in public life to helping other families, helping empowerment in an integrated or jointly solve the complex problems of life, through the container or forum which gives the family the opportunity for mutual sharpening, compassion, and foster, in meeting the needs of the family build a happy and prosperous; (b) The maintenance of social infrastructure and solid smallest, namely the family, which can be adhesive or social cohesion, so as to create a life that is harmonious, peaceful and has high dynamics; (c) The formation of social institutions with the membership and participation of families in rural or urban dynamic and into a container or vehicle for social participation, where the family can give and receive an update that can help the development of family life with smooth and cool (Muljono et al, 2009).
Empowerment refers to the ability of the person / group / community is vulnerable and weak, so that they have the power or the ability to : a) meet the basic needs so that they have freedom (freedom), in the sense not only free expression, but freedom from hunger, ignorance and pain, b) reach the productive resources that enable them to increase revenue and acquire goods and services they need, c) participate in the development process and the decisions that affect them (Suharto, 2005).
The characteristics of the people who have been empowered by Sumarjo et al (2004) are as follows : a) able to understand themselves and their potential, b) is able to plan the (anticipate future changes) and direct himself, c) has the power to negotiate and collaboration is mutually beneficial to the ” bargaining power ” adequate, d) be responsible for his own actions.

Artikel-hibah KKN-pudji muljono dkk

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Captcha *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>