IbM KOMPUTER UNTUK PEMBERDAYAAN KELUARGA (KOMPUDAYA)IbM COMPUTER FOR FAMILY EMPOWERMENT (KOMPUDAYA)

RINGKASAN

Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam 4 (empat) aspek pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi melalui kompudaya. Hasil kegiatan identifikasi kebutuhan pelatihan kelompok sasaran berkaitan dengan kompudaya diperoleh bahwa materi yang diinginkan kelompok sasaran, yaitu teknik pembelajaran on line, manajemen konten, motivasi dan dinamika kelompok, pengantar TIK dan learning organization.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kompudaya telah mampu meningkatkan daya serap user terhadap konten yang telah dibuka. Model kelembagaan kompudaya merupakan teknik atau metode yang efektif dalam proses belajar masyarakat. Oleh karena itu, kompudaya dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam penguatan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.

SUMMARY

The purpose of this research is the increased knowledge and skills of the community in 4 (four) aspects of education, health, environment and economy through kompudaya. The results of the identification of training needs of the target group related to that material obtained kompudaya desired target group, namely on-line learning techniques, content management, motivation and group dynamics, the introduction of ICT and learning organization.

The result showed that kompudaya has been able to increase the absorptive capacity of users to the content that has been opened. Kompudaya institutional model is a technique or method that is effective in the learning community. Therefore, kompudaya can provide a space for people to play an active role in strengthening education, economy, health and environment.

Pendahuluan
A. Analisis Situasi
Teknologi Informasi (TI) adalah suatu teknologi komunikasi yang digunakan untuk mengolah data, memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, termasuk memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang bermutu. Informasi yang bermutu adalah informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan serta merupakan informasi yang strategis sebagai dasar pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan dan teknologi telekomunikasi yang digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang pendidikan, kesehatan, hobi, rekreasi dan spritual. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis dan asosiasi profesi. Aplikasi teknologi informasi juga dapat menjadi sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.
Perkembangan TIK memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e – seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Dalam dunia pendidikan, TIK dimanfaatkan untuk pembelajaran secara elektronik atau dikenal sebagai e-Learning yang merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-Learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. e-Learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
Di bidang kesehatan, TIK dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sistem berbasis kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Perkembangan teknologi komunikasi juga telah digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Dalam dunia bisnis TIK dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai e-Commerce. e-Commerce adalah adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, website, atau jaringan komputer lainnya. e-Commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis dan sistem pengumpulan data otomatis. Maka dengan adanya e-Commerce, masyarakat dapat melakukan transaksi jual beli tanpa harus pergi jauh ke toko yang menjual barang yang diinginkannya.
Peran TIK juga dapat mempercepat proses pembangunan suatu negara. Paradigma pengukuran keberhasilan pembangunan suatu negara kini tidak lagi menggunakan indikator keberhasilan pembangunan fisik, tetapi berubah menjadi indikator pembangunan manusia. Indikator tersebut dikenal dengan istilah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ada empat parameter penentu tinggi rendahnya IPM suatu negara, yaitu keberhasilan pembangunan bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan hidup. Posisi IPM Indonesia saat ini berada pada peringkat 108 dari 182 negara. Makna peringkat ini menunjukkan bahwa hasil pembangunan di Indonesia pada empat bidang tersebut masih belum menggembirakan.
Penyebab rendahnya peringkat IPM Indonesia dikarenakan angka harapan hidup tergolong rendah, yaitu 70,5%. Selain itu, angka kematian ibu setelah melahirkan di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia, yaitu 420 per 100.000 kelahiran. Angka kematian bayi di Indonesia juga masih yang tertinggi di Association of South East Asian Nations (ASEAN). Sedangkan dari sisi melek huruf Indonesia tercatat tinggi adalah 92% dari jumlah penduduk yang berusia di atas 15 tahun (UNDP, 2009).
Strategi capaian IPM dapat dilakukan melalui pendekatan peningkatan mutu keluarga. Keluarga sebagai institusi terkecil dalam masyarakat, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan sebuah bangsa. Hal ini terkait erat dengan fungsi keluarga sebagai wahana pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu.
Pos pemberdayaan keluarga (POSDAYA) adalah lembaga keswadayaan yang sedang dikembangkan oleh IPB bersama Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Bogor serta Yayasan Damandiri yang berkedudukan di Jakarta untuk meningkatkan mutu keluarga. Posdaya adalah sebuah gerakan untuk menggairahkan kembali kegotongroyongan di masyarakat dalam membangun dirinya sendiri, dilakukan secara swadaya diharapkan akan mencapai kemandirian masyarakat tersebut
Posdaya dibentuk, dibina dan dikembangkan sebagai lembaga masyarakat berupa forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, edukasi bagi lembaga-lembaga di masyarakat baik tingkat RT, RW maupun kelurahan/desa. Posdaya juga merupakan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu yang dibentuk dan dilaksanakan dari, oleh dan untuk keluarga dan masyarakatnya (Suyono dan Rohadi, 2009).
Posdaya Benteng Harapan, Desa Benteng Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dan Posdaya Bina Sejahtera, Kelurahan Pasirmulya Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor yang telah berhasil mengembangkan kegiatan pemberdayaan pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan merupakan mitra strategis untuk mengembangkan komputer untuk pemberdayaan masyarakat yang disingkat dengan Kompudaya.
Posdaya Benteng Harapan yang ada di RW 05 Kampung Gunung Leutik memiliki jumlah keluarga miskin paling banyak. Secara geografis RW 05 terletak paling jauh dari pusat pemerintahan Desa Benteng dan memiliki wilayah terluas di Desa Benteng. Tingkat pendidikan yang rata-rata hanya lulusan SD menjadi indikator rendahnya mutu dalam kemandirian menerima informasi. Selain itu, Kampung Gunung Leutik belum memiliki kelompok belajar (sharing knowledge).
Kondisi yang hampir sama dengan Posdaya Benteng Harapan adalah kondisi umum Posdaya Bina Sejahtera. Wilayah kerja posdaya Bina Sejahtera mencakup wilayah RW dengan jumlah sasaran Kepala Keluarga (KK) adalah 259 KK terdiri dari RT 01, RT 02 dan RT 03. Kepengurusan Posdaya Bina Sejahtera telah disahkan dengan SK Kepala Kelurahan Pasirmulya Nomor: 147/08 – PM tentang Pembentukan Tim Kerja Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) di Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat.
RW 02  Kampung Bojong Menteng Kelurahan Pasirmulya memiliki jumlah KK miskin 65 dari 259 KK. Sebagai ilustrasi, keadaan penduduk di Kelurahan Pasir Mulya berdasarkan tingkat  pendidikan dapat dilihat pada Tabel 1. Persentase terbesar penduduk Kelurahan Pasir Mulya adalah SMA/SLTA/Aliyah (45,41%), dan perguruan tinggi (17,65%).

Tabel 1  Sebaran penduduk Kelurahan Pasir Mulya menurut tingkat pendidikan

No

Tingkat Pendidikan

Jumlah Penduduk (n)

Persentase (%)

1

Tidak sekolah

   144

  3,09

2

Tidak tamat SD

     61

  1,31

3

Tamat SD

   623

13,38

5

Tamat SLTP/SMP/MTS

   760

19,41

7

Tamat SMA/SLTA/Aliyah

  1903

45,41

8

Tamat Perguruan Tinggi

    812

17,65

Sumber: Laporan Kinerja Tahunan Kelurahan Pasir Mulya tahun 2009

Secara umum kondisi di RW 02 juga memiliki tingkat pendidikan yang cukup namun kondisi tersebut belum didukung dengan kegiatan sharing knowledge diantara sesama anggota warga (belajar kelompok), sehingga implementasi pemberdayaan masyarakat kurang berhasil. Hal tersebut, dikarenakan bahwa proses pendidikan pada umumnya sangat bersifat individual dan kurang menekankan pada belajar kelompok. Selain itu, proses pendidikan sangat berfokus pada pengembangan aspek kognitif.
Kompudaya adalah pusat teknologi informasi yang dirancang khusus untuk mengakses informasi, berkomunikasi dan mendapatkan layanan informasi bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi dengan menggunakan sarana teknologi informasi dan terkomunikasi berupa komputer dan akses internet sebagai sarana sumberdaya belajar.

