Strengthening Posdaya Ring in the 17 Village CampusPenguatan Posdaya di 17 Desa Lingkar Kampus

PENGUATAN POSDAYA DI 17 DESA LINGKAR KAMPUS

Kondisi Umum
Kondisi dan perkembangan forum posdaya lingkar kampus ini dapat dilihat dari empat program, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Selain itu, penjelasan kondisi umum ini dijelaskan dengan aspek lingkungan sosial ekonomi, aspek organisasi dan kepengurusan, aspek perkembangan Posdaya dan aspek dinamika pengorganisasian dan perkembangan kegiatannya.

a. Aspek Lingkungan Sosial Ekonomi
Posdaya terbentuk dalam lingkungan masyarakat yang  dalam banyak hal sudah “melek”  informasi tentang program-program pemberdayaan dibidang ekonomi, informasi tentang kesehatan melalui lembaga-lembaga kesehatan masyarakat setempat, informasi tentang aktivitas lingkungan baik tanaman pekarangan dan pembuatan kompos maupun informasi dan praktek di bidang pendidikan khususnya PAUD.  Permasalahan utamanya adalah keterbatasan akses masyarakat dalam kelembagaan tersebut. Tetapi sejauh ini bidang kesehatan tersebut dimaknai kesehatan ibu dan anak, posyandu dan gizi;  bidang pendidikan dimaknai sebagai PAUD,  bidang ekonomi dimaknai sebagai Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan bidang lingkungan dimaknai sebagai pelembagaan pupuk organik atau penataan lingkungan pekarangan atau pengembangan TOGA dan kebun bergizi, maka keseluruhannya telah menjadi gerakan pembangunan sebelumnya.

STRENGTHENING POSDAYA RING IN THE 17 VILLAGE CAMPUS

General conditions
Conditions and developments Posdaya forums around campus can be seen from the four programs , namely education , health , economy and environment . In addition , an explanation of this common condition is explained by socio-economic aspects of environmental , organizational and management aspects , developmental aspects Posdaya and dynamic aspects of organizing and development activities.

a. Environmental Socio-Economic Aspects
Posdaya formed in a society that is in many ways already “aware ” of information about the programs in the field of economic empowerment , health information through the institutions of local public health , information about environmental activities both garden plants and composting as well as information and practice in the field of education especially early childhood . The main problem is the lack of public access to the institution . But so far are signified health maternal and child health , health posts and nutrition ; interpreted as early childhood education , economics interpreted as Micro and Small Enterprises ( MSEs ) , Micro Finance Institutions ( MFIs ) and environmental fields interpreted as an organic fertilizer or institutionalize the arrangement TOGA yard or development environment and nutritious garden , it has become a movement of the whole previous development.

b. Organisasi dan Kepengurusan
Sebagai kelompok masyarakat sekitar perkotaan dan industri,  maka pengetahuan masyarakat tentang kepengurusan sudah cukup baik, karena dalam setiap masyarakat kompleks telah berkembang berbagai bentuk oganisasi formal maupun informal.  Karena itu para pengurus posdaya, tak bisa dihindari adalah  berasal dari kader-kader pembangunan yang sudah ada sebelumnya. Hampir seluruh pengurus posdaya adalah tokoh-tokoh kader pembangunan, baik  sebagai kader dari lembaga-lembaga yang dibentuk melalui program pihak atas desa, seperti kader PKK, kader Posyandu, kader PAUD, kader kelompok tani; dan ada juga Ketua RT atau Ketua RW, dan ada juga dari pengelola Yayasan atau kelompok-kelompok sosial lainnya.
Gambaran singkat perkembangan kepengurusan Posdaya sebagai berikut:

