Lokasi

Journal Scopus

http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/article/view/3334/0

Payung Pengabdian

Payung Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Payung Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM)  memiliki komponen yang dapat dikembangkan yang menjadi arahan program penelitian di masing-masing departemen dan pusat. Berdasarkan hasil perumusan sementara, direncanakan komponen payung PPM terdiri dari 10 komponen. Namun untuk memahami komponen tersebut perlu dipahami terlebih dahulu beberapa pengertian yang mencakup:

  1. Pertanian yang dimaksud dalam komponen payung PPM yaitu mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan-kelautan, peternakan dan kehutanan
  2. Industri pertanian meliputi industri tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan-kelautan, peternakan dan kehutanan
  3. Lingkup industri pertanian  yaitu industri hulu (primer), dan industri hilir (sekunder termasuk bioproses dan tersier yang menjadi penunjang keberlangsungan industri)

Komponen payung PPM yang dimaksud  adalah:

1.            Renewable Resources based Industry Industri pertanian berbasis sumberdaya terbarukan

2.            Biorelated Sciences and Health Ilmu-ilmu yang berhubungan langsung atau yang terkait dengan biologi di darat maupun di perairan

3.            Indigenous Knowledge/Technology Ilmu pengetahuan/teknologi  lokal  dan spesifik terutama yang sudah diterapkan di masyarakat  setempat

4.            Food Security and Food Safety Ketersediaan pangan dan  Peningkatan Produksi Pertanian yang berkelanjutan

5.            Genetic Resources & Engineering and Breeding Rekayasa biologi molekuler dan seluler tanaman, hewan di darat dan di perairan serta mikroorganisme

6.            Conservation and Environment Pelestarian sumberdaya alam hayati dan lingkungan

7.            Social, Economy, and Culture Aspek sosial, ekonomi, keuangan,  budaya dan kelembagaan yang berkaitan dengan pembangunan pertanian dan ekonomi

8.            Biophysics, Mechanics and Equipment Peralatan industri pertanian yang digunakan untuk ekploitasi, budidaya dan pengolahan hasil pertanian

9.            Management and Information Technology Aspek-aspek pengembangan teknologi informasi dan manajemen

10.    Regional Development and Community Empowerment Aspek-aspek perencanaan dan pengembangan wilayah dan masyarakat

Payung Penelitian

Payung Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Payung PPM memiliki komponen yang dapat dikembangkan yang menjadi arahan program penelitian di masing-masing departemen dan pusat. Berdasarkan hasil perumusan sementara, direncanakan komponen payung PPM terdiri dari 10 komponen. Namun untuk memahami komponen tersebut perlu dipahami terlebih dahulu beberapa pengertian yang mencakup:

  1. Pertanian yang dimaksud dalam komponen payung PPM yaitu mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan-kelautan, peternakan dan kehutanan
  2. Industri pertanian meliputi industri tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan-kelautan, peternakan dan kehutanan
  3. Lingkup industri pertanian  yaitu industri hulu (primer), dan industri hilir (sekunder termasuk bioproses dan tersier yang menjadi penunjang keberlangsungan industri)

Komponen payung PPM yang dimaksud  adalah:

1.            Renewable Resources based Industry Industri pertanian berbasis sumberdaya terbarukan

2.            Biorelated Sciences and Health Ilmu-ilmu yang berhubungan langsung atau yang terkait dengan biologi di darat maupun di perairan

3.            Indigenous Knowledge/Technology Ilmu pengetahuan/teknologi  lokal  dan spesifik terutama yang sudah diterapkan di masyarakat  setempat

4.            Food Security and Food Safety Ketersediaan pangan dan  Peningkatan Produksi Pertanian yang berkelanjutan 5.            Genetic Resources & Engineering and Breeding Rekayasa biologi molekuler dan seluler tanaman, hewan di darat dan di perairan serta mikroorganisme