B. Permasalahan Mitra
Jumlah keluarga miskin (gakin) yang tinggi dengan tingkat pendidikan yang rendah berdampak pada akses informasi yang rendah serta jumlah partisipasi masyarakat dalam sharing knowledge yang juga rendah adalah beberapa permasalahan yang dihadapi di Posdaya. Partisipasi masyarakat terhadap sharing knowledge yang rendah akan menyebabkan kemandegan informasi atau sumberdaya belajar yang pada akhirnya terhambatnya kemandirian masyarakat terhadap teknologi informasi dan komunikasi.
Selain itu, kesenjangan informasi dan kemiskinan merupakan isu yang diusung masyarakat internasional dalam membicarakan pembangunan di negara-negara berkembang sehingga definisi kebutuhan dasar (basic need) terus menerus diperbaharui dan pendidikan dan informasi menjadi termasuk ke dalam kebutuhan dasar. Lemahnya akses dan penggunaan informasi akan menyebabkan keterpinggiran dan ketertinggalan masyarakat dari berbagai kemajuan pembangunan yang tersedia. Perkembangan informasi ini bukan hanya dilihat sebagai faktor kemiskinan ekonomi, melainkan juga dalam pengertian kemiskinan sosial. Mengatasi permasalahan tersebut diperlukan akses belajar bersama melalui kompudaya. Untuk itu perlu disusun beberapa prioritas pemecahan masalah dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat setempat untuk terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah tersebut. Beberapa pertimbangan penting yang mendasari penetapan prioritas kegiatan ini antara lain :

  1. Akses masyarakat terhadap informasi merupakan hak dasar yang harus diselenggarakan, tetapi ternyata hanya mengembangkan akses informasi tidak cukup melainkan diperlukan sebuah proses komunikasi informasi untuk menjadikan lebih bermakna dan memberdayakan masyarakat. Masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang memiliki kesadaran dan kebutuhan terhadap informasi sebagai sumber kekuatan.
  2. Sumberdaya belajar (content) merupakan program intervensi untuk meningkatkan masyarakat terdidik dan menguasai pengetahuan/informasi  dan berpartisipasi aktif melalui bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan.
  3. Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah dan rendahnya sharing knowledge di masyarakat mencerminkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kemandirian sosial dan ekonomi juga rendah. Akar permasalahan keduanya adalah rendahnya akses terhadap informasi dan rendahnya komunikasi dalam proses pembelajaran dan pertukaran pengetahuan/informasi diantara sesama masyarakat.

C. Solusi yang Ditawarkan
Kompudaya sebagai gerakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tepat guna untuk pemberdayaan masyarakat merupakan peduli akses sumberdaya belajar, melimpah dan menyenangkan. Fungsi utama kompudaya adalah meningkatkan pengetahuan dan informasi bagi masyarakat melalui belajar berkelompok (sharing knowledge) diantara kader dan atau anggota kelompok. Belajar menyenangkan melalui berbagai sumberdaya belajar, yaitu CD/DVD, animasi, film dan sumberdaya belajar lainnya. Kompudaya dikembangkan melalui menu utama pembelajaran: (1) pembentukan gugus sumberdaya belajar sebagai fasilitator, (2) pelatihan akses sumberdaya belajar, dan (3) implementasi sumberdaya belajar untuk pemberdayaan masyarakat.
Oleh karena itu, kompudaya merupakan salah satu model pengembangan sarana dan prasarana TIK di pedesaan. Kompudaya dibangun bukan hanya sebagai bangunan fisik melainkan terpadu dengan program-program yang ada di masyarakat. Selain itu, sumberdaya belajar merupakan upaya intervensi untuk mengembangkan budaya komunikasi baru yang lebih partisipatif dan interaktif, baik menggunakan media/saluran lokal maupun TIK. Kompudaya merupakan wadahnya, sedangkan sumberdaya belajar merupakan isinya (content), untuk menjadikan informasi bermakna, menyenangkan dan bermanfaat bagi upaya meningkatkan mutu hidup masyarakat. Metode pendekatan Kompudaya dapat dilihat pada Gambar 1.

posdaya

Gambar 1. Metode Pendekatan Kompudaya
Contoh matriks sumberdaya belajar (content) di kompudaya dapat dilihat Pada Tabel 2.

Tabel 2. Matriks pembelajaran di kompudaya

Bidang Content Sub Content
Pendidikan PAUD Agama, motivasi, lingkungan dan penguatan moral
Kejar Paket Motivasi, pengembangan diri, penguatan mata pelajaran
Kesehatan Ibu dan Anak Metode pemberian ASI, cara mendidik anak, hubungan ibu dan anak
Remaja Kesehatan reproduksi remaja, kiat-kiat menjadi remaja yang sukses
Lansia Sehat di umur senja, produktifitas lansia
Ekonomi Pemasaran Transaksi syariah, model-model pemasaran
Produksi Kelayakan usaha, produksi dan pasca paenen
Motivasi berwirausaha Keahlian mengelola softskill, kekuatan mental, kekuatan berhubungan dengan orang lain
Lingkungan Organik Toga, kebun bergizi, pupuk dan kompos, biopori
An organik Pengolahan limbah plastik

D. Target dan Luaran
Target dan jenis luaran yang akan dihasilkan dalam kegiatan Kompudaya di Posdaya Bina Sejahtera dan Posdaya Benteng Harapan adalah:
Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam 4 (empat) aspek pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi.
Terbentuknya komunitas masyarakat informasi (information society) dan masyarakat pembelajar (learning society) di perdesaan.
Diadopsinya Kompudaya sebagai pusat pelatihan dan pembelajaran perdesaan.

E. Tujuan Penelitian
Secara umum, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam 4 (empat) aspek bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan melalui kompudaya.
Adapun tujuan khusus kegiatan ini adalah :
Peningkatan daya serap masyarakat terhadap konten kompudaya
Peningkatan proses belajar bersama di masyarakat melalui kompudaya
Peningkatan peran kader posdaya dalam penguatan program 4 (empat) aspek di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan

F. Manfaat Penelitian
Hasil kegiatan ini diharapkan dapat berguna bagi semua pihak yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat khususnya pengurus dan kader Posdaya. Selain itu, hasil kajian ini juga diharapkan berguna sebagai referensi bagi semua pihak yang melaksanakan kegiatan sejenis.

METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat
Kegiatan ini dilakukan pada bulan Mei – November 2013 di Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor dan Desa Benteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Lokasi kegiatan dipilih secara purposive berdasarkan pertimbangan jumlah keluarga miskin (gakin) yang tinggi dengan tingkat pendidikan yang rendah serta jumlah partisipasi pemuda di Posdaya yang juga rendah.
B. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ini adalah pemuda yang dipilih secara purposive, berdasarkan kriteria; (1) memiliki semangat belajar yang tinggi; (2) familiar dengan peralatan komputer; (3) bersedia mengikuti kegiatan pelatihan kompudaya secara penuh dan (3) bersedia dipantau dan dievaluasi hasil yang diperoleh selama mengikuti kegiatan melalui pre dan post test. Berdasarkan kriteria sasaran diperoleh 20 orang penggerak kompudaya.
Jenis data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Data primer meliputi karakteristik peserta (umur, pekerjaan serta pendidikan), pengetahuan mengenai komputer, interaksi pemuda di posdaya. Data sekunder meliputi data gambaran umum lokasi kegiatan.
C. Tahapan Kegiatan
Tahapan program Kompudaya terdiri atas persiapan, pelaksanaan dan monitoring-evaluasi. Tahapan persiapan antara lain; (1) identifikasi dan inventarisasi kegiatan kepemudaan bidang pendidikan; (2) identifikasi peserta pelatihan kompudaya; (3) penentuan peserta kompudaya dan (4) penyusunan kurikulum dan modul kompudaya. Tahapan pelaksanaan, yaitu pelatihan dasar sumberdaya belajar dan eksplorasi sumberdaya belajar (online). Tahapan monitoring dan evaluasi meliputi pre test dan post test yang terdiri atas kemampuan peserta dalam menguasai dasar komputasi dan kemampuan eksplorasi sumberdaya belajar sebelum dan setelah mengikuti program Kompudaya. Tahapan kegiatan disajikan pada Gambar 2.

 posdaya-C
Gambar 2. Tahapan pelaksanaan kegiatan
Metode Analisis Hasil Kegiatan
Pengolahan data dimulai dari editing, coding, entry, cleaning, dan analisis data. Analisis data pre test, post test, evaluasi proses dan evaluasi pelaksanaan diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel 2007 for windows.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Keadaan Umum
Posdaya Bina Sejahtera
Pada tanggal 21 Mei 2007, telah dikukuhkan tim kerja Posdaya Pasir Mulya melalui SK Kepala Kelurahan Pasir Mulya No: 147/08-PM. Tentang Pembentukan Posdaya Pasir Mulya dan ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Posdaya Kelurahan Pasir Mulya. Namun, pada tanggal 1 Maret 2008, diselenggarakan rapat khusus pembentukan POKJA untuk melaksanakan beberapa program kerja Posdaya dan menetapkan nama untuk Posdaya Pasir Mulya, yaitu Posdaya Bina Sejahtera.
Tujuan dibentuknya Posdaya Bina Sejahtera adalah untuk menyegarkan kembali budaya sosial kemasyarakatan yang bergotong royong dan peduli kepada sesama, menumbuhkembangkan kelembagaan dalam masyarakat yang memiliki usaha bersama sehingga tercipta kerukunan dan dinamika yang serasi menuju taraf hidup sejahtera, dan membentuk wadah organisasi dan wahana partisipasi sosial untuk menerima pembaharuan dalam membangun kehidupan keluarga yang aman, tentram, dan bahagia.