  1. Posdaya Harapan Maju, dikoordinatori oleh pemuda yang aktif di RW 6 Kampung Kahuripan Desa Sukadamai. Setelah adanya posdaya, RW 6 memiliki kegiatan yang baru dan mendapat dukungan dari warganya, yaitu  Lembaga Keuangan MIkro (LKM). Selain LKM, PAUD juga menjadi kelompok sasaran posdaya harapan maju. Aktivitas posdaya semakin semarak setelah mendapat kunjungan OST (Observation Study Tour) dari kabupaten lain. Namun kegiatan posdaya yang sudah dianggap cukup maju oleh warga RW 6, dianggap pesaing oleh pihak desa. Sehingga pernah mendapat teguran dari desa. Hal ini dapat diatasi dengan keterlibatan IPB sebagai fasilitator diantara kesalahpaham tersebut.
  2. Posdaya Fajar Harapan, dikelola oleh sekelompok tokoh desa yang cukup progresif. Kebersamaan diantara mereka ditunjukkan dengan pengembangan TOGA, dengan menggunakan lahan salah seorang warga. Lahan tersebut kemudian dikelola atas nama kelompok, tetapi dijalankan oleh orang tertentu. Didesa ini juga terdapat aktivitas pengembangan tanaman pekarangan oleh organisasi profesi SAMI SAENA, Fakultas Ekologi Manusia IPB. Sementara aktivitas usaha ekonomi, pendidikan dan kesehatan  berupa kegiatan-kegiatan rutin.
  3. Posdaya Tunas Harapan, kegiatan usaha yang digeluti kader posdaya diantaranya ternak kelinci, budidaya ikan, beternak domba. Kegiatan pendidikan seperti TPA, dan madrasah ada di RW ini. Kesehatan bergerak pada kegiatan balita saja, kegiatan lansia belum diaktifkan dan kegiatan lingkungan difokuskan pada kegiatan kompos.
  4. Posdaya Mandiri Terpadu, dikelola secara kolektif oleh beberapa tokoh masyarakat, yang dilengkapi dengan fasilitas ruang majelis.  Kelompok ini sering mendapatkan kunjungan OST. Kekuatan utama pada posdaya ini adalah penyerahan aset kalangan elit penggerak posdaya untuk dikerjasamakan untuk budidaya pertanian terpadu. Jadi keberlangsungan posdaya ini terjadi karena didukung oleh tokoh-tokoh elit desa dalam kerangka bisnis. Posdaya ini menjadi semakin besar karena seringnya para tamu mengunjungi Posdaya ini.
  5. Posdaya Baraya
    Kegiatan Posdaya bidang ekonomi mengarah pada pengembangan pola usaha (kelembagaan usaha), pengembangan pola pembiayaan (LKM, unit simpan pinjam koperasi), pengembangan teknis dan manajemen usaha (manisan pala, sirup pala, dodol pala, manisan papaya, kripik jamur tiram, kerudung payet, dll). Selain bidang ekonomi, ada juga kegiatan di bidang kesehatan (penguatan posyandu dan posbindu), bidang pendidikan (PAUD, pengembangan pustaka warga, kejar paket A, B dan C), dan bidang lingkungan (pengelolaan sampah melalui kompos, gerakan lingkungan bersih dan kebun bergizi)Sirop pala dan dodol pala merupakan salah satu produk unggulan dari anggota Posdaya Baraya.
  6. Posdaya Sauyunan
    Kegiatan awal yang digerakkan adalah melanjutkan dan meningkatkan kegiatan Posyandu, dan dilanjutkan dengan penumbuhan kegiatan baru, yaitu Posbindu Lansia. Lansia saat ini aktif dalam berbagai aktifitas yang bernilai ekonomi misalnya pengolahan limbah plastik menjadi kerajinan yang telah mampu menambah pendapatan keluarga. Bidang pendidikan mengembangkan kegiatan PAUD dan menggalakkan majelis ta’lim. Bidang lingkungan mengupayakan pengolahan kotoran ternak menjadi kompos, dan pengolahan daur ulang limbah menjadi kerajinan. Sedangkan program ekonomi tumbuh cukup kreatif melalui kegiatan KWT misalnya ternak domba, pembuatan telor asin, pengolahan produk pertanian menjadi makanan khas tradisional, dan juga keripik singkong.
  7. Posdaya Sabilulungan
    Kegiatan usaha kripik singkong dan budidaya domba menjadi kegiatan andalan posdaya sabilulungan. Selain kegiatan itu, posdaya membangun komunikasi dengan kelompok tani, KWT dan pemuda karang taruna. LKM, Posyandu, PAUD dan kegiatan komposting berupakan kegiatan yang diwadahi oleh posdaya sabilulungan.
  8. Posdaya Mekarsari
    Kegiatan Posdaya Mekarsari meliputi bidang pendidikan (PAUD, Taman Bacaan, dll), bidang Kesehatan (Posyandu dan Posbindu), bidang lingkungan (penanganan sampah), dan bidang ekonomi.  Khusus di bidang ekonomi, Posdaya Mekarsari telah berhasil menggerakkan masyarakat untuk mengelola Setu Tengah yang tadinya terbengkalai menjadi sebuah kolam ikan yang besar, bisa untuk memancing dan bernilai ekonomi tinggi.  Jahe dan bandrek instant juga menjadi andalan dari posdaya mekarsari ini.