6.            Conservation and Environment Pelestarian sumberdaya alam hayati dan lingkungan

7.            Social, Economy, and Culture Aspek sosial, ekonomi, keuangan,  budaya dan kelembagaan yang berkaitan dengan pembangunan pertanian dan ekonomi

8.            Biophysics, Mechanics and Equipment Peralatan industri pertanian yang digunakan untuk ekploitasi, budidaya dan pengolahan hasil pertanian

9.            Management and Information Technology Aspek-aspek pengembangan teknologi informasi dan manajemen 10.    Regional Development and Community Empowerment Aspek-aspek perencanaan dan pengembangan wilayah dan masyarakat

Kiprah Pendamping Posdaya

 Indorempah, Berikan Kehangatan dari Alam

Alfi Irfan, salah seorang pendamping Posdaya tahun 2013 yang juga merupakan mahasiswa Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, berhasil mengembangan aneka minuman tradisional dengan merk Indorempah

image of news

Indorempah merupakan minuman rempah-rempah hasil kreasi tangan-tangan kreatif didikan Institut Pertanian Bogor (IPB), sehingga tidak diragukan lagi kualitas dan khasiatnya. Indorempah sudah diuji di South East Asian Food and Agricultural Science and Technology  Center (SEAFAST) Center atau Pusat Pengembangan IImu dan Teknologi Pangan dan Pertanian Asia Tenggara, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB. Indorempah dibuat tanpa pengawet dan tanpa bahan kimiasehingga tanpa efek sampingKomposisi Indorempah terdiri dari jahe merah, jintan, cengkeh, cabe Jawa, lada hitam, gula aren, gula tebu, kayu manis dan adas manis.

Jahe merah sebagai salah satu komponen utama dalam Indorempah mengandung gingerol, shogaol dan zingerone yang memberikan efek farmakologis dan fisiologis seperti anti oksidan, anti imflamasi, analgesik, anti kanker, tidak beracun dan non mutagenik dalam tubuh. Jahe juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung, meningkatkan stamina dan meningkatkan sirkulasi darah.

“Daripada minum obat berbahan kimia yang jelas-jelas malah merusak tubuh kita, lebih baik minum Indorempah. Minuman herbal dengan khasiat segudang,” ujar Alfi.

Berbeda dengan produk minuman herbal yang dijual di pasaran, kemasan Indorempah sangat lux dan terkesan mewah. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Satu kotak Indorempah  seberat 100 gram berisi lima shacet, di pasar lokal, Indorempah dijual dengan harga Rp 15.000,- sementara di luar negeri dijual Rp 45.000,-. Seiring dengan kesadaran hidup sehat, konsumen dari Singapura, Chili, Afrika Selatan dan Amerika Latin pun tertarik membeli produk Indorempah melalui penjualan online dan media sosial.

Kandungan energi dalam satu  sachet atau 20 gram Indorempah sebanyak 79 kilokalori. Sementara kandungan karbohidrat dalam Indorempah adalah 19 gram. Secara umum Indorempah mempunyai khasiat, diantaranya: melancarkan peredaran darah yang tersumbat, menurunkan tekanan darah tinggi, menyehatkan jantung, membuat tubuh lebih perkasa, mengobati sulit tidur, meningkatkan sistem pencernaan, menjaga tubuh tetap hangat, membantu anoreksia (tidak berselera makan) untuk merangsang selera makan, meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh.

Selain mendapatkan keuntungan bagi usaha Alfi, Indorempah juga memberikan dampak sosial secara berkelanjutan. Hal ini karena  dalam proses pengolahan, produksi, dan pengemasannya, Indorempah memberdayakan isteri-isteri petani desa lingkar kampus IPB, yakni Desa Benteng, di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.  “Konsumen dimanjakan dengan bahan baku yang fresh langsung dari kebun petani. Ini juga salah satu keunggulan lain produk kami,” ujar Alfi. (ris)