Kegiatan Posdaya Bina Sejahtera
Jenis kegiatan yang terdapat dalam Posdaya Bina Sejahtera mencakup berbagai aspek kehidupan, antara lain :
Bidang Kesehatan
Kesehatan merupakan pilar penyokong kehidupan yang penting, karena kesehatan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, kesehatan sangat penting untuk diperhatikan mulai usia dini hingga lansia. Kegiatan dalam bidang kesehatan di Posdaya Bina Sejahtera, antara lain Posyandu dan Posbindu. Posyandu di Posdaya Bina Sejahtera merupakan sinergi dari Posyandu yang telah dibentuk pada tahun 1991 dengan nama Posyandu Melati. Pada tanggal 24 Mei 2008, dibentuk sebuah pos bimbingan terpadu yang bergerak dalam bidang kesehatan bagi lansia dengan nama Posbindu Bina Sehat. Kegiatan bidang kesehatan ini meliputi penimbangan, pemeriksaan kesehatan bagi warga RW 02.
Bidang Pendidikan
Pemberdayaan dalam bidang pendidikan diwujudkan dengan dibentuknya pendidikan usia dini pada tanggal 18 Mei 2008 dengan nama PAUD Bina Mentari. Metode pembelajaran yang diterapkan, yaitu metode belajar sambil bermain. Hal ini diharapkan agar anak tidak cepat merasa bosan dalam proses belajar. Selain dibentuknya PAUD, diadakan juga perpustakaan keliling gratis  bekerjasama dengan SMA Rimba Madya Bogor, yang diadakan setiap hari sabtu. Tujuan diadakannya pustaka keliling, antara lain untuk meningkatkan hobi membaca dan pengetahuan bagi masyarakat RW 02.
Bidang Lingkungan
Pemberdayaan bidang lingkungan di Posdaya Bina Sejahtera diwujudkan dengan adanya Widara (Kelompok pemuda tani). Pemberdayaan bidang lingkungan sangat berguna bagi masyarakat RW 02. Hal ini dikarenakan dapat membantu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, salah satunya dengan mengelola limbah keluarga menjadi pupuk kompos, dan membudidayakan tanaman obat dan sayuran.
Bidang Ekonomi
Kegiatan dalam bidang ekonomi diharapkan mampu meningkatkan perekonomian keluarga di RW 02, dengan membentuk KWT (Kelompok wanita terampil) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Kegiatan dalam KWT antara lain menggarap lahan kosong untuk ditanami kebutuhan pokok bagi keluarga, dimana hasilnya dapat dimanfaatkan bersama-sama. Sedangkan LKM, dibentuk pada tanggal 1 Agustus 2008 dengan nama LKM Bina Usaha Mandiri (LKM-BUM).

Posdaya Benteng Harapan
Posdaya Benteng Harapan adalah salah satu dari 17  Posdaya Lingkar Kampus IPB yang terletak di Desa Benteng Kecamatan Ciampea Kab. Bogor.  Wilayah kerjanya meliputi satu RW yaitu RW 5  (6 RT) di kampong  Gunung Leutik.  Posdaya ini terbentuk pada tanggal  11 Januari 2008 melalui  lokakarya mini Posdaya yang dilaksanakan di Majelis Ta’lim RW 5 kampong gunung leutik. Lokakarya Mini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pemuda, kelompok tani,  Sekdes, BPD, Babinsa, SMA Negeri 1 Ciampea  serta IPB dan Yayasan Damandiri. Koordinator Posdaya Benteng Harapan adalah Bpk Saefuddin.
Posdaya Benteng Harapan terbentuk melalui Program Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat kerjasama P2SDM LPPM IPB dengan Yayasan Damandiri. Kepengurusan Posdaya Benteng Harapan meliputi 4 bidang yaitu bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang lingkungan. Sekretariat Posdaya beralamat di Kampung Gunung Leutik RW 05, Desa Benteng.
Kegiatan Posdaya Benteng Harapan mencakup 4 bidang kepengurusan yang digerakkan bersama oleh masyarakat kampung gunung leutik. Di awal penumbuhan Posdaya, kegiatan digerakkan dengan menghidupkan kembali Posyandu yang mulai jarang diaktifkan. Kader kembali aktif dengan disemangati gerakan kegotongroyongan yang merangkul semua pihak di RW 5. Perkembangan Posyandu terus membaik sehingga masyarakat bersepakat untuk menambah satu Posyandu baru guna lebih mendekatkan masyarakat ke titik Posyandu yang cukup jauh dijangkau oleh keenam RT. Bidang kesehatan juga berkembang dengan lahirnya kegiatan bagi lansia yang disebut Posbindu Lansia. Semangat di bidang kesehatan terus terbangun sehingga para kader posyandu juga mampu menelusuri dan mendampingi warga yang memerlukan Jamkesmas.
Bidang pendidikan telah mampu menyediakan sarana pendidikan PAUD secara swadaya, dan telah menjalin komunikasi pula dengan Himpaudi kecamatan. Meskipun hanya memanfaatkan beranda rumah warga, dan sekarang pindah ke saung TOGA, tidaklah mengurangi semangat anak untuk belajar. Bidang ekonomi telah menggerakkan beberapa aktivitas ekonomi masyarakat antara lain usaha deblo garing yang mampu menambah value added dengan mengolah hasil produk pertanian lokal, ternak domba, dan LKM. Bidang lingkungan dilakukan dengan mengkoleksi tanaman obat keluarga yang banyak tumbuh di wilayah Gunung leutik. Hal ini telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya untuk mendukung upaya memelihara kesehatan masyarakat secara natural, tetapi kegiatan ini juga bermanfaat untuk mendukung ekonomi masyarakat dengan memasarkan produk-produk herbal hasil olahan Toga. Bahkan Posdaya Benteng Harapan sering diminati oleh daerah-daerah lain untuk berkunjung  guna menimba ilmu pengelolaan Toga.

Identifikasi kebutuhan Pelatihan oleh kelompok sasaram
Berdasarkan hasil pertemuan melalui FGD dengan kelompok sasaran, yaitu Posdaya Bina Sejahtera dan Posdaya Benteng Harapan diperoleh bahwa kelompok sasaran mengharapkan agar adanya pendampingan secara berkelanjutan berkaitan dengan peningkatan kapasitas pengurus dalam kompudaya. Beberapa materi yang diharapkan adalah pengenalan Linux yang digunakan di kompudaya, manajemen konten, teknik pembelajaran online.
Selain itu, kelompok sasaran juga memerlukan teknik dalam menggerakan masyarakat untuk menggunakan kompudaya. Learning organization juga perlu disosialisasikan pada kader posdaya sehingga dapat meningkatkan modal manusia dan modal sosial yang mampu menciptakan masyarakat pembelajar.