  9. Posdaya Bersama
    Kegiatan diawali dengan kegiatan posyandu, kemudian ke bidang ekonomi kripik ubi jalar, budidaya lele dan ikan gurame, serta budidaya ubi jalar. Bidang pendidikan meliputi kegiatan pengajian pemuda, TPA, Madrasah dan PAUD. Bidang lingkungan diarahkan pada kegiatan kebun bergizi dan pengolahan sampah rumahtangga.
  10. Posdaya Geulis Bager
    Posdaya Geulis Bager sangat menonjol di bidang lingkungan, dengan kegiatannya berupa penanggulangan sampah rumah tangga menjadi kompos, mengolah sampah/limbah plastik menjadi tas/kerajinan tangan, menggerakkan kerja bhakti kebersihan (gerakan lingkungan sehat untuk menanggulangi DBD). Saat ini, gerakan bidang lingkungan ini di beri nama BANK SAMPAH, dimana warga yang menjadi anggota/peserta bank sampah mengumpulkan sampah rumah tangga yang telah di pisahkan antara sampah organic dan non organic (plastik), kemudian disetorkan ke bank sampah untuk diolah menjadi kompos (dari sampah organik) dan bahan kerajinan (sampah non organik), sebagai “reward” peserta bank sampah dapat berobat gratis ke puskesmas dimana Posdaya telah menjalin kerjasama dengan Puskesmas tersebut.
    Adapun produk unggulan dari anggota Posdaya Geulis Bager adalah aneka tas dari/berbahan baku limbah/sampah plastik. Produk ini merupakan hasil kerajinan tangan dan kreatifitas tangan trampil warga desa babakan.
  11. Posdaya semaimulya
    Bidang pendidikan meliputi penyelenggaraan PAUD, pelatihan kader PAUD, perpustakaan warga dan pendidikan remaja. Bidang kesehatan menyelenggarakan Posyandu dan Posbindu lansia. Bidang ekonomi meliputi budidaya kelinci, domba, dan lele, sedangkan bidang lingkungan diupayakan oleh masyarakat dengan menanam tanaman obat keluarga, pengolahan limbah plastik sebagai bahan kerajinan dan pengumpulan limbah untuk dijual sebagai barang rongsokan.
  12. Posdaya ekamandiri
    Kegiatan awal yang digerakkan adalah melanjutkan dan meningkatkan kualitas PAUD melalui pelatihan tutor PAUD. Selanjutnya pengembangan ekonomi diupayakan dalam berbagai program, baik yang telah lama digeluti oleh masyarakat seperti ternak domba, pengolahan arang batok, budidaya ikan maupun yang baru ditumbuhkan oleh masyarakat seperti budidaya ayam dan pengembangan LKM (lembaga keuangan mikro). Bidang kesehatan nenyemarakkan kembali posyandu dan menambah layanan baru dengan adanya Posbindu Lansia.
  13. Posdaya suburmakmur
    Kegiatan awal yang digerakkan adalah melanjutkan dan meningkatkan kegiatan Posyandu serta menumbuhkan Posbindu Lansia. Bidang pendidikan mengembangkan kegiatan PAUD. Bidang lingkungan mengupayakan pengelolaan sampah dan penampungan yang lebih baik. Kegiatan ekonomi telah dikembangkan seperti ternak domba, budidaya lele dan LKM.
  14. Posdaya benteng harapan
    Bidang pendidikan telah mampu menyediakan sarana pendidikan PAUD secara swadaya, dan telah menjalin komunikasi pula dengan Himpaudi kecamatan. Bidang ekonomi telah menggerakkan beberapa aktivitas ekonomi masyarakat antara lain usaha deblo garing yang mampu menambah value added dengan mengolah hasil produk pertanian lokal, ternak domba, dan LKM. Bidang lingkungan dilakukan dengan mengkoleksi tanaman obat keluarga yang banyak tumbuh di wilayah Gunung leutik.
  15. Posdaya kenanga
    Kegiatan yang dikembangkan beragam mulai dari kegiatan desa wisata lingkar kampus, kuliner jamur, dodol talas, krupuk talas. Kegiatan vertikultur, kebun bergizi, toga dan posyandu serta PAUD. LKM bekerjasama dengan Koperasi Sudara Indra untuk kegiatan simpan pinjam dengan anggota 150 nasabah.
  16. Posdaya permata
    Kegiatan diawali dengan PAUD dan majelis ta’lim. Kegiatan kesehatan dilakukan dengan kader posyandu, bidang ekonomi mengembangkan budidaya ikan gurame dan ikan lele, vertikultur dan pengolahan plastik.
  17. Posdaya gugahsari
    Posdaya memfokuskan pada bidang ekonomi, karena kegiatan kesehatan, pendidikan dan lingkungan telah dilakukan dengan baik. Bidang ekonomi yang saat ini berjalan adalah LKM taburpuja dengan nasabah 120 orang.

