Latar Belakang

Perguruan tinggi memainkan peran kunci dalam pembangunan, khususnya sumberdaya manusia. Perubahan tatanan pergaulan ekonomi dan politik internasional yang terus berubah dengan cepat, menempatkan posisi perguruan tinggi pada tantangan sekaligus peluang untuk memainkan peran strategisnya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi. Dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan  dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan–teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat memiliki kontribusi besar dalam mencetak lulusan tersebut.

Dosen yang kompeten melaksanakan tugasnya adalah dosen yang memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang diperlukan dalam praktik pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tugas dosen mencakup kegiatan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan proses, penilaian hasil pembelajaran, pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian. Di samping itu melaksanakan tugas tambahan dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk itu sewajarnyalah profesionalitas dosen, harus terkait dan dibangun melalui penguasaan kompetensi-kompetensi yang secara nyata dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas-tugas dan aktivitasnya sebagai dosen, sehingga dosen dapat menghadapi arus globalisasi dengan efektif dan tanpa ‘ketidakberdayaan’.

Dalam hal ini upaya pengembangan diri menjadi guru yang profesional itu dilakukan mengacu kepada penguasaan materi pembelajaran, pendidikan dan pembelajaran. Secara operasional, upaya-upaya pengembangan diri itu berupa pelaksanaan tanggung jawab Tridarma Perguruan Tinggi. Perlunya peningkatan profesionalisme dosen, karenanya dosen harus mampu memberikan dampak positif terhadap perguruan tinggi dan mengubah pendekatan instruksional dari teaching university menjadi learning university.

Atas dasar kesadaran akan pentingnya profesionalisme dosen tersebut, dan perlunya mengembangkan diri menjadi guru di perguruan tinggi yang profesional. Maka kebutuhan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional dan Applied Approach (PEKERTI-AA), sangat dirasakan pentingnya bagi dosen untuk meningkatkan penguasaan kemampuan instruksional. Dosen seharusnya sudah terampil dalam pembelajaran, sehingga mereka tidak lagi mengajar semaunya. Disamping itu dengan program ini akan mendorong para dosen untuk menjadi kompeten, sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi pendidikan dan pembelajaran di era distruption (revolusi industri 4.0) ini.

Tujuan

Tujuan pelatihan PEKERTI-AA yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor adalah agar peserta pelatihan  mampu:

  1. Merancang program pembelajaran jangka waktu satu semester (Silabus) mata kuliah.
  2. Merancang program pembelajaran jangka pendek (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
  3. Menguasai dasar-dasar komunikasi dan keterampilan dasar mengajar.
  4. Melaksanakan pembelajaran berdasarkan paradigma baru pembelajaran di PT.
  5. Merancang dan melaksanakan evaluasi hasil belajar mahasiswa.
  6. Merancang, menyusun dan mengembangkan bahan ajar
  7. Merancang dan melaksanakan penelitian untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Materi

  1. Kebijakan Pengembangan Pendidikan Tinggi
  2. Pengembangan Kurikulum : KKNI (profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian dan mata kuliah)
  3. Penyusunan unsur-unsur capaian pembelajaran dalam mata kuliah
  4. Rekonstruksi mata kuliah
  5. Rekonstruksi silabus dan RPS
  6. Kontruktivisme dalam pembelajaran
  7. Metode pembelajaran : Model Student Centered Learning (SCL)
  8. Pengintegrasian capaian pembelajaran sikap dan tata nilai serta ketermpilan umum/sofskills dalam SCL
  9. Assesment proses dan hasil pembelajaran
  10. Penyusunan rubrik penilaian
  11. Penyusunan bahan ajar
  12. Media pembelajaran
  13. Aplikasi penelitian tindakan kelas
  14. Implementasi system penjaminan mutu internal untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi
  15. Lecturer career development: Skill of public speaking for learning effectivity

Pelaksanaan

Pelatihan PEKERTI–AA dilaksanakan dalam dua tahap:

  1. Tahap I. Pelatihan Tatap Muka dengan penyajian materi sajian mencakup 48 Jam. Teknik penyampaian pada tahap ini dengan partisipasi peserta aktif, diskusi dan pengerjaan tugas.
  2. Tahap II. Program Magang PEKERTI dilaksanakan dalam jangka waktu satu semester. Setiap peserta merancang dan melaksanakan pembelajaran untuk matakuliahnya 1 semester, dengan 4 kali kuliah tatap muka dimonitor oleh anggota tim penatar didampingi dosen senior. Tim Penatar memfokuskan pada metodologi pembelajaran, dan dosen senior memfokuskan pada aspek substansi materi kuliah.
Facebook
Twitter
YouTube
Instagram