Tag Archives: Posdaya

OST Ke-67 di Posdaya Eka Mandiri

Peserta Rumah Pintar Posdaya Eka Mandiri

Peserta OST Posdaya sedang meninjau Rumah Pintar Posdaya Eka Mandiri Participants OST Posdaya Smart House is reviewing Posdaya Eka Mandiri

Pada hari Rabu 25 Juni 2014 yang lalu, Posdaya Mitra P2SDM LPPM IPB yaitu Posdaya Eka Mandiri dikunjungi oleh pembina posdaya dari koordinator wilayah Sumatera Barat, Jawa Barat I dan Lampung, Jawa Tengah IV, dan LPPM STIAMI Jakarta. Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan pengamatan posdaya secara langsung di masyarakat. Posdaya Eka Mandiri berada Kp. Sinagar RT.01/ RW 06, Desa Cihideung Udik, Kec. Ciampea, Kab. Bogor. Kegiatan posdaya yang ada di Posdaya Eka Mandiri meliputi kegiatan Bidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan dan Ekonomi. Posdaya Eka Mandiri dibentuk oleh mahasiswa IPB melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya pada Tahun 2009, dan baru di terbitkan SK pada tahun 2010 dengan Nomor : 141/21/11.kpts-kades/2010. On the day Wednesday, June 25, 2014 ago, Posdaya Partner P2SDM LPPM IPB is Posdaya Eka Mandiri Posdaya visited by coaches from the coordinator of West Sumatra, West Java I and Lampung, Central Java, IV, and LPPM STIAMI Jakarta. This visit is a series of observations Posdaya directly in the community. Posdaya Eka Mandiri are Kp. Sinagar RT.01 / RW 06, Desa Cihideung Udik, district. Ciampea, Kab. Bogor. Posdaya existing activities in Posdaya Eka Mandiri activities include Education, Health, Environment and Economy. Posdaya Eka Mandiri was formed by IPB students through the activities of Field Work Experience Thematic Posdaya in 2009, and a new decree was published in 2010 by the Numbers: 141/21/11.kpts-kades/2010.

Pendampingan Program Taburpuja di Posdaya Lingkar Kampus IPBAssistance Program in Posdaya Taburpuja IPB Campus Ring

ASSISTANCE PROGRAM TABURPUJA RING ON CAMPUS IPB POSDAYA

By Warcito

The launch program of savings and credit prosperous purse (TABURPUJA) unsecured loans began in July 2011 conducted by the Cooperative sudara Indra (Sub). The idea was initiated by Prof. Taburpuja. Dr.. Haryono Suyono Foundation Chairman Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Participants Taburpuja each household received unsecured loans with a flat rate of 18% per year is Rp. 2 million as additional business capital. Returns the interest rate of 2% for each group is given by the Cooperative sudara Posdaya Indra, with the aim that can be collected as as the bailout. Businesses that are members of this group Posdaya well developed as seen from NPLnya 0 (no late pays). Advantages of joint responsibility, which no bailouts of groups that can be used to cover the first installment of a member who may be a little difficult to meet due dates. As an illustration, the program Taburpuja in Bogor has been conducted on five (5) Posdaya, namely Posdaya Together (village Lightning), Posdaya Hope Forward (village Sukadamai), Posdaya Gugahsari (Village Margajaya), Posdaya Welfare (Village Bubulak) and Posdaya Kenanga (Village Situgede). Realization of loans per January 8, 2014, the Joint Posdaya Lightning village district. DRAMAGA Rp 500.8 million (scroll 1 2 and 3), Posdaya Hope Forward Sukadami village district. DRAMAGA Rp 724 million (scroll 1 2 and 3), Posdaya Gugahsari Ex. Margajaya West Bogor Rp. 351,000,000 (scroll 1 and 2), Posdaya Prosperous Ex. Bubulak West Bogor Rp. 204,000,000 (scroll 1 and 2) and Posdaya Situgede Boxwood Village West Bogor Rp. 358 million (scroll 1 and 2).

