Kelompok Usaha Keripik Ubi JalarSweet Potato Chips Business Group

kripikubijalarUbi jalar merupakan salah satu jenis makanan yang dapat mendukung program peningkatan gizi masyarakat .
beta – karoten dan vitamin A konten yang tinggi, mengandung banyak karbohidrat (75-90 persen), yang terdiri dari pati (berat kering 60-80 persen), gula (4-30 persen berat kering), selulosa, hemiselulosa, dan pektin (Sarwono , 2005).
Upaya diversifikasi pangan sangat penting untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu makanan pokok. Misalnya, pengolahan serealia dan umbi-umbian menjadi bentuk yang berbeda yang telah diawetkan rasa penyimpanan khas dan tahan lama . Diproses dalam bentuk tepung, singkong, fermentasi, keripik dan banyak lagi. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi kebutuhan pangan, terutama non – beras .

kripikubijalarSweet potato is one of the types of foods that can support improved community nutrition program. Beta-carotene and vitamin A content is high, contains a lot of carbohydrates (75-90 percent), which consists of starch (60-80 per cent dry weight), sugar (4-30 percent dry weight), cellulose, hemicellulose, and pectin (Sarwono, 2005).

Food diversification effort is essential in order to overcome the problem of dependence on one staple food. For example, the processing of cereals and tubers into different forms that have preserved a sense of distinctive and durable storage. Is processed in the form of flour, cassava, fermented, chips and more. This is consistent with the government’s program in particular in addressing the needs of food, especially non-rice.

Diversifikasi produk olahan ubi jalar terutama melakukannya dengan baik pada bahan-bahan segar dan setengah jadi (produk antara) yang kemudian dapat langsung dipasarkan atau diolah menjadi produk makanan siap saji . Ubi jalar yang diolah menjadi bahan baku untuk industri makanan seperti pembuatan es krim , kue manis , keju manis , manis sayuran pie kentang , makaroni , ubi jalar, ubi jalar puding , kentang manis panggang , membuat alkohol dan lebih banyak fungsi ubi jalar dengan nilai ekonomi yang tinggi . Selain direbus atau digoreng , ubi jalar bisa diolah jadi renyah , tepung ubi jalar , campuran garam meja dan bahan MSG ( Monosodium Glutamate ) . Upaya diversifikasi produk ini ditujukan untuk mengatasi kelimpahan produksi ubi jalar selama panen yang sering merugikan petani karena harga jatuh untuk ubi jalar segar tidak tahan lama disimpan .
Ubi jalar merupakan salah satu jenis makanan yang dapat mendukung program peningkatan gizi masyarakat. Nilai kalor yang tinggi, yaitu 123 gram kalori/100. Ubi jalar dapat memberikan rasa kenyang dalam jumlah yang relatif kecil. Selain energi, ubi jalar mengandung vitamin A dalam jumlah yang cukup , asam askorbat , tiamin , riboflavin, niasin, fosfor, zat besi dan kalsium . Tingkat karoten dalam ubi jalar hampir sama dengan wortel ditandai jenis lampu yang berwarna kuning kemerahan.
Selain beta – karoten dan vitamin A isi tinggi , ubi jalar mengandung banyak karbohidrat ( 75-90 persen ) , yang terdiri dari pati ( berat kering 60-80 persen ) , gula ( 4-30 persen berat kering ) , selulosa , hemiselulosa , dan pektin ( Sarwono , 2005). Karbohidrat yang terkandung dalam ubi jalar klasifikasi gliycemix rendah Index ( LGI , 54 ) berarti bahwa komoditas ini cocok untuk penderita diabetes ( Widayati , 2007 ) .
Ubi jalar dapat berfungsi sebagai sumber makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia , khususnya di daerah pedesaan . Meskipun karbohidrat dan gula ubi jalar yang tinggi , lemak adalah hampir tidak ditemukan . Selain rendah lemak , ubi jalar bebas kolesterol juga, sumber serat , kalori , dan vitamin C adalah antioksidan yang membantu memperlambat proses penuaan ( Suismono , 1995) .
Untuk memastikan ketersediaan kualitas ubi jalar segar yang baik , catatan pascapanennya penanganan , yang melibatkan penentuan panen yang optimal , cara panen dan penyimpanan segar. 60%) led bulbs are very easy to damage (rotting, sprouting) when stored at room temperature.”>Hal ini penting karena kadar air ubi jalar relatif tinggi ( > 60 % ) dipimpin lampu sangat mudah rusak ( busuk , tumbuh ) bila disimpan pada suhu kamar . Teknik penanganan sederhana relatif mudah diaplikasikan pada kedua petani dan pedagang dan pengolah , diharapkan untuk menjaga kualitas fisik ubi jalar sebagai bahan baku produk olahan produk segar dan menengah.
Sebagai gambaran , produksi ubi jalar di Indonesia pada tahun 2010 sebesar 2.050.805 ton dengan produktivitas rata-rata 11,3 ton per hektar . Produktivitas cukup tinggi itu tidak diimbangi dengan permintaan dan pemanfaatan . Berdasarkan Susenas 2010, konsumsi penduduk ubi jalar Indonesia adalah 2,78 kg per kapita per tahun . Bila dibandingkan dengan konsumsi beras mencapai 139,15 kg per kapita per tahun , konsumsi ubi jalar masih sangat rendah .
Rendahnya konsumsi ubi jalar adalah karena sangat sedikit teknologi pengolahan pasca panen diterapkan , nilai ekonomi ubi jalar yang rendah dan citra ubi jalar sebagai makanan orang miskin . Pengolahan ubi jalar oleh rumah tangga dan industri di Indonesia masih cukup sederhana , pemanggangan , mendidih , goreng dan diolah menjadi makanan tradisional lainnya . Oleh karena itu , urutan ubi jalar dapat menjadi makanan pokok alternatif dan telah diperlukan peningkatan nilai tambah produk nilai ekonomi . Salah satunya adalah dengan pengolahan ubi jalar keripik kentang manis. Bentuk chip dapat mempermudah dan memperluas penyimpanan hingga berbulan-bulan.
Sweet potato chips adalah produk makanan ringan yang terbuat dari makanan lokal . Makanan ringan memiliki kandungan gizi yang tinggi dan diharapkan menjadi camilan bergizi bagi orang-orang . Sweet potato chips memiliki persyaratan kualitas, SNI 01-4306-1996 sehingga dalam referensi untuk menghasilkan pedoman . Persyaratan Kualitas Keripik Kentang manis dapat dilihat pada Tabel 1 . Selain itu, penerapan tepatguna teknologi yang digunakan dalam kegiatan ini untuk merangsang masyarakat untuk menjadi lebih baik untuk memanfaatkan produk pertanian di sekitarnya.

