Lubang Resapan Biopori: Efektif Untuk Pemanfaatan Sampah dan Peresapan Air HujanHole Infiltration Biopori: For Effective Waste Utilization and Seepage of Rain

biopori
Dari mana asalnya?
Siapa yang bertanggung-jawab mengelolanya?
1. Mengangkut
2. Mencari tempat pembuangan
3. Mencegah dampak negatif:
- Emisi gas rumah kaca
- Pencemaran air tanah
- Pencemaran udara
- Sarang pembawa penyakit
Where it came from?
Who is responsible for managing it?
1. Transporting
2. Seeking landfills
3. Preventing negative impacts:
- Greenhouse gas emissions
- Pollution of groundwater
- Air pollution
- Nest of disease vectors

Biopori: liang (terowongan-terowongan kecil) di dalam tanah yang dibentuk oleh akar tanaman dan fauna tanah.
Lubang resapan biopori (LRB): lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter 10 cm, kedalaman sekitar 100 cm atau jangan melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang diisi sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori.
Biopori: burrows (small tunnels) in the soil formed by plant roots and soil fauna.
Biopore infiltration holes (LRB): cylindrical holes made ​​in the ground with a diameter of 10 cm, a depth of about 100 cm or do not exceed the depth of water table. Holes filled organic waste to encourage the formation of biopori.
IbM_Kompudaya_Biopori

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Captcha *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>