Tahapan pelaksanaan program
Identifikasi Peserta Pelatihan
Penyusunan kriteria peserta
Kriteria peserta pelatihan dalam rangka transfer teknologi informasi dan transfer keilmuwan bidang manajemen keorganisasian, disusun dengan cara diskusi diantara tim pelaksana kegiatan.  Kriteria tersebut adalah :
Dewasa (berumur > 17 tahun)
Tidak memiliki cacat fisik maupun psikis
Mampu mengoperasikan komputer
Berdomisili di Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor dan Desa Benteng, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor
Tergabung dalam komunitas bidang pendidikan di Posdaya Bina Sejahtera dan Posdaya Benteng Harapan.
Penentuan peserta
Berdasarkan kriteria tersebut di atas, peserta pelatihan yang dipilih disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Daftar peserta pelatihan manajemen kompudaya

No Nama Kader Bidang Berdomisili
1. M Abdul Rosid Pendidikan Kabupaten Bogor
2. Dedi Jayadi Pendidikan Kabupaten Bogor
3. Atom Pendidikan Kabupaten Bogor
4. Nita Pendidikan Kabupaten Bogor
5. Dewi Susanti Pendidikan Kabupaten Bogor
6. Nurfitriani Pendidikan Kabupaten Bogor
7. Berdiansyah Pendidikan Kabupaten Bogor
8. Diga Atlit Pendidikan Kabupaten Bogor
9. Nia Audiah Pendidikan Kabupaten Bogor
10. Muhamad Ilyasa Pendidikan Kabupaten Bogor
11. Siti Hindun Pendidikan Kota Bogor
12. Juju Pendidikan Kota Bogor
13. Nur Munajat Pendidikan Kota Bogor
14. Iyang Pendidikan Kota Bogor
15. Agung Dermadi Pendidikan Kota Bogor
16. Bilal Billy Pendidikan Kota Bogor
17. Melisa Anjatika Pendidikan Kota Bogor
18. Adi Aryadi Pendidikan Kota Bogor
19. Nurdiana Pendidikan Kota Bogor
20. Anugrah Pendidikan Kota Bogor

2. Penyusunan Modul Pelatihan

Penyusunan modul pelatihan telah selesai dilakukan. Modul pelatihan terdiri dari 5 modul yang akan disampaikan dalam 16 JPL (1 JPL = 45 menit) kurikulum terdiri dari 6 JPL materi kompetensi inti, 4 JPL materi kompetensi umum dan 6 JPL materi kompetensi tambahan. Penyampaian modul dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Daftar materi pelatihan kompudaya dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Daftar materi pelatihan Kompudaya

No. Materi JPL
                                    Kompetensi Inti
1 Teknik Pembelajaran Online 4
2 Manajemen konten 2
                                 Kompetensi Umum
3 Motivasi dan Dinamika Kelompok 4
                              Kompetensi Tambahan
4 Pengantar TIK 2
5 Learning organization 4
Jumlah 16

Modul pendampingan teknis menggunakan modul yang sudah diperoleh dari kegaitan pelatihan. Modul pendampingan teknis terdiri dari 3 modul yang akan disampaikan dalam 8 JPL (1 JPL = 45 menit), yaitu pembelajaran online (3 JPL), manajemen konten (3 JPL) dan Learning Organization (2 JPL). Bentuk modul pendampingan teknis diarahkan sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan kegiatan.

Pelaksanaan Pelatihan
Pelatihan Sumberdaya belajar
Kegiatan pelatihan sumberdaya belajar bertujuan untuk memperkenalkan kepada peserta tentang pengantar teknologi, informasi dan komunikasi, teknik pembelajaran online dan learning organization. Tujuan pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memiliki kompetensi dalam penelurusan dan up deting konten dalam kegiatan kompudaya. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta program dan 14 peserta diluar program.
Penambahan peserta ini dimaksudkan agar gerakan kompudaya dapat juga dirasakan oleh Posdaya selain peserta program. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta program menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memperluas kegiatan posdaya di RW kami dan terkesan dengan teknologi yang akan dikembangkan dalam kompudaya. Teknologi terbaru yang dikembangkan adalah kompudaya dengan aplikasi android.
Selain itu, hasil wawancara dengan peserta diluar program sebagai berikut : “Kami sangat senang dapat diundang dalam kegiatan ini, kami mendapatkan ilmu baru dalam mengkomunikasi pembelajaran kepada kader posdaya”. Dokumentasi pelaksanaan pelatihan dapat disajikan pada Gambar 3.

————–

Gambar 3. Suasana pelatihan sumberdaya belajar

Pelatihan Eksplorasi Sumberdaya Belajar
Pelatihan sebagai salah satu bentuk pendidikan non formal, dilaksanakan dengan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa (POD) yang menempatkan peserta pelatihan sebagai orang yang berpengalaman dengan menggunakan metode andragogi. Pelatihan eksplorasi sumberdaya belajar dimaksudkan untuk mencari konten-konten sesuai dengan kebutuhan posdaya. Sebelum pelaksanaan eksplorasi sumberdaya belajar, peserta diberikan materi tentang motivasi dan dinamika kelompok, manajemen konten dan learning organization. Suasana pelatihan dapat disajikan pada Gambar 4.

Gambar 4. Suasana pelatihan eksplorasi konten

Kegiatan ini dilakukan di masing-masing posdaya dimaksudkan agar keterlibatan peserta dari posdaya lebih banyak. Kegiatan ini mendapatkan antusias dari kedua posdaya tersebut. Hadir semua kader yang ada di posdaya, yaitu kader pendidikan, kader kesehatan, kader lingkungan dan kader ekonomi. Dari kegiatan ini diperoleh konten-konten per bidang kegiatan posdaya.

Evaluasi Pelaksanaan Pelatihan Kompudaya
Untuk mengetahui perkembangan dan pelaksanaan Pelatihan kompudaya evaluasi efek. Evaluasi efek dilakukan pada awal pelatihan (sebelum materi dijelaskan pada hari pertama) dan di akhir pelatihan (setelah seluruh materi selesai dijelaskan pada hari terakhir.
Evaluasi efek (pre-post test) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan dengan kisaran 11,11 sampai dengan 100. Peningkatan kemampuan, yaitu selisih pre-test dan post test dibandingkan dengan hasil pre-test dikalikan dengan 100%. Peningkatan tertinggi diperoleh oleh peserta, yaitu saudara Atom dengan mean peningkatan 80% dan nilai akhir tertinggi diperoleh oleh peserta, yaitu Siti Hindun, Nur Munajat dan Adi Aryadi masing-masing 9,5. Nilai akhir berkisar antara 5,5 sampai dengan 9,5 dengan rataan 8,1. Daftar evaluasi efek peserta dapat dilihat pada Tabel 5.

Pendampingan Program
Kompudaya yang berada pada Posdaya merupakan program baru sehingga perlu adanya pendampingan program kompudaya. Pendampingan dimaksudkan agar kegiatan kompudaya dapat dipraktekan di masyarakat. Pendampingan yang dilakukan pada program ini adalah pendampingan teknis dan pendampingan manajemen ’user’.
Pendampingan teknis adalah pendampingan yang dilakukan kepada pengurus kompudaya dengan kegiatan mempraktekkan penggunaan kompudaya seperti mengoperasikan komputer, mengisi konten, membuka konten, menjelaskan isi konten dan mencari konten yang diperlukan oleh masyarakat pengguna. Pendampingan teknis dilakukan selama program kompudaya ini berlangsung 2 (dua) kali dalam 1 (satu) minggu.

Tabel 5 Evaluasi efek peserta pelatihan
No    Nama    Pre-test    Post-test    % kenaikan    Nilai Akhir
1    M Abdul Rosid    7    10    42.86    8.5
2    Dedi Jayadi    6    9    50.00    7.5
3    Atom    5    9    80.00    7.0
4    Nita    8    10    25.00    9.0
5    Dewi Susanti    6    10    66.67    8.0
6    Nurfitriani    4    7    75.00    5.5
7    Berdiansyah    5    7    40.00    6.0
8    Diga Atlit    7    7    -    7.0
9    Nia Audiah    8    9    12.50    8.5
10    Muhamad Ilyasa    8    9    12.50    8.5
11    Siti Hindun    9    10    11.11    9.5
12    Juju    6    10    66.67    8.0
13    Nur Munajat    9    10    11.11    9.5
14    Iyang    7    8    14.29    7.5
15    Agung Dermadi    6    9    50.00    7.5
16    Bilal Billy    7    9    28.57    8.0
17    Melisa Anjatika    9    9    -    9.0
18    Adi Aryadi    9    10    11.11    9.5
19    Nurdiana    9    9    -    9.0
20    Anugrah    8    10    25.00    9.0
Rata-rata    7.15    9.05    31.12    8.1
Maksimum    9    10    80.00    9.5
Minimum    4    7    11.11    5.5

Pendampingan manajemen ’user’ adalah pendampingan yang dilakukan kepada pengguna kompudaya. Pengguna kompudaya di Posdaya Benteng Harapan Desa Benteng didominasi oleh bidang pendidikan seperti guru PAUD, siswa PAUD dan kelompok pemuda. Konten yang digunakan oleh PAUD adalah cara mengajar siswa berkarakter, membaca huruf (siswa PAUD), menari dan menyanyi dan konten yang berhubungan dengan PAUD lainnya. Kelompok pemuda lebih banyak menggunakan konten pengembangan kewirausahaan pemuda seperti film-film motivasi, budidaya lele, dan kebun bergizi.
Hal yang sama juga dilakukan di Posdaya Bina Sejahtera Kelurahan Pasirmulya Kec. Bogor Barat Kota Bogor. Kompudaya di Posdaya Bina Sejahtera dalam penggunaannya didominasi oleh kelompok pemuda. Konten yang lebih diminati adalah konten-konten yang berhubungan dengan pengembangan sistem linux, pengembangan kewirausahaan dan pengembangan masyarakat. Kegiatan pendampingan manajemen ’user’ dilakukan 2 (dua) kali dalam sebulan.
Penggunaan kompudaya di 2 (dua) posdaya telah disepakati untuk PAUD dilakukan 1 kali dalam satu minggu setiap hari senin, Pemuda dijadwalkan 1 kali dalam satu minggu setiap hari sabtu dan untuk ibu-ibu diagendakan 1 kali dalam satu minggu setiap hari minggu. Dengan adanya jadwal atau agenda seperti diatas menunjukkan bahwa komunitas kompudaya sebagai wadah untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan teknik yang efektif dalam proses belajar masyarakat. Selin itu, kompudaya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam perbaikan dibidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi.