Diversification of processed products especially sweet potatoes do well on fresh ingredients and semi-finished (intermediate products) which can then be directly marketed or processed into products ready meals. Sweet potatoes are processed into raw materials for the food industry such as the manufacture of ice cream, cake sweet, sweet cheese, sweet potato pie vegetables, macaroni, sweet potato, sweet potato pudding, baked sweet potatoes, making alcohol and many more functions of sweet potato with a high economic value . Besides boiled or fried, sweet potatoes can be processed so crispy, sweet potato flour, a mixture of table salt and MSG ingredients (Monosodium Glutamate). Efforts to diversify the product is intended to address the abundance of sweet potato production during the harvest which is often detrimental to farmers due to the falling prices for fresh sweet potatoes are not durable saved.
Sweet potato is one of the types of foods that can support improved community nutrition program. Calorific value is high, ie 123 kalori/100 gram. Sweet potatoes can give you a sense of satiety in relatively small amounts. In addition to energy, sweet potatoes contain vitamin A in sufficient quantities, ascorbic acid, thiamine, riboflavin, niacin, phosphorus, iron and calcium. Levels of carotene in sweet potato is almost the same with carrots characterized the types of bulbs are reddish yellow.
In addition to beta-carotene and vitamin A content of the high, sweet potatoes contain a lot of carbohydrates (75-90 percent), which consists of starch (60-80 per cent dry weight), sugar (4-30 percent dry weight), cellulose, hemicellulose, and pectin (Sarwono , 2005). Carbohydrates contained sweet potatoes in the classification of low gliycemix Index (LGI, 54) means that the commodity is suitable for diabetics (Widayati, 2007).
Sweet potatoes can serve as a source of staple food for most people in Indonesia, particularly in rural areas. Although the carbohydrate and sugar content of sweet potatoes on high, fat is almost non existant. In addition to low-fat, cholesterol-free sweet potato as well, a source of fiber, calories, and vitamin C is an antioxidant that helps slow the aging process (Suismono, 1995).
To ensure the availability of quality fresh sweet potatoes are good, note pascapanennya handling, which involves determining the optimum harvest, how to harvest and storage of fresh. This is important because the water content of sweet potatoes are relatively high (> 60%) led bulbs are very easy to damage (rotting, sprouting) when stored at room temperature. Simple handling techniques are relatively easy to apply at both farmers and traders and processors, is expected to maintain the physical quality of sweet potato as raw material for processed products fresh and intermediate products.
As an illustration, the production of sweet potatoes in Indonesia in 2010 amounted to 2,050,805 tons with average productivity of 11.3 tonnes per hectare. Productivity is high enough it does not offset the demand and utilization. Based Susenas 2010, the consumption of sweet potato Indonesia’s population is 2.78 kg per capita per year. When compared to rice consumption reached 139.15 kg per capita per year, sweet potato consumption is still very low.
The low consumption of sweet potatoes is due to very little post-harvest processing technology is applied, the economic value of sweet potatoes are low and the image of the sweet potato as a food of the poor. Sweet potato processing by households and industry in Indonesia is still quite modest, the roasting, boiling, frying and processed into other traditional foods. Therefore, the order of sweet potato can be an alternative staple food and has required an increase in the value of economic value added products. One is with a sweet potato processing sweet potato chips. Forms chips can simplify and extend the storage up to for months.
Sweet potato chips are a snack products made from local foods. Snacks has a high nutrient content and is expected to be a nutritious snack for people. Sweet potato chips have the quality requirements, the SNI 01-4306-1996 so in reference to producing guidelines. Terms of Quality of Sweet Potato Chips can be seen in Table 1. In addition, the application of technology tepatguna used in this activity to stimulate the public to be better at utilizing agricultural products around it.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Captcha *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>