Pelatihan Kompetensi Pengurus Forum Posdaya
Kegiatan pelatihan kader forum posdaya lingkar kampus dimaksudkan agar kader memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baik dalam pengambilan keputusan di lapangan. Kegiatan ini telah dilakukan dengan menghadirkan narasumber motivasi pemberdayaan, dan praktisi BPR Syariah. Materi yang disampaikan oleh fasilitator membahas tentang kunci sukses pemberdayaan masyarakat, kiat pengambilan keputusan, pelayanan prima, dan kemudahan bagi orang yang memiliki sikap berbagi. Berkembangnya Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di forum Posdaya Lingkar Kampus dan semangat serta antusias kader posdaya dalam kegiatan tersebut, menjadi modal besar untuk diarahkan menjadi LKM Syariah. Narasumber didatangkan dari praktisi BPR Syariah.
BPR Syariah merupakan salah satu jenis bank yang diizinkan beroperasi dengan sistem syariah di Indonesia. Aturan hukum mengenai BPR Syariah mengacu kepada Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 dan Peraturan Bank Indonesia (PBI). Sesuai sistem perbankan nasional, BPR Syariah adalah bank yang didirikan untuk melayani Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Sektor UMK ini yang menjadikan BPR Syariah berbeda pangsa pasarnya dengan Bank Umum/Bank Umum Syariah. Dalam sistem perbankan syariah, BPR Syariah merupakan salah satu bentuk BPR yang pengelolaannya harus berdasarkan prinsip syariah.
Usaha BPR Syariah meliputi Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk :a) Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah, b) Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah, c) Menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan berdasarkan :