Monitoring dan Evaluasi
Kompudaya merupakan salah satu model pengembangan sarana dan prasarana TIK di pedesaan. Kompudaya merupakan wadahnya, sedangkan sumberdaya belajar merupakan isinya. Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan pada program kompudaya dimaksudkan untuk mengevaluasi kegiatan dan memperbaikan program kompudaya. Monev dilakukan baik oleh internal peneliti maupun eksternal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudaya Dijten Pendidikan Tinggi.
Hasil monev dapat dijelakan bahwa kegiatan kompudaya merupakan inovasi kelembagaan di masyarakat dan memperkenalkan teknologi tepat guna dalam penggunaan TIK berupa komputer dengan konten. Kompudaya menjadi bagian dari peningkatan peran aktif masyarakat dalam proses belajar dan pendewasaan masyarakat untuk memandirikan dan memperbaiki 4 (empat) aspek di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Namun demikian, keterbatasan dari kegiatan ini adalah sifatnya yang masih offline, sehingga untuk memperoleh efek domino yang cepat adalah membuat kompudaya bekerja secara on-line.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kompudaya telah mampu meningkatkan daya serap user terhadap konten yang telah dibuka.
Kompudaya merupakan teknik atau metode yang efektif dalam proses belajar masyarakat
Kompudaya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam penguatan dibidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.

Saran
Kegiatan kompudaya perlu dukungan peralatan komputer layak pakai yang memadai, misalnya setiap RW difasilitasi seperakat alat kompudaya.
Konten-konten yang diperoleh kelompok sasaran sebelum dipublis ke kompudaya perlu direview oleh tenaga pendamping dan tenaga ahli di posdaya.
Keterbatasan dari kegiatan ini adalah sifatnya yang masih off line, sehingga untuk memperoleh efek domino yang cepat dalah membuat kompudaya bekerja secara online.

UCAPAN TERIMA KASIH
Tim pelaksana  menyampaikan  ucapan  terimakasih yang setulus-tulusnya kepada: 1) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi yang telah mendanai pelaksanaan kegiatan pengabdian ini; 2) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor yang telah memberikan kesempatan untuk pelaksanaan kegiatan ini; 3) Kepala Desa Benteng Kecamatan Ciampea Kab. Bogor dan Kepala Kelurahan Pasirmulya Kecamtan Bogor Barat Kota Bogor; 4) Kepala RW 05 Desa Benteng; 5) Kepala RW 02 Kelurahan Pasirmulya; 6) Koordinator Posdaya Benteng Harapan dan Posdaya Bina Sejahtera; 7) Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah banyak membantu dalam kegiatan pengabdian ini.

DAFTAR PUSTAKA
Adi, Isbandi Rukminto. 2001. Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas. FE-UI. Jakarta.
Adriand IJ. 2008.  ICT dan Perubahan Sosial. [terhubung berkala] 27 Oktober 2010. http://indrajayaadriand.wordpress.com/2008/04/17/ict-dan-perubahan-sosial/
Alemna AA, Joel Sam.  2006.  Critical Issues in Information and Communication Technologies for Rural Development in Ghana. Information Development (ISSN 0266-6669) Copyright © 2006 SAGE Publications. Vol. 22, No. 4.
Alim,  Syahirul. 2010.  Penyuluhan Pertanian.  Bahan Ajar Sosiologi Dan Penyuluhan. Universitas Padjadjaran
Bachtiar,  Andi.  2009.  Menuju Kebijakan ProMasyarakat Miskin Melalui Penelitian.  Lembaga Penelitian SMERU.  Jakarta
BPS. 2009. Laporan Kinerja Tahunan Kelurahan Pasir Mulya. BPS Kota Bogor.
Dessler, Gary. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Indeks. Jakarta
Garvin, D.A. 1986. Learning in Action: A Guide to Putting the Learning Organization to Work, Boston: Harvard Business School Press.
P2SDM LPPM IPB. 2010. Laporan Tahunan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia dan POSDAYA. Kerjasama Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dengan IPB, Bogor
Sulistiyani, A.T. 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Gaya Media, Yogyakarta.
Suyono, H. dan Haryanto,R. 2009. Buku Pedoman Pembentukan dan Pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Jakarta.
[UNDP] United Nations Development Programme. 2009. Human Development Report: Human Development Index, Palgrave Mcmillan. New York.

Unduh Makalah

Preliminary
A. Situation Analysis
Information Technology (IT) is a communication technology that is used to process data, process, obtain, compile, store, including manipulating data in a variety of ways to produce quality information. Quality information is information that is relevant, accurate and timely, which is used for personal, business, and government and community empowerment is a strategic information as the basis for decision making. This technology uses a computer to process the data, the network system to connect one computer to another computer in accordance with the needs and the use of telecommunications technology so that data can be distributed and accessed globally.
The role that can be provided by the application of information and communication technology (ICT) is to get information for personal life such as information on education, health, hobbies, recreation and spiritual. Then for professions such as science, technology, commerce, business news and professional associations. Application of information technology can also be a means of cooperation between individuals or groups with one person or a group of others without knowing the distance and time limits, countries, races, economic classes, ideologies or other factors that may inhibit exchange ideas.
ICT developments spurred a new way of life, of life begins to come to an end, this life is known as e-life, meaning of life has been influenced by a variety of electronic needs. And now it was lively with various letters that begin with the prefix e – such as e – commerce, e-government, e-education, e – library, e -journals, e -medicine, e – laboratory, e – biodiversitiy, and others again based electronics.
In the world of education, ICT is used for electronic learning or e -learning is known as the base and which is the logical consequence of the development of information and communication technology. With e – Learning, teaching participants (learner or student) does not need to sit in a classroom for sweet listening to every word of a teacher directly. e – Learning can also shorten the learning time and schedule targets certainly save costs to be incurred by a course or educational program.
In the health sector, ICT can be utilized in the development of smart card -based systems (smart cards) that can be used by medical interpreters to find out the medical history of patients who come to the hospital because the card is in the medical interpreter can determine the patient’s medical history. The development of communication technology has also been used to assist in the operation of robotic surgery and the use of three-dimensional computer imaging results to show the location of the tumor in the patient’s body.
ICT used in the business world to trade electronically or known as e- Commerce. e – Commerce is is deployment, purchasing, sales, marketing goods and services over electronic systems such as the Internet or television, websites, or other computer networks. e – Commerce can involve electronic funds transfer, electronic data interchange, automated inventory management systems and automated data collection systems. So with e – commerce, people can buy and sell without having to go away to a store that sells goods wanted.
The role of ICT can also accelerate the process of development of a country. Paradigm for measuring the success of development of a country is no longer using success indicators of physical development, but it turned into a human development indicators. The indicator known as the Human Development Index (HDI). There are four parameter determining the level of a country’s HDI, namely the successful development of education, economy, health and environment. Indonesia’s current position HDI ranks 108 of 182 countries. This rating indicates that the meaning of the results of development in Indonesia in four areas that still have not been encouraging.
The cause of the low HDI ranking Indonesia because life expectancy is low, ie 70.5 %. In addition, the maternal mortality rate after birth in Indonesia is the highest in Asia, which is 420 per 100,000 births. The infant mortality rate in Indonesia is still the highest in the Association of South East Asian Nations (ASEAN). In terms of Indonesia recorded higher literacy is 92 % of the population over the age of 15 years (UNDP, 2009).
HDI attainment strategy can be done through a quality improvement approach to the family. Family as the smallest institution in the community, have an enormous influence on the success of the development of a nation. It is closely related to the function of the family as a vehicle for the formation of human resources (HR) quality.
Postage family empowerment (POSDAYA) is a self-supporting institution that is being jointly developed by IPB City District Government and Foundation Bogor and Jakarta-based Damandiri to improve the quality of family. Posdaya is a movement to revive the mutual cooperation in building a community in itself, conducted independently is expected to reach the community independence
Posdaya formed, nurtured and developed as a public institution of friendship forums, advocacy, communication, education for the public institutions in both the RT, RW and urban / rural. Posdaya also a reinforcement of container family functions integrally formed and carried out of, by and for the family and society (Suyono and Rohadi, 2009).
Posdaya Fort Hope, Fort Subdistrict Ciampea village, Bogor Regency and Posdaya Bina Sejahtera, Village Pasirmulya District of West Bogor, Bogor City has successfully developed empowerment activities in the fields of education, health, economy and environment is a strategic partner to develop computers for community empowerment abbreviated with Kompudaya.
Posdaya Fort Hope in RW 05, Kampung Gunung Leutik has the most number of poor families. Geographically RW 05 is farthest away from the central government and Castle Village has the largest area in the village of Castle. The level of education that the average elementary school graduate only be an indicator of poor quality in receiving information independence. In addition, the Village of Mount Leutik not have group learning (knowledge sharing).
Conditions similar to Posdaya Fort Hope is a common condition Posdaya Bina Sejahtera. Bina Sejahtera Posdaya working area covers targeted amount RW with families (KK) is comprised of 259 households RT 01, RT 02 and RT 03. Stewardship Posdaya Bina Sejahtera head has been approved by the Village Pasirmulya Number : 147 / 08 – PM on Posdaya Work Team Building (Post Family Empowerment) in the Village Pasirmulya, West Bogor subdistrict.
RW 02, Kampung Bojong Menteng Pasirmulya Village has 65 number of poor households from 259 households. As an illustration, the state population in the Village Pasir Mulya by level of education can be seen in Table 1. Largest percentage population Sand Village Mulya is high school / high school / senior high (45.41 %), and college (17.65 %).

