Peran Posdaya dalam Membentuk Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat: Studi Kasus di Desa Cikarawang, Bogor, IndonesiaThe Role of Posdaya in Shaping Community Empowerment: Case Study at Cikarawang Village, Bogor, Indonesia

ABSTRAK Pos Pemberdayaan Keluarga atau disingkat Posdaya sebagai model pemberdayaan masyarakat di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 2006 Program ini telah ditetapkan sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat yang direncanakan oleh Institut Pertanian Bogor untuk pemberdayaan masyarakat yang tinggal sekitar kampus. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan Posdaya di sebuah desa di sekitar kampus, Desa Cikarawang, terutama untuk mengevaluasi sosialisasi tentang kampanye lingkungan sehat, pembangunan ekonomi dan ekstensi untuk pengelolaan sampah. Pemilihan lokasi untuk studi ini didasarkan pada pertimbangan purposive, sebagai desa Cikarawang belum pernah mengalami menikmati Program Posdaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin masyarakat dan kader Posdaya menyadari tentang keberadaan Posdaya serta fungsi dan pentingnya untuk pemberdayaan masyarakat.

ABSTRACT Pos Pemberdayaan Keluarga or shortenend into Posdaya (Family empowerment post) as a model of community empowerment in Indonesia has been implemented since 2006. This program has been established as part of community development program planned by Bogor Agricultural University for the empowerment of communities living around the campus. This present study was carried out to evaluate the implementation of Posdaya development at a village around the campus, Cikarawang village, particularly to evaluate the socialization of healthy environment campaign, economic development and extension for waste management. The site selection for the study was based on purposive consideration, as the Cikarawang village has never experienced to enjoy Posdaya Program. The result of the study showed that the community leaders and the cadres of Posdaya were aware about the existance of Posdaya as well as its functions and importance for the community empowerment.

PENDAHULUAN Menurut Kartasasmita (1996) adalah upaya pengembangan masyarakat untuk membangun daya saing dengan mendorong, memotivasi dan menghasilkan tindakan dalam masyarakat serta berusaha untuk mengembangkannya. Sementara itu, Suharto (2005) mengungkapkan bahwa pemberdayaan mengacu pada kemampuan orang / kelompok / komunitas rentan dan lemah, sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan untuk : a) memenuhi kebutuhan dasar sehingga mereka memiliki kebebasan dan kemandirian, dalam rasa tidak hanya bebas untuk mengekspresikan pendapat, tetapi bebas dari kelaparan, kebodohan dan nyeri, b) mencapai sumber daya produktif yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan pendapatan dan memperoleh barang dan jasa yang mereka butuhkan, c) berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan yang mempengaruhi mereka. Suyono dan Haryanto (2009) menyatakan bahwa Posdaya adalah forum pertemuan, advokasi, komunikasi, informasi, pendidikan dan juga dapat dikembangkan menjadi penguatan koordinasi kegiatan fungsi keluarga secara terpadu. Penguatan fungsi utama diharapkan untuk memungkinkan setiap keluarga lebih mampu membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera, keluarga yang mandiri dan keluarga yang dapat menghadapi tantangan masa depan yang lebih baik. Posdaya kebersamaan bahwa anggota forum melakukan pengembangan dalam gerakan aktivitas nyata dalam lingkungan perumahan dari bawah, yaitu di tingkat RT, RW, dusun atau desa. Dalam pertemuan Posdaya, keluarga diarahkan untuk menghidupkan kembali budaya gotong – royong bersama-sama kegiatan pemberdayaan keluarga di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Fields kemudian dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing daerah. Pada intinya Posdaya adalah forum masyarakat setempat keluarga yang mewakili kepentingan semua anggota keluarga, membahas dan menyepakati pengembangan dan kebutuhan masalah pemenuhan di masyarakat. Paradigma ini telah terbukti paling kondusif bagi pelaksanaan MDGs inisiatif. Tujuan utama dari Posdaya adalah untuk meningkatkan keluarga dan kesejahteraan masyarakat, dan dengan demikian pengentasan kemiskinan. Di tanah ini strategi adalah fourfolds. Pertama, mengembangkan kecil untuk kegiatan kewirausahaan skala menengah seperti bahwa keluarga dan kelompok masyarakat setempat (Posdaya) yang mampu mempertahankan dan mengembangkan lebih lanjut sendiri. Kedua, mempromosikan peningkatan akses ke kesempatan pendidikan dasar bersama-sama dengan pelatihan keterampilan hidup, yang merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia dasar. Ketiga, adalah meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu dan balita. Keempat, adalah pelestarian lingkungan dan pembangunan, termasuk pemanfaatan rumah berkebun untuk perbaikan gizi keluarga. Posdaya advokasi untuk pemberdayaan dan partisipasi aktif dari semua anggota dalam keluarga untuk berjuang untuk perbaikan. Model Posdaya menggabungkan dan menyatukan MDGs, delapan fungsi familes, dan bahkan IPM menjadi sebuah konsep tunggal kompak dan efisien untuk keluarga sebagai fokus pembangunan sosial. Selanjutnya Posdaya adalah model untuk memberdayakan semua keluarga, dan memelihara keharmonisan dalam keluarga dan antara keluarga.

INTRODUCTION According to Kartasasmita (1996) is a community development effort to build competitiveness by encouraging, motivating and generate action in the communities as well as trying to develop it. Meanwhile, Suharto (2005) revealed that empowerment refers to the ability of people / group / community is vulnerable and weak, so that they have the power or the ability to: a) meet the basic needs so that they have freedom and independence, in the sense of not only free to express opinion, but freedom from hunger, ignorance and pain, b) reach productive resources that enable them to increase revenue and acquire goods and services they need, c) participate in the development process and the decisions that affect them. Suyono and Haryanto (2009) states that Posdaya is a forum gathering, advocacy, communication, information, education and also could be developed into a strengthening of the coordination of activities of family functions in an integrated manner. Strengthening primary functions are expected to allow any more families are able to build itself into a prosperous family, independent families and families who can face the challenges of the future better. Posdaya togetherness that forum members are doing development in the movement of real activity in the residential neighborhood of the bottom, ie at the level of RT, RW, hamlet or village. In Posdaya meeting, the families were directed to revive the culture of gotong-royong together family empowerment activities in the fields of education, health and economy. Fields are then developed in accordance with the potential of each region. In essence Posdaya is a local community forum of families representing the interests of all family members, discussing and agreeing on development and needs fulfillment issues in the community. This paradigm has proved to be most conducive for implementing MDGs initiatives. The overriding objective of Posdaya is to enhance family and community welfare, and thus proverty alleviation. On this ground the strategy is fourfolds. First, is developing small to medium scale entrepreneurial activities such that these family and local community groups (Posdaya) are able to sustain and further develop itself. Second, is promoting increased access to basic educational opportunities together with life skills training, which is part of basic human resource development. Third, is increasing access to health services, especially for mothers and under-fives. Fourth, is environmental preservation and development, including utilization of home gardening for nutrition improvement of families. Posdaya advocates for the empowerment and active participation of all members in the family to strive for betterment. Posdaya models incorporate and unify the MDGs, eight function familes, and even HDI into a single compact and efficient concept for the family as a social development focus. Furthermore the Posdaya is a model for empowering all families, and nurtures harmony within the family and among families.

Download Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Captcha *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>