  • Prinsip jual beli (murabahah, istishna’, salam)
  • Prinsip sewa menyewa (ijarah)
  • Prinsip bagi hasil (mudharabah, musyarakah)
  • Prinsip kebajikan (qardh)

Menempatkan dana dalam bentuk giro, tabungan, deposito pada bank syariah lain dan e) Melakukan kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan UU Perbankan dan prinsip syariah.
BPR Syariah terfokus untuk melayani Usaha Mikro dan Kecil yang menginginkan proses mudah, pelayanan cepat dan persyaratan ringan. BPR Syariah memiliki petugas yang berfungsi sebagai armada antar jemput setoran dan penarikan tabungan/deposito termasuk setoran angsuran pembiayaan. Pelayanan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat UMK yang cenderung tidak bisa meninggalkan usaha kesehariannya di pasar/toko/rumah.
Prinsip syariah dalam BPR Syariah diberlakukan untuk transaksio pendanaan (tabungan dan deposito) maupun pembiayaan (pinjaman). BPR Syariah mengelola dana masyarakat dengan sistem bagi hasil. Dengan sistem bagi hasil, masyarakat penyimpan dana akan mendapatkan bagi hasil secara fluktuasi karena sangat bergantung kepada pendapatan yang diperoleh BPR Syariah. Untuk itu, perlu disepakati nisbah (porsi) di awal transaksi.
Setiap tabungan maupun deposito yang disimpan di BPR Syariah mendapat jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sepanjang sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat akan tetap merasa aman untuk menyimpan dananya di BPR Syariah. Dalam transaksi pembiayaan (pinjaman), BPR Syariah memberikan pembiayaan kepada UMK dengan sistem jual beli, bagi hasil ataupun sewa. Pilihan atas sistem syariah tersebut sangat tergantung kepada jenis pembiayaan yang diajukan oleh masyarakat kepada BPR Syariah. Selain itu, BPR Syariah juga bisa melakukan praktik pegadaian yang dikelola dengan sistem syariah.

Rapat triwulanan
Metode rapat triwulan yang telah dilaksanakan adalah kunjungan dan observasi tim IPB kepada forum posdaya. Posdaya yang telah dikunjungi berjumlah 22 forum posdaya di 17 desa lingkar kampus. Kegiatan rapat triwulanan disambut dengan baik oleh masing-masing posdaya, hal ini ditanggapi dengan jumlah peserta rapat cukup banyak. Selain pengurus inti posdaya, hadir juga Ketua RW, RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pemuda.
Secara umum, kegiatan rapat triwulan membahas perkembangan forum posdaya diwilayah ke RWan, tindaklanjut program tiga bulan sebelumnya dan menyampaikan program tiga bulan yang akan datang. Selain itu, pembahasan peluang-peluang pengembangan posdaya dan kendala yang dihadapi oleh posdaya. Solusi-solusi yang dibahas lebih banyak pada aspek ekonomi dan pengelolaan pendidikan.
Secara spesifik, kegiatan rapat triwulanan membahas kontribusi forum posdaya dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Pembahasan ini menghasilkan kesepakatan dengan melaksanakan pelatihan seperti kerajinan olahan sampah plastik, demplot kebun bergizi, deplot tanaman obat keluarga (TOGA), dan pelatihan menjahit. Pelatihan-pelatihan tersebut sudah dapat dilaksanakan dengan baik dimasing-masing posdaya bersangkutan, nara sumber dari posdaya-posdaya yang telah mengembangan usaha tersebut.

Studi banding Pengurus Forum Posdaya
Studi banding dimaksudkan agar forum posdaya lingkar kampus memiliki cara berpikir yang lebih realistis, spesifik, dan tanggap terhadap program-program pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan.  Metode yang dilakukan dalam studi banding adalah observasi dan wawancara. Kegiatan ini dilakukan dengan cara forum posdaya lingkar kampus saling mengunjungi seperti forum posdaya kenanga situgede berkunjung ke posdaya Semai mulya, posdaya mandiri terpadu berkunjung ke posdaya Tunas Harapan dan seterusnya.
Hasil studi banding ini, secara umum dipraktekan dalam kegiatan forum posdaya di masing-masing . Hal ini ditunjukkan dengan mempraktekan hasil kunjungan seperti; PAUD di Posdaya Sauyunan mengadopsi kegiatan PAUD di Posdaya Benteng Harapan dalam hal kreasi mainan anak-anak. Bentuk kemasan kripik ubijalar di Posdaya Bersama mengadopsi bentuk kemasan di Posdaya Baraya dan seterusnya. Model studi banding ini akan lebih massif dalam penumbuhan dan pengembangan produk baik fisik maupun non fisik. (ms)