Table 1 Distribution of Pasir Mulya Village population by educational level

No Level of Education Total Population (n) Percentage (%)
1 No school    144   3,09
2 Do not complete primary school      61   1,31
3 Graduate primary school    623 13,38
5 Graduate SLTP/SMP/MTS    760 19,41
7 Graduate SMA/SLTA/Aliyah   1903 45,41
8 Graduate College     812 17,65

Sources : Annual Performance Report Pasir Mulya Village 2009

In general, conditions in RW 02 also has a considerable level of education, but the condition has not been supported by knowledge sharing activities among members residents (study group), so the less successful implementation of community empowerment. This is, because that process of education in general highly individualized and less emphasis on group learning. In addition, the process of education is focused on the development of cognitive aspects.
Kompudaya is the center of information technology designed specifically to access information, communicate and obtain information services in education, health, environment and economy by means of information technology and communicated in the form of a computer and internet access as a means of learning resources.

B. Problems Partner
The number of poor families (poor families) are high with low levels of education have an impact on access to information that is low and the amount of community participation in knowledge sharing are also low are some of the problems faced in Posdaya. Public participation in the low knowledge sharing will lead to stagnation of information or learning resource that ultimately inhibition of self-reliance to the information and communication technology.
In addition, information gaps and poverty is an issue that is brought in to discuss the development of the international community in developing countries so that the definition of basic needs (basic needs) continuously updated and education and information to be included in the basic requirements. Lack of access and use of information will lead to marginalization and disadvantage people from a variety of available development progress. The development of this information is not only seen as a factor of economic poverty, but also in terms of social poverty. Addressing the issue of access needed to learn together through kompudaya. For that we need to establish some priorities by considering the problem solving ability of local communities to be actively involved in the problem solving process. Some of the important considerations that underlie the prioritization of these activities include:

  1. Public access to information is a fundamental right that must be held, but it just is not enough to develop information access but needed a communication process to make the information more meaningful and empowering communities. Empowered community is a community that has the awareness and the need for information as a source of strength.
  2. Learning resources (content) is an intervention program to improve community well-educated and master the knowledge/ information and participate actively through education, health, economy and environment.
  3. Low levels of public education and low knowledge sharing in the community reflect that level of community participation in achieving social and economic independence too low. The root of both problems is the lack of access to information and lack of communication in the learning process and the exchange of knowledge / information amongst the community.

C. Solutions Offered
Kompudaya as movement Information and Communication Technology (ICT) appropriate for community development is concerned access to learning resources, abundant and fun. Kompudaya main function is to increase knowledge and information for the community through group learning (knowledge sharing) between cadres and or members of the group. Learning fun through a variety of learning resources, which is a CD / DVD, animation, movies and other learning resources. Kompudaya developed through the main menu of learning : (1) the formation of clusters as a facilitator of learning resources, (2) training access learning resources, and (3) the implementation of learning resources for community development.
Therefore, kompudaya is one model of the development of ICT infrastructure in rural areas. Kompudaya built not only as a physical building but rather integrated with existing programs in the community. In addition, the learning resource is an intervention effort to develop a new communications culture that is more participatory and interactive, either using the media / local channels as well as ICT. Kompudaya a container, whereas a learning resource content (content), to make information meaningful, enjoyable and rewarding for efforts to improve the quality of life. Methods Kompudaya approach can be seen in Figure 1.

posdaya

Figure 1. Method of Approach Kompudaya
Example matrix of learning resources (content) in kompudaya can be seen in Table 2.

Table 2. Matrix learning in kompudaya

Bidang Content Sub Content
Pendidikan PAUD Agama, motivasi, lingkungan dan penguatan moral
Kejar Paket Motivasi, pengembangan diri, penguatan mata pelajaran
Kesehatan Ibu dan Anak Metode pemberian ASI, cara mendidik anak, hubungan ibu dan anak
Remaja Kesehatan reproduksi remaja, kiat-kiat menjadi remaja yang sukses
Lansia Sehat di umur senja, produktifitas lansia
Ekonomi Pemasaran Transaksi syariah, model-model pemasaran
Produksi Kelayakan usaha, produksi dan pasca paenen
Motivasi berwirausaha Keahlian mengelola softskill, kekuatan mental, kekuatan berhubungan dengan orang lain
Lingkungan Organik Toga, kebun bergizi, pupuk dan kompos, biopori
An organik Pengolahan limbah plastik

D. Targets and Outcomes
The target and the type of outcomes that would result in Kompudaya activities in Posdaya Bina Sejahtera and Posdaya Fort Hope is:
Increased knowledge and skills of the people in the four (4) aspects of education, health, environment and economy.
The establishment of community information (information society) and community learning (learning society) in rural areas.
Kompudaya adoption as a rural training centers and learning.

E. Research Objectives
In general, the purpose of this activity is to enhance the knowledge and skills of the people in the four (4) aspects of education, health, economy and environment through kompudaya.
The specific objectives of this activity are:
Increased absorption of society to content kompudaya
Improved learning together in community through kompudaya
Increased role in strengthening the program cadre Posdaya 4 (four) aspects in the fields of education, health, economy and environment

F. benefits of Research
The results of these activities are expected to be useful for all parties related to community empowerment, especially officials and cadres Posdaya. In addition, the results of this study are also expected to be useful as a reference for all those who carry out similar activities.

METHODS
A. Time and Place
This activity was conducted in May-November 2013 in the Village Pasirmulya, West Bogor subdistrict, Bogor sub-district and village Fortress Ciampea Bogor Regency. Location of activities selected purposively based on consideration of the number of poor families (poor families) high with a low education level and the number of youth participation in Posdaya are also low.
B. Target Activity
The target of this activity is the youth who were selected purposively, based on the criteria: (1) has a high spirit of learning, (2) familiar with computer equipment, (3) are willing to take part in full training kompudaya and (3) are willing to be monitored and evaluated results obtained during the activity through pre and post test. Based on criteria derived target kompudaya 20 people movers.
The types of data collected consist of primary data and secondary data. The primary data obtained through interviews using questionnaires. Primary data include participant characteristics (age, occupation and education), knowledge of computers, youth interaction in Posdaya. Secondary data include a general overview of data location activities.
C. Stages Activity
Stages Kompudaya program consists of the preparation, implementation and monitoring and evaluation. Stages of preparation, among others: (1) the identification and inventory of youth education activities, (2) identification kompudaya trainees, (3) the determination of the participants kompudaya and (4) preparation of curriculum and modules kompudaya. Implementation stages, ie basic training and learning resource exploration learning resources (online). Stages include monitoring and evaluation of pre-test and post-test consisting of the ability of participants to master basic computing resource exploration and learning ability before and after program Kompudaya. Stages of activities is presented in Figure 2.

posdaya-C

Figure 2. Stages of implementation
D. Methods of Analysis of Events
Data processing begins from editing, coding, entry, cleaning, and data analysis. Analysis of the data pre test, post test, evaluation and evaluation of the implementation process is processed by using a computer program Microsoft Excel 2007 for Windows.