PENDAMPINGAN PROGRAM TABURPUJA DI POSDAYA LINGKAR KAMPUS IPB

Oleh Warcito

Peluncuran Program tabungan dan kredit pundi sejahtera (TABURPUJA) kredit tanpa agunan dimulai sejak bulan Juli 2011 yang dilakukan oleh Koperasi Sudara Indra (Sudin). Gagasan Taburpuja diinisiasi oleh Prof. Dr. Haryono Suyono Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Peserta Taburpuja masing-masing KK mendapat pinjaman tanpa agunan dengan bunga flat 18% pertahun sebesar Rp. 2 juta sebagai tambahan permodalan usaha. Pengembalian suku bunga 2% kepada masing-masing kelompok Posdaya diberikan oleh Koperasi Sudara Indra, dengan tujuan agar dapat dikumpulkan sebagai sebagai dana talangan tersebut. Usaha yang tergabung dalam kelompok Posdaya ini berkembang baik hal ini terlihat dari NPLnya 0 (Tidak ada yang terlambat membayar). Keuntungan dari sistem tanggung renteng, dimana ada dana talangan dari kelompok yang dapat dipakai untuk menutupi dulu cicilan dari anggota yang mungkin agak kesulitan memenuhi tanggal jatuh tempo. Sebagai ilustrasi, program Taburpuja di Bogor telah dilaksankan pada lima (5) posdaya, yaitu posdaya Bersama (desa Petir), Posdaya Harapan Maju (desa Sukadamai), Posdaya Gugahsari (Kelurahan Margajaya), Posdaya Sejahtera (Kelurahan Bubulak) dan Posdaya Kenanga (Kelurahan Situgede). Realisasi pinjaman per 8 Januari 2014, Posdaya Bersama desa Petir kec. Dramaga Rp 500.800.000 (guliran 1 2 dan 3), Posdaya Harapan Maju desa Sukadami Kec. Dramaga Rp 724.000.000 (guliran 1 2 dan 3), Posdaya Gugahsari Kel. Margajaya Bogor Barat Rp. 351.000.000 (guliran 1 dan 2), Posdaya Sejahtera Kel. Bubulak Bogor Barat Rp. 204.000.000 (guliran 1 dan 2) dan Posdaya Kenanga Kelurahan Situgede Bogor Barat Rp. 358.000.000 (guliran 1 dan 2).

Peran Posdaya dalam Membentuk Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat: Studi Kasus di Desa Cikarawang, Bogor, IndonesiaThe Role of Posdaya in Shaping Community Empowerment: Case Study at Cikarawang Village, Bogor, Indonesia

ABSTRAK Pos Pemberdayaan Keluarga atau disingkat Posdaya sebagai model pemberdayaan masyarakat di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 2006 Program ini telah ditetapkan sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat yang direncanakan oleh Institut Pertanian Bogor untuk pemberdayaan masyarakat yang tinggal sekitar kampus. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan Posdaya di sebuah desa di sekitar kampus, Desa Cikarawang, terutama untuk mengevaluasi sosialisasi tentang kampanye lingkungan sehat, pembangunan ekonomi dan ekstensi untuk pengelolaan sampah. Pemilihan lokasi untuk studi ini didasarkan pada pertimbangan purposive, sebagai desa Cikarawang belum pernah mengalami menikmati Program Posdaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin masyarakat dan kader Posdaya menyadari tentang keberadaan Posdaya serta fungsi dan pentingnya untuk pemberdayaan masyarakat.

ABSTRACT Pos Pemberdayaan Keluarga or shortenend into Posdaya (Family empowerment post) as a model of community empowerment in Indonesia has been implemented since 2006. This program has been established as part of community development program planned by Bogor Agricultural University for the empowerment of communities living around the campus. This present study was carried out to evaluate the implementation of Posdaya development at a village around the campus, Cikarawang village, particularly to evaluate the socialization of healthy environment campaign, economic development and extension for waste management. The site selection for the study was based on purposive consideration, as the Cikarawang village has never experienced to enjoy Posdaya Program. The result of the study showed that the community leaders and the cadres of Posdaya were aware about the existance of Posdaya as well as its functions and importance for the community empowerment.