b. Organization and Leadership
As communities around urban and industrial, then the public’s knowledge of the management is good enough, because in any complex society has developed various forms of formal and informal oganisasi . Therefore Posdaya officials, can not be avoided is derived from a cadre of existing development. Almost the entire board is Posdaya figures cadre development, both as a cadre of institutions established through the program over the village, such as the PKK cadres, cadres, cadres of early childhood education, a cadre of farmer groups, and there is also the Chairman of RT or RW Chairman , and there is also the manager of the Foundation or other social groups.
Brief overview of the development of stewardship Posdaya as follows :

  1. Posdaya Harapan Maju, coordinated by active youth in RW 6 Kampung Desa Kahuripan Sukadamai. After an Posdaya, RW 6 has new activities and the support of its citizens, namely microfinance institutions (MFIs). In addition to the MFI , ECD also be a target group Posdaya forward expectations. Activities Posdaya more lively after a visit OST (Observation Study Tour) from other districts . However Posdaya activities that have been deemed sufficiently advanced by RW 6, considered a competitor by the village. So never got a warning from the village. This can be overcome by IPB involvement as a facilitator between the misunderstanding.
  2. Posdaya Fajar Harapan, managed by a group of village leaders were quite progressive. Togetherness among them is shown by the development of TOGA , using land one resident. Field is then managed on behalf of the group , but it is run by a particular person. It also contained the village plantation development activities by professional organizations SAMI Saena, Faculty of Human Ecology IPB. While economic business activities , education and health in the form of regular activities.
  3. Posdaya Tunas Harapan, which cultivated a cadre of business activities including livestock Posdaya rabbits, fish farming, raising sheep. Educational activities such as landfill, and madrasah in the RW. Health engaged in activities just toddlers, elderly activity has not been activated and environmental activities focused on composting activities.
  4. Posdaya Mandiri Terpadu, managed collectively by several public figures , which is equipped with assembly space . This group often get visits OST . The main strength is the delivery of assets Posdaya elite movers Posdaya for cooperation for integrated cultivation . So this happened because Posdaya sustainability is supported by the village elite figures in the business framework . This Posdaya be greater because of frequent guests visiting this Posdaya .
  5. Posdaya Baraya
    Economics Posdaya activities lead to the development of business patterns (institutional business), the development pattern of financing (MFIs, savings and loans cooperative unit), technical development and business management (candied nutmeg, nutmeg syrup, nutmeg lunkhead, candied papaya, crispy oyster mushrooms, sequin scarf, etc.). In addition to the economic field, there are also activities in the field of health (strengthening health posts and posbindu), education (early childhood, community development literature, Packet A, B and C), and environmental (waste management through composting, environmental movements clean and nutritious garden) Syrup lunkhead nutmeg and mace is one of the seed products of members Posdaya Baraya.
  6. Posdaya Sauyunan
    Initial activity is driven to continue and enhance the IHC activities, and continued with the growth of new activities, namely Posbindu Elderly. Elderly is currently active in a variety of economically important activities eg for processing plastic waste into a craft that has been able to supplement the family income. Develop education and promote early childhood activities during informal gatherings. Seeking environmental field processing manure into compost, recycling and processing waste into handicrafts. While the economy grew quite creative programs through KWT eg sheep, salted egg manufacture, processing of agricultural products into traditional food, and cassava chips.
  7. Posdaya Sabilulungan
    The business activities of cassava chips and sheep farming became the mainstay activity Posdaya sabilulungan. In addition to these activities, Posdaya establish communication with farmer groups, youth clubs and youth KWT. MFI, IHC, early childhood and composting activities berupakan activities accommodated by Posdaya sabilulungan .
  8. Posdaya Mekarsari
    Mekarsari Posdaya activities include education (early childhood, TBs, etc.), the field of Healthcare (IHC and Posbindu), environmental (waste management), and economics. Specifically in the fields of economics, Posdaya Mekarsari has managed to move the community to manage the Middle Setu which was abandoned into a large fish pond can be used for fishing and high economic value . Ginger and instant bandrek also a mainstay of the Mekarsari Posdaya .
  9. Posdaya Bersama
    The event begins with growth monitoring sessions , then to the economics of sweet potato chips , catfish and carp , as well as sweet potato cultivation . Education includes teaching youth activities , landfill , Madrasah and early childhood . Environmental field are focused on the nutritious garden and household waste .
  10. Posdaya Geulis Bager
    Posdaya Geulis Bager very prominent in the environmental field , with its activities in the form of reduction of household waste into compost, process waste/waste plastics into bags/crafts, moving community service hygiene (healthy environment movement to overcome DBD). Currently, the environmental movement was named TRASH BANK (BANK SAMPAH), where residents who are members/member banks collect household waste bins that have been separated between organic and non-organic garbage (plastic) , then banked to be processed into compost bins (from organic waste) and craft materials (non-organic waste), as a “reward” garbage bank participants can free treatment to the clinic where Posdaya have been cooperating with the health center .
    The flagship product of members Posdaya Geulis Bager is a variety of bags / made ​​from raw sewage / waste plastic . This product is the result of creative crafts and skilled hands scene of villagers .
  11. Posdaya semaimulya
    Include the implementation of early childhood education, early childhood training cadres, residents library and youth education. IHC organizes health field and Posbindu elderly. Economic sector includes farming rabbits, sheep, and catfish, while the environmental field pursued by the community by planting medicinal plants, processing of plastic waste as craft materials and waste collection to be sold as junk.
  12. Posdaya eka mandiri
    Initial activity is driven to continue and improve the quality of early childhood through early childhood tutor training. Further economic development pursued in a variety of programs, both of which have long been cultivated by people like sheep, coconut shell charcoal processing , fish farming and new grown by people such as chicken farming and development of MFIs (microfinance institutions). Health field nenyemarakkan back posyandu and add new services with Posbindu Elderly.
  13. Posdaya subur makmur
    Initial activity is driven to continue and enhance the activities of IHC and grow Posbindu Elderly . Developing early childhood education activities . The field of waste management and environmental seek better shelter . Economic activity has been developed as cattle sheep, catfish and MFI.
  14. Posdaya bastion of hope
    The field of education has been able to provide early childhood education facilities independently , and also has established communication with Himpaudi districts . Economic field has moved some economic activities , among others, the crisp deblo able to add value added by processing local agricultural products , livestock sheep , and MFI . Environmental field is done by collecting medicinal plants that grow in the area of ​​Mount leutik .
  15. Posdaya ylang
    Developed a variety of activities ranging from tourist village activities around campus , culinary mushroom , lunkhead taro, taro chips . Vertikultur activities , nutritious gardens , toga and posyandu and early childhood . MFIs in cooperation with Cooperative sudara Indra for savings and loan activities with members of 150 clients .
  16. Posdaya gems
    The event begins with early childhood and during informal gatherings . Activities carried out by cadres posyandu health , economics and develop aquaculture carp catfish , vertikultur and plastics processing .
  17. Posdaya gugahsari
    Posdaya focused on economics , because the activities of health , education and the environment has done well . Economic sector that is currently running is taburpuja MFI with 120 customers .