RESULTS AND DISCUSSION
A. General Situation
1. Posdaya Bina Sejahtera
On May 21, 2007, has been confirmed working team Posdaya Pasir Mulya by SK Pasir Mulya Village Head No.: 147/08-PM. About Posdaya Sand Formation Mulya and set as the date of the founding of the Sand Village Mulya Posdaya. However, on March 1, 2008, the establishment of Working Group held a special meeting to implement several programs Posdaya and assign names to Posdaya Pasir Mulya, namely Posdaya Bina Sejahtera.
The objective Posdaya Bina Sejahtera is to reinvigorate the social cultural work together and care for each other, develop institutions in society who have a business together so as to create harmony and harmonious dynamics towards a prosperous standard of living, and shaping container and vehicle for the participation of social organizations to receive renewal of family life in building a secure, peaceful, and happy.

2. Activity Posdaya Bina Sejahtera
Types of activities contained in Bina Sejahtera Posdaya covers various aspects of life, such as:
a. Health Sector
Health is an important pillar of life support, because health can affect daily activities. Therefore, health is very important to note that from an early age to the elderly. Activities in the health sector in Posdaya Bina Sejahtera, among others IHC and Posbindu. IHC on Posdaya Bina Sejahtera is a synergy of the IHC that was formed in 1991 under the name IHC Bed. On May 24, 2008, established a post integrated guidance that specializes in health care for the elderly with the name Posbindu Healthy Development. Health activities include weighing, health checks for residents of RW 02.
b. field of Education
Empowerment in education is realized with the establishment of early childhood education on May 18, 2008 with the name Bina Mentari early childhood. Learning methods are applied, the method of learning while playing. It is expected that the child does not quickly get bored in the learning process. In addition to the establishment of early childhood education, free mobile library also held in collaboration with Associate Bogor Woods High School, which is held every Saturday. The purpose of the roving library, among other hobbies are reading and to increase public knowledge for RW 02.
c. Environmental Field
The empowerment of the environment in Posdaya Bina Sejahtera realized with widara (farm youth group). The empowerment of the environment is very useful for the people of RW 02. This is because to help increase public awareness of the environment, one of them with families managing waste into compost, and cultivate medicinal plants and vegetables.
d. Economics
Activity in the economy is expected to improve the economy of families in RW 02, by forming KWT (group of skilled women) and Microfinance Institutions (MFIs). Activities include working in KWT vacant land for planting staple of the family, where the results can be used together. While the MFI, was formed on August 1, 2008 under the name of Independent Business Development MFI (MFI – BUM).

3. Posdaya Benteng Harapan
Posdaya Fort Hope is one of 17 Posdaya Rim IPB campus located in the Village District of Ciampea Castle District. Bogor. Jurisdiction covers one that is RW RW 5 (6 RT) in the village of Mount Leutik. This Posdaya formed on January 11, 2008 through mini workshops held in the Assembly Posdaya Ta’lim RW 5 leutik mountain village. Mini workshop was attended by community leaders, youth, farmers’ groups, Sekdes, BPD, Babinsa, SMA Negeri 1 Ciampea and IPB and Damandiri Foundation. Posdaya Benteng Harapan Coordinator is Mr. Saefuddin.
Posdaya Benteng Harapan formed through Human Resource Development Programs and Community Development cooperation with IPB LPPM P2SDM Damandiri Foundation. Posdaya Benteng Harapan stewardship includes 4 areas: health, education, economics, and environmental fields. Posdaya Secretariat is located at the village of Mount Leutik RW 05, Desa Fortress.
Fort Hope Posdaya activities cover 4 areas of management that is driven along by leutik mountain village communities. At the beginning of the growth Posdaya, activity driven by the IHC began reviving rarely activated. Kader back on the energized movement that embraces mutual cooperation of all parties in RW 5. The development of integrated health continued to improve so that people agree to add a new IHC in order to get closer to the people who pretty much IHC point reached by the sixth RT. The health sector is also growing with the birth of activities for the elderly called Posbindu Elderly. The spirit in the health sector so that the cadres kept waking posyandu also able to browse and assist residents who require medical treatment.
The field of education has been able to provide early childhood education facilities independently, and also has established communication with Himpaudi districts. Although only utilize veranda homes, and are now moving to TOGA gazebo, does not diminish the spirit of a child to learn. Economic field has moved some economic activities, among others, the crisp deblo able to add value added by processing local agricultural products, livestock sheep, and MFI. Environmental field is done by collecting medicinal plants that grow in the area of ​​Mount leutik. This has brought many benefits to society. Not only to support public health efforts to maintain naturally, but is also beneficial activities to support the local economy by marketing herbal products processed Toga. Even Posdaya Fort Hope is often in demand by other regions to visit in order to gain knowledge management Toga.

B. Identification of training needs by target group
Based on the results of the meeting through FGDs with target groups, namely Welfare and Development Posdaya Posdaya Fort Hope was found that the target group hopes that the assistance on an ongoing basis with regard to capacity building in kompudaya board. Some of the material is expected introduction of Linux used in kompudaya, content management, online learning techniques.
In addition, the target group also requires techniques in moving people to use kompudaya. Learning organization also need to be socialized at Posdaya cadres so as to improve human capital and social capital are able to create a learning community.

C. Phase of the program
1. Identification of Training Participants
a. Preparation of participant criteria
Criteria trainees in order to transfer the transfer of science and information technology fields of organizational management, structured by way of discussion between the implementation team. These criteria are:

  1. Adults (aged > 17 years)
  2. Not having a physical or mental disability
  3. Computer literate
  4. Pasirmulya domiciled in the Village, District of West Bogor Bogor City and Fortress Village, District Ciampea Bogor Regency
  5. Members of the community in the education field Posdaya Sejahtera Development and Posdaya Benteng Harapan.

b. determination of the participants
Based on the above criteria, the selected trainees are presented in Table 3.
Table 3. List of management trainees kompudaya

No Nama Kader Bidang Berdomisili
1. M Abdul Rosid Pendidikan Kabupaten Bogor
2. Dedi Jayadi Pendidikan Kabupaten Bogor
3. Atom Pendidikan Kabupaten Bogor
4. Nita Pendidikan Kabupaten Bogor
5. Dewi Susanti Pendidikan Kabupaten Bogor
6. Nurfitriani Pendidikan Kabupaten Bogor
7. Berdiansyah Pendidikan Kabupaten Bogor
8. Diga Atlit Pendidikan Kabupaten Bogor
9. Nia Audiah Pendidikan Kabupaten Bogor
10. Muhamad Ilyasa Pendidikan Kabupaten Bogor
11. Siti Hindun Pendidikan Kota Bogor
12. Juju Pendidikan Kota Bogor
13. Nur Munajat Pendidikan Kota Bogor
14. Iyang Pendidikan Kota Bogor
15. Agung Dermadi Pendidikan Kota Bogor
16. Bilal Billy Pendidikan Kota Bogor
17. Melisa Anjatika Pendidikan Kota Bogor
18. Adi Aryadi Pendidikan Kota Bogor
19. Nurdiana Pendidikan Kota Bogor
20. Anugrah Pendidikan Kota Bogor

2. Preparation of Training Modules

Preparation of training modules have been completed. The training module consists of 5 modules that will be delivered in 16 JPL (JPL 1 = 45 minutes) curriculum consists of 6 core competencies material JPL, JPL material 4 6 general competencies and additional competencies material JPL. Submission of the module is done with two (2) ways, namely in the form of training and mentoring. List kompudaya training materials can be seen in Table 4.

Table 4. List of training materials Kompudaya

No. Materi JPL
                                    Kompetensi Inti
1 Teknik Pembelajaran Online 4
2 Manajemen konten 2
                                 Kompetensi Umum
3 Motivasi dan Dinamika Kelompok 4
                              Kompetensi Tambahan
4 Pengantar TIK 2
5 Learning organization 4
Jumlah 16

Technical assistance modules using a module that has been obtained from a credible form of training . Technical assistance module consists of 3 modules which will be delivered in 8 JPL ( JPL 1 = 45 minutes ) , namely online learning ( 3 JPL ) , content management ( 3 JPL ) and the Learning Organization ( 2 JPL ) . Forms of technical assistance directed modules as a form of evaluation of the implementation of activities .

implementation Training
Training Resources learning
Learning resource training activities aimed at introducing the participants about the introduction of technology , information and communication , online learning techniques and learning organization . The purpose of this training is intended for participants to have competence in penelurusan and up deting content in kompudaya activities . This event was attended by 20 participants and 14 participants outside the program .
The addition is intended that participants kompudaya movement can also be felt by Posdaya addition to program participants . Based on interviews with program participants stated that this activity is helpful in expanding our activities in RW Posdaya and were impressed with the technology that will be developed in kompudaya . The latest technology developed is kompudaya with android application .
In addition , interviews with participants outside the program as follows : ” We are very pleased to be invited to this event , we get a new science of learning to communicate Posdaya cadres ” . Documentation of the implementation of the training can be presented in Figure 3 .

