Tag Archives: Jurnal

Analisis Strategi Pengembangan Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Kota Bogor dan Kabupaten BogorAnalysis of Strategy Development Family Empowerment Post (Posdaya) Program in Bogor and Bogor Regency

Warcito

Warcito

Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) memiliki fungsi sebagai wadah kegiatan masyarakat yang dilakukan secara partisipatif oleh pemangku kepentingan. Inti pemberdayaan keluarga adalah mengembangkan sumberdaya manusia (SDM), utamanya dari keluarga kurang mampu menjadi keluarga mampu (merdeka) yang kreatif. Menurut Ki Hajar Dewantara, manusia merdeka, yaitu manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung kepada orang lain, bersandar atas kekuatan sendiri. Manusia merdeka mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dan mampu menghasilkan produk menguntungkan, sehingga dapat mengantar pada kehidupan yang bahagia dan sejahtera (Kartasasmita, 1996).
Posdaya memiliki ciri khas “bottom up programme,“ kemandirian, dan pemanfaatan sumber daya serta potensi lokal. Posdaya juga merupakan forum silaturahim, komunikasi, advokasi, dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu yang menitikberatkan pada empat bidang di antaranya bidang pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan (Suyono, 2009). Menurut Warcito (2011), Posdaya dapat juga menjadi wadah peningkatan kapasitas keluarga secara terpadu dengan menggerakan modal sosial dan modal manusia secara berkelanjutan dalam berbagai bidang, utamanya pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan agar keluarga tersebut dapat tumbuh mandiri di desanya.

Warcito

Warcito

Family Empowerment Post (Posdaya) has a function as a forum of community activities undertaken by stakeholders in a participatory manner. Core family empowerment is to develop human resources (HR), mainly from poor families into affluent families (independent) creative. According to Ki Hajar Dewantara, a free man, the man whose inner life is born or do not depend on other people, leaning on his own strength. Humans have free high confidence and is able to produce profitable products, so as to usher in a happy and prosperous life (Kartasasmita, 1996).
Posdaya has a typical bottom-up program, self-reliance, and resource utilization as well as the local potential. Posdaya also a forum of friendship, communication, advocacy, and container building activities family functions in an integrated manner that focuses on the four areas in between the fields of education, health, entrepreneurship, and the environment (Suyono, 2009). According Warcito (2011), Posdaya can also be a family of container capacity in an integrated manner by moving the social capital and human capital on an ongoing basis in a variety of fields, especially education, health, economy and environment so that these families can grow independently in the village.