Competency Training Board Forum Posdaya
Cadre training activities around campus Posdaya forum is intended for cadres have the knowledge , skills and attitudes in decision-making in the field . This activity has been carried out with a motivational keynote speakers empowerment , and BPR practitioners of Sharia . Material presented by the facilitator discusses the key success of community empowerment , decision making tips , excellent service , and convenience for those who have an attitude of sharing . Expanding Microfinance Institutions ( MFIs ) in circumference Posdaya forum Campus and spirit and enthusiastic cadre Posdaya in these activities , a great asset to be directed into the MFI Sharia . Resource persons came from Syariah BPR practitioners .
BPR Syariah is one of the banks that were allowed to operate with a system of sharia in Indonesia . Sharia law rules regarding BPR refers to Law No. 10 of 1998 and Bank Indonesia Regulation ( PBI ) . As per the national banking system , rural banks that Sharia is established to serve the Micro and Small Enterprises ( MSEs ) . MSE sector which makes it different from BPR Syariah market share with commercial banks / Islamic Banks . In the Islamic banking system , BPR Syariah BPR is one form that the management should be based on Islamic principles .
Syariah BPR efforts include community Raise funds in the form of : a) Savings based wadi’ah or mudaraba principle , b ) based on the principle of mudaraba deposits , c ) Channelling funds to the community in the form of financing by :