———–

Figure 3 . Atmosphere of learning resource training

Learning Resources and Exploration Training
Training as a form of non-formal education , implemented with the principles of adult education ( POD ) which puts the trainees as experienced people using the method of Andragogy . Training exploratory learning resource intended for searching contents in accordance with the requirements Posdaya . Prior to the implementation of resource exploration study , participants were given materials on the motivation and group dynamics , content management and learning organization . Atmosphere training can be presented in Figure 4 .

Figure 4 . Atmosphere exploration training content

This activity is carried out in each Posdaya intended that the involvement of participants from more Posdaya . The activity received an enthusiastic from both the Posdaya . Present all that is in Posdaya cadres , cadres namely education , health cadres , cadres and cadres economic environment . Obtained from this activity contents per field Posdaya activities .

Evaluation of Training Kompudaya
To determine the development and implementation of training evaluation kompudaya effect . Evaluation of the effect of the training is done at the beginning ( before the material is described on the first day ) and at the end of training ( after all finish materials described on the last day .
Evaluation of the effects ( pre – post test ) showed that an increase in capability with a range of 11.11 to 100 . Increased ability , namely the difference pre-test and post-test compared to pre-test results multiplied by 100 % . The highest increase was obtained by the participants , ie brothers Atom with a mean increase of 80 % and the highest final scores obtained by the participants , ie Hind Siti Nur Adi Aryadi Munajat and 9.5 respectively . The final value ranged from 5.5 to 9.5 with an average of 8.1 . List of participants evaluate the effects can be seen in Table 5 .

mentoring Program
Kompudaya who are at Posdaya a new program so that the need for mentoring programs kompudaya . Mentoring is so that activities can be practiced in public kompudaya . Mentoring is done on this program is technical assistance and management assistance ‘user’ .
Technical assistance is assistance to the caretaker kompudaya performed with the use of practice activities such kompudaya operate a computer , fill in the content , open content , describes the content and search for content required by the user community . The technical assistance during this kompudaya program lasts two (2 ) times in one (1) week .

Table 5 Evaluation of the effect of the training participants
No Name of Pre – test Post -test % increase in Final Value
1 M Abdul Rosid 42.86 8.5 7 10
Smith Jayadi 2 6 9 50.00 7.5
3 5 9 80.00 7.0 Atom
4 8 10 25.00 9.0 Nita
5 Dewi Susanti 66.67 8.0 6 10
Nurfitriani 75.00 6 4 7 5.5
7 5 7 40.00 6.0 Berdiansyah
Athletes Diga 8 7 7 – 7.0
Nia Audiah 9 8 8.5 9 12:50
10 Mohammed Elisha 8 8.5 9 12:50
Siti Hind 9 11 9.5 10 11:11
Juju 12 6 10 8.0 66.67
13 Nur Munajat 9 9.5 10 11:11
14 Iyang 7 7.5 8 14:29
Supreme Dermadi 6 9 15 7.5 50.00
Bilal Billy 7 9 16 8.0 28.57
Melisa Anjatika 17 9 9 – 9.0
18 Adi Aryadi 9 9.5 10 11:11
Nurdiana 19 9 9 – 9.0
20 Grace 25.00 9.0 8 10
Average 7:15 9:05 31.12 8.1
Maximum 80.00 9.5 9 10
Minimum 4 5.5 7 11:11

Management assistance ‘user’ is committed to assisting users kompudaya . Users kompudaya in Posdaya Fortress Fortress of Hope Village is dominated by the field of education such as early childhood teachers , early childhood students and youth groups . Content used by early childhood education is to teach students character , read the letter ( students ECD ) , dancing and singing and content associated with other early childhood . Youth groups use more youth entrepreneurship development content like movies motivation , catfish , and nutritious garden .
The same was done in Posdaya Bina Sejahtera Pasirmulya Village district. Bogor Bogor City West . Kompudaya in Posdaya Bina Sejahtera in its use is dominated by youth groups . More desirable content is content that is associated with the development of Linux systems , the development of entrepreneurship and community development . Event management assistance ‘user’ performed two (2 ) times a month .
Use of kompudaya in 2 ( two ) have agreed to early childhood Posdaya done 1 times a week every Monday , 1 Youth scheduled times a week every Saturday and mothers scheduled for the 1st time in a week every day of the week . With the schedule or agenda as above shows that kompudaya community as a container for the improvement of society and the knowledge and skills of effective techniques in learning communities . Selin it , kompudaya provide space for people to play an active role in the improvement in education , health , environment and economy .

Monitoring and Evaluation
Kompudaya is one model of the development of ICT infrastructure in rural areas . Kompudaya a container , while learning resource is its content . Monitoring and evaluation (M & E ) is conducted on kompudaya program intended to evaluate the activities and programs memperbaikan kompudaya . M & E conducted by both internal and external researchers from the Ministry of Education and Higher Education of Culture Dijten .
The results of monitoring and evaluation can dijelakan that kompudaya an institutional innovation activities in the community and introduce appropriate technology in the use of ICT in the form of a computer with the content . Kompudaya be part of the improvement of people’s active participation in the learning process and maturation of society to memandirikan and repair four (4 ) aspects in the fields of education , health , economy and environment . However , the limitations of this activity is that it is still offline , so as to obtain a rapid domino effect is made ​​kompudaya work on-line .

CONCLUSIONS AND RECOMMENDATIONS
conclusion
Kompudaya has been able to increase the absorptive capacity of users to the content that has been opened .
Kompudaya is a technique or method that is effective in learning communities
Kompudaya provide space for people to play an active role in strengthening the field of education , economy , health and environment .

suggestion
Kompudaya activities need the support of computer equipment worth taking sufficient , for example, each facilitated seperakat RW kompudaya tool .
Contents obtained by the target group before Republished kompudaya need to be reviewed by the facilitators and experts in Posdaya .
Limitations of this activity is that it is still off line , so as to obtain a rapid domino effect dalah make kompudaya work online .

Acknowledgements
Implementation team expressed gratitude heartfelt to : 1 ) Directorate General of Higher Education , Ministry of Higher Education for funding the implementation of this service activities ; 2 ) Institute for Research and Community Service , Bogor Agricultural University who has provided the opportunity for the implementation of these activities ; 3 ) Citadel Village Chief District Subdistrict Ciampea . Head of Bogor and Bogor West Village Pasirmulya Kecamtan Bogor ; 4 ) Head of RW 05 Desa Fortress ; 5 ) Head of RW 02 Sub Pasirmulya ; 6 ) Coordinator Posdaya Posdaya Fort Hope and Prosperity Development ; 7 ) The parties can not be mentioned one by one who have helped in this service activity .

REFERENCES
Adi , Isbandi Rukminto . , 2001. Empowerment , Community Development and Community Intervention . FE – UI . Jakarta .
Adriand IJ . , 2008. ICT and Social Change . [ connect periodically ] October 27, 2010 . http://indrajayaadriand.wordpress.com/2008/04/17/ict-dan-perubahan-sosial/
Alemna AA , Joel Sam . , 2006. Critical Issues in Information and Communication Technologies for Rural Development in Ghana . Information Development ( ISSN 0266-6669 ) Copyright © 2006 SAGE Publications . Vol . 22 , No. . 4 .
Alim , Syahirul . , 2010. Agricultural Extension . Subjects Sociology and Counseling . Universitas Padjadjaran
Bachtiar , Andi . , 2009. Toward the Poor Through ProMasyarakat Policy Research . Institute Research Institute . Jakarta
BPS . , 2009. Annual Performance Report Pasir Mulya Village . BPS Bogor .
Dessler , Gary . , 2011. Human Resource Management . Publisher Index . Jakarta
Garvin , D.A. , 1986. Learning in Action : A Guide to Putting the Learning Organization to Work , Boston : Harvard Business School Press .
P2SDM LPPM IPB . , 2010. Annual Report of the Human Resources Development Program and POSDAYA . Cooperation Fund Foundation Sejahtera Mandiri ( Damandiri ) with IPB , Bogor
Sulistiyani , A.T. , 2004. Partnership and Empowerment Models . Style Media , Yogyakarta .
Suyono , H. and Haryanto , R. , 2009. Handbook for the Establishment and Development of Post Family Empowerment ( Posdaya ) . Dana Sejahtera Mandiri Foundation , Jakarta .
[ UNDP ] United Nations Development Programme . , 2009. Human Development Report : Human Development Index , Palgrave Mcmillan . New York .

Download The Paper

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Captcha *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>