Program Pengembangan “Tabur Puja” Sebagai Intervensi Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Model PosdayaDevelopment Program “Tabur Puja” In Welfare Interventions for Improving Society Through Model Posdaya

ABSTRAK
Angka kemiskinan di Indonesia mengalami fluktuasi. Jumlah masyarakat dengan keterbatasan di Indonesia diyakini disebabkan oleh keterbatasan lapangan pekerjaan. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) merupakan lembaga yang menyediakan jasa keuangan dalam bentuk simpan pinjam yang diperuntukkan bagi keluarga berpenghasilan rendah dan tidak memiliki akses ke perbankan komersial. Program Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) dioperasikan berupa ajakan untuk menabung dan mempergunakan kredit bagi masyarakat dengan keterbatasan. Tujuan kajian ini adalah mendiskripsikan program “Tabur Puja” dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin, dan mendiskripsikan kelebihan dan kekurangan program “Tabur Puja” dibandingkan pembiayaan usaha mikro lainnya. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan responden 5 (lima) Posdaya yang menggerakan Tabur Puja di Bogor. Hasil wawancara dan pengamatan diperoleh bahwa mekanisme pemberian pinjaman Tabur Puja tidak lebih dari Rp. 2 juta kepada setiap anggota posdaya, adanya tatanan tanggung renteng, adanya kegiatan perdampingan membuat Tabur Puja menjadi program yang mampu untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat. Adanya program pemberdayaan masyarakat yang ada dalam Posdaya membuat penggunaan dana pinjaman sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Pola pendampingan yang dilakukan meliputi pertemuan rutin mingguan, pendampingan langsung ke lapangan, dan pemberian pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kelebihan sistem “Tabur Puja” adalah adanya pendekatan pemberdayaan terhadap para nasabah. Pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya dengan membangun masyarakat melalui 4 (empat) pilar pembangunan dirasakan oleh masyarakat memiliki manfaat yang sangat besar, terutama dalam peningkatan kesejahteraan pembangunan.
ABSTRACT
The poverty rate in Indonesia has fluctuated. Number of people with limitations in Indonesia is believed to be caused by the limited job opportunities. Microfinance Institutions (MFIs) are institutions that provide financial services in the form of savings and loans earmarked for low-income families and do not have access to commercial banking. Purse Savings and Credit Program Sejahtera (Powder Puja) is operated in the form of an invitation to save and use credit for people with disabilities. The purpose of this study is to describe the program “Tabur Puja” in improving the welfare of the poor, and describe the advantages and disadvantages of the program “Tabur Puja” compared to other micro financing. The method used is descriptive qualitative analysis with respondent 5 (five) Posdaya that move Powder Puja in Bogor. The results of interviews and observations obtained that the mechanism Puja Loose lending no more than Rp. 2 million to each member Posdaya, the presence of joint liability order, the activity of contiguity make Puja Powder into a program that is able to improve the welfare of the community. Community empowerment program in Posdaya make use of loan funds in accordance with the plans that have been prepared beforehand. The pattern of assistance undertaken include regular weekly meetings, direct assistance to the field, and training services needed by the community. The advantages of the system “Tabur Puja” is the empowerment approach towards customers. Posdaya approach to community empowerment through community building through four (4) pillars of development amongst communities have enormous benefits, particularly in improving the welfare of the construction.

Pengembangan Program Green-Posdaya Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pemberdayaan MasyarakatDevelopment of Green-Posdaya Programe to Improve the Quality of Community Empowerment

Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan program Green-Posdaya untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Program ini dilaksanakan di lima desa dalam wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor; yang mensinergikan antara program kuliah kerja profesi (KKP) mahasiswa IPB dengan program kemitraan melalui kegiatan CSR PT. Holcim. Pada tahun pertama telah terealisasi beberapa capaian kegiatan yang sifatnya masih rintisan dan pendampingan awal, yaitu pengembangan Green-Posdaya, peningkatan pengelolaan PAUD, dan penguatan lembaga keuangan mikro. Diharapkan pada kegiatan periode berikutnya, secara bertahap dapat dicapai kondisi kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera pada masyarakat setempat.

The purpose of this activity is to develop a Green-Posdaya programe to improve the quality of community empowerment, especially in the fields of economics, education, health and the environment. The program is implemented in five villages in the District Klapanunggal, Bogor Regency; whose synergy between professional course work (KKP) IPB student partnership programe through CSR activities of PT. Holcim. In the first year has been realized several achievements that are still pioneering activities and mentoring beginning, namely the development of Green-Posdaya, improved management of early childhood education, and strengthening microfinance institutions. It is expected that the activities of the next period, gradually achieved healthier living conditions and welfare of local communities.