  • Principles sale ( murabaha , istishna’, greetings )
  • Principles of leasing ( ijara )
  • Principle of sharing ( mudaraba , Musharaka )
  • The principle of virtue ( qardh )

Placing funds in current accounts , savings , deposits in other Islamic banks and e ) Perform other activities that do not conflict with the Banking Law and Islamic principles .
BPR Syariah focused to serve the Micro and Small Enterprises who want an easy process , fast service and light requirements . BPR Syariah have officers who serve as shuttle fleet savings deposits and withdrawals / deposits including installment payment financing . This service is particularly relevant to the needs of the SMEs who tend not to leave their daily business in the market / store / home .
BPR Sharia Sharia principles in transaksio applied for funding ( savings and time deposits ) and financing ( loans ) . BPR Syariah manage public funds with revenue sharing system . By sharing system , public depositors will get the results are highly dependent fluctuations due to income earned Syariah BPR . To that end , to be agreed ratio ( portion ) at the beginning of the transaction .
Each savings and deposits are stored in BPR Syariah guaranteed by the Deposit Insurance Agency ( LPS ) , all according to applicable regulations , so that people will continue to feel safe to keep their funds in Syariah BPR . In exchange for financing ( loans ) , BPR Syariah provide financing to MSEs system purchase , profit-sharing or rental . The choice of the Islamic system is highly dependent on the type of financing raised by the public to the Syariah BPR . In addition , BPR can also do practice Sharia mortgages managed by the sharia system.

quarterly meeting
The method has been implemented quarterly meetings are visits and observations to the IPB team Posdaya forum. Posdaya who have visited the forum Posdaya totaled 22 in 17 villages around the campus . Activity quarterly meeting welcomed by each Posdaya, it is met with quite a lot number of meeting participants . In addition to the core board Posdaya , present also Chairman RW, RT, community leaders , religious leaders , Women Farmers Group ( KWT ) and youth .
In general , activities quarterly meeting to discuss developments in the region to RWan Posdaya forum , a follow-up program the previous three months and submit a three -month program that will come . In addition , the discussion Posdaya development opportunities and constraints faced by Posdaya . The solutions are discussed more heavily on economic and management aspects of education .
Specifically , quarterly meetings to discuss activities Posdaya forum contributions in improving the family income . These discussions resulted in an agreement to carry out such training craft plastic waste processed , nutritious garden demonstration plot , deplot medicinal plants ( TOGA ) , and sewing training . Trainings can already be implemented properly in the respective Posdaya concerned , informants who have Posdaya – Posdaya develop the business.

Comparative studies Posdaya Board Forum
The comparative study is intended to Posdaya forums around the campus has a way of thinking that is more realistic , specific , and responsive to the educational programs , health , economy and environment . The method is performed in a comparative study is observation and interviews . This activity is done by Posdaya forums around the campus visit each other like ylang Posdaya forum Situgede visit Posdaya mulya Semai , an integrated independent Posdaya visit Posdaya Tunas Harapan and so on .
The results of this comparative study , it is generally practiced in Posdaya forum activity in each. This is indicated by the results of the visit such practice ; ECD in ECD activities Posdaya Sauyunan adopt in Posdaya Fort Hope in the creation of children’s toys . The sweet potato chips packaged form Posdaya Together adopt the form of packaging in Posdaya Baraya and so on . Models of this comparative study will be massive in the growth and development of products both physical and non-physical. (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